koranindopos.com – Jakarta. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyoroti peningkatan kasus gagal ginjal di Indonesia yang banyak dipicu oleh komplikasi Hipertensi dan Diabetes Mellitus. Kedua penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat.
Prihati menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah mengendalikan dua penyakit tersebut melalui pendekatan promotif dan preventif.
“Concern kita yang utama di diabetes melitus dan hipertensi. Itu yang akan kita kejar dengan pendekatan promotif dan preventif sehingga dalam jangka panjang akan sangat-sangat menurunkan pembiayaan kesehatan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Hipertensi dan diabetes dikenal sebagai dua faktor risiko terbesar yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal secara bertahap. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal ginjal kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang seperti cuci darah.
Peningkatan kasus ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan tekanan besar terhadap sistem pembiayaan kesehatan nasional.
Pemerintah kini mulai menggeser pendekatan dari kuratif (pengobatan) ke promotif dan preventif (pencegahan). Salah satu langkah yang tengah didorong adalah penerapan sistem Nutri Level pada pangan siap saji.
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih sadar terhadap kandungan gizi makanan yang dikonsumsi, sehingga risiko penyakit seperti hipertensi dan diabetes dapat ditekan sejak dini.
Para ahli menekankan bahwa perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam mencegah kedua penyakit tersebut. Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, serta kurangnya aktivitas fisik, menjadi faktor utama yang memicu meningkatnya kasus.
Dengan edukasi yang tepat dan dukungan kebijakan pemerintah, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar untuk menjaga kesehatan sejak dini.
Langkah preventif ini juga dinilai penting untuk mengurangi beban biaya kesehatan yang terus meningkat. Penyakit kronis seperti gagal ginjal membutuhkan biaya perawatan yang sangat besar dan berkelanjutan.
Melalui strategi pencegahan yang lebih kuat, pemerintah berharap tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional di masa depan.(Dhil)










