Koranindopos.com, Jakarta – Media sosial sering kali menjadi pedang bermata dua, di mana keindahan yang ditampilkan bisa mengundang kekaguman sekaligus penyakit ain. Hal inilah yang menjadi sorotan Fergie Brittany, salah satu pemain utama dalam film horor terbaru ‘Ain’. Film yang mengeksplorasi dampak pandangan mata penuh iri dan dengki ini rupanya memberikan pelajaran hidup yang sangat berharga bagi pemeran karakter Joy tersebut dalam menjaga kesehatan mental dan spiritualnya.
Fergie membagikan pandangannya mengenai cara menjaga keseimbangan di dunia maya. Baginya, ancaman penyakit ain adalah nyata, namun hal itu bisa dicegah jika seseorang memiliki kontrol diri yang kuat. Ia menyoroti bagaimana motivasi di balik setiap unggahan sangat menentukan dampak yang akan diterima oleh si pemilik akun.
Menurut Fergie, baik pengunggah konten maupun penikmat konten memiliki tanggung jawab yang sama besar. Pengunggah harus memperhatikan kualitas dan kuantitas postingannya agar tidak berlebihan, sementara penikmat harus mampu mengontrol emosinya saat melihat pencapaian orang lain. Keseimbangan ini dianggapnya sebagai kunci utama agar media sosial tetap menjadi tempat yang sehat dan tidak mengundang marabahaya non-medis.
“Semua itu harus dengan porsi yang tepat. Kita yang nge-post harus punya motivasi, kuantitas, dan kualitas yang pas. Yang melihat juga sama, jangan berlebihan,” jelas Fergie saat ditemui di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026),
Fergie juga mengingatkan masyarakat agar kembali pada nilai-nilai ketuhanan saat melihat sesuatu yang indah atau mengagumkan. Ia menilai bahwa rasa kagum adalah fitrah manusia, namun jika tidak dibarengi dengan pengingat kepada Tuhan, hal itu bisa berubah menjadi energi negatif. Kesadaran akan sumber segala keindahan adalah benteng utama dalam menghindari efek buruk dari penyakit ain.
Lebih lanjut, aktris muda ini berpendapat bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam mengontrol opini atau pandangan orang lain terhadap dirinya. Kita tidak pernah tahu apa yang dipikirkan orang saat melihat foto atau video kita di Instagram atau TikTok. Oleh karena itu, fokus utama seharusnya dialihkan pada penguatan diri sendiri secara internal melalui keyakinan dan doa.
“Kita tidak bisa mengontrol orang lain, tapi kita bisa mengontrol diri kita. Imun kita itu iman. Jadi semoga yang baik-baik masuk, yang tidak baik ya no, no thank you,” bebernya.
Filosofi “Iman sebagai Imun” ini menjadi pegangan baru bagi Fergie dalam menjalani kesehariannya sebagai publik figur. Ia kini lebih tenang dalam berbagi momen tanpa harus merasa ketakutan berlebihan, selama ia tetap menjaga niat dan imannya. Baginya, perlindungan terbaik bukanlah dengan menutup diri sepenuhnya, melainkan dengan membenahi hati dan pikiran setiap saat.
Transformasi pemikiran Fergie ini merupakan buah dari keterlibatannya dalam film ‘Ain’ yang mengangkat genre body horror. Film ini menjanjikan visual yang intens mengenai bagaimana pandangan mata bisa merusak fisik seseorang secara mengerikan. Dengan premis yang kuat, film ini diprediksi akan menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta film horor tanah air.
Aksi Fergie Brittany bersama Putri Ayudya dalam menghadapi teror tak kasat mata ini bisa disaksikan mulai 7 Mei 2026 di bioskop. Film ‘Ain’ diharapkan mampu membuka mata penonton tentang bahaya tersembunyi dari lisan dan pandangan yang tidak terjaga, serta pentingnya membentengi diri dengan iman di tengah gempuran tren pamer di media sosial. (BRG/Hend)










