Rabu, 24 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Kesehatan

Mengenal Serang Virus, Hantavirus Lokal Indonesia yang Ditemukan di Banten

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
12 Mei 2026
in Kesehatan
A A
0
Mengenal Serang Virus, Hantavirus Lokal Indonesia yang Ditemukan di Banten

Foto: cnbc indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Hantavirus merupakan kelompok virus dari famili Hantaviridae dan genus Orthohantavirus yang umumnya ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, kepada manusia. Salah satu jenis hantavirus yang telah lama ditemukan di Indonesia adalah seoul virus (SEOV), yang diketahui dapat menyebar melalui kontak dengan tikus atau lingkungan yang terkontaminasi.

Selain itu, Indonesia juga memiliki jenis hantavirus lokal yang dikenal sebagai “serang virus” atau SERV. Virus ini pertama kali diidentifikasi di Serang sehingga diberi nama sesuai lokasi penemuannya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan hingga saat ini belum ditemukan bukti penularan serang virus (SERV) dari hewan ke manusia di Indonesia.

Penjelasan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap hantavirus setelah muncul laporan wabah di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia.

Artikel Terkait

Waspadai Gejala IMS yang Sering Diabaikan, Kasus Sifilis dan Gonore Terus Meningkat

Psikiater Ungkap Ciri Psikopat Usai Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung

Bersama Menjaga Senyum Anak Indonesia, Ratusan Siswa SLB Dapatkan Pemeriksaan Gigi Gratis

Menurut Kemenkes, virus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan hantavirus yang menyebabkan wabah di kapal pesiar tersebut.

Kemenkes menjelaskan bahwa kasus hantavirus pada manusia di Indonesia umumnya termasuk tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang disebabkan oleh seoul virus (SEOV).

Sementara itu, wabah di MV Hondius disebabkan oleh tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) akibat infeksi andes virus (ANDV), yang lebih banyak ditemukan di kawasan Amerika Selatan.

Perbedaan jenis virus ini penting dipahami karena masing-masing memiliki karakteristik, tingkat keparahan, serta pola penyebaran yang berbeda.

Hantavirus umumnya menyebar melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Manusia dapat tertular ketika menghirup partikel virus di udara atau menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi.

Gejala infeksi hantavirus dapat berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan atau gangguan ginjal pada kasus berat.

Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun sarang hewan pengerat.

Meski belum ada bukti penularan serang virus ke manusia, pemerintah tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari hewan.

Upaya pengendalian populasi tikus, menjaga sanitasi lingkungan, serta menerapkan pola hidup bersih menjadi langkah penting untuk mencegah risiko penularan berbagai penyakit yang dibawa hewan pengerat.(dhil)

Topik: hantavirusVirus

TerkaitBerita

Waspadai Gejala IMS yang Sering Diabaikan, Kasus Sifilis dan Gonore Terus Meningkat
Kesehatan

Waspadai Gejala IMS yang Sering Diabaikan, Kasus Sifilis dan Gonore Terus Meningkat

oleh Editor : Affandy
24 Juni 2026
Psikiater Ungkap Ciri Psikopat Usai Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung
Kesehatan

Psikiater Ungkap Ciri Psikopat Usai Viral Kasus Penyekapan Sadis di Bandung

oleh Editor : Affandy
23 Juni 2026
Bersama Menjaga Senyum Anak Indonesia, Ratusan Siswa SLB Dapatkan Pemeriksaan Gigi Gratis
Kesehatan

Bersama Menjaga Senyum Anak Indonesia, Ratusan Siswa SLB Dapatkan Pemeriksaan Gigi Gratis

oleh Editor : Affandy
20 Juni 2026
Targetkan 5.000 Peserta di Tengah Tren Lari yang Terus Meningkat, BrookFarm Almond Run 2026 Digelar 23 Agustus di GBK
Kesehatan

Targetkan 5.000 Peserta di Tengah Tren Lari yang Terus Meningkat, BrookFarm Almond Run 2026 Digelar 23 Agustus di GBK

oleh Editor : Affandy
18 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

RAKSASA TEKNOLOGI: Dua raksasa teknologi AS, Cadence dan Intel Foundry berkolaborasi. (Foto Ilustrasi: Dok./Cadence)

Dua Raksasa Teknologi AS Kolaborasi Tingkatkan Performa Intel 14A

24 Juni 2026
Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan

Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan

24 Juni 2026
Kemnaker Raih Sertifikat ISO Anti Penyuapan

Kemnaker Raih Sertifikat ISO Anti Penyuapan

24 Juni 2026
Polisi Bubarkan Rencana Balap Liar di Duren Sawit, Delapan Motor Diamankan

Polisi Bubarkan Rencana Balap Liar di Duren Sawit, Delapan Motor Diamankan

24 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3552 shares
    Share 1421 Tweet 888
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    441 shares
    Share 176 Tweet 110
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya