Koranindopos.com – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Cebu untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 Association of Southeast Asian Nations. Keberangkatan Presiden dilakukan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis pagi (7/5/2026) sekitar pukul 09.10 WIB.
Dalam agenda pertemuan para pemimpin negara Asia Tenggara tersebut, isu ketahanan energi menjadi salah satu fokus utama yang dibawa Indonesia. Pemerintah menilai stabilitas energi kawasan semakin penting di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia.
Berdasarkan keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, pembahasan dalam KTT ASEAN kali ini akan mencakup berbagai perkembangan global yang berdampak langsung terhadap kawasan Asia Tenggara.
“Sejumlah isu yang akan dibahas mencakup perkembangan global yang berdampak pada kawasan, termasuk upaya menjaga ketahanan energi serta memperkuat koordinasi dalam merespons dinamika geopolitik,” demikian keterangan resmi Sekretariat Presiden.
Ketahanan energi menjadi isu strategis yang semakin mendapat perhatian negara-negara ASEAN. Gejolak geopolitik dunia dalam beberapa tahun terakhir telah memengaruhi rantai pasok energi global, harga minyak, hingga stabilitas ekonomi di berbagai negara.
Indonesia memandang kerja sama regional menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan pasokan energi dan memperkuat ketahanan ekonomi kawasan. Dalam konteks tersebut, KTT ASEAN dinilai menjadi forum strategis untuk membangun koordinasi antarnegara anggota.
Selain membahas energi, pertemuan tingkat tinggi ini juga diperkirakan akan menyinggung:
- Stabilitas geopolitik kawasan
- Penguatan ekonomi regional
- Kerja sama perdagangan
- Ketahanan pangan
- Transformasi energi berkelanjutan
Kawasan Asia Tenggara saat ini menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga transisi energi bersih. Kondisi tersebut mendorong negara-negara ASEAN untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama regional.
Sebagai salah satu negara terbesar di ASEAN, Indonesia memiliki posisi penting dalam mendorong stabilitas kawasan. Kehadiran Presiden Prabowo di KTT ASEAN juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat regional maupun internasional.
Selain itu, isu energi diperkirakan akan menjadi pembahasan jangka panjang di ASEAN mengingat kebutuhan energi kawasan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan populasi.
Partisipasi aktif Indonesia dalam forum ASEAN menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus menjaga peran strategis Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kerja sama regional untuk menghadapi tantangan global yang tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri.
KTT ASEAN ke-48 di Cebu diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan kawasan, terutama di bidang energi, ekonomi, dan stabilitas geopolitik.
Dengan membawa isu ketahanan energi sebagai agenda utama, Indonesia ingin memastikan bahwa ASEAN mampu menjadi kawasan yang tangguh, stabil, dan siap menghadapi perubahan global di masa depan.(dhil)










