Selasa, 16 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Kesehatan

Mengenal Serang Virus, Hantavirus Lokal Indonesia yang Ditemukan di Banten

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
12 Mei 2026
in Kesehatan
A A
0
Mengenal Serang Virus, Hantavirus Lokal Indonesia yang Ditemukan di Banten

Foto: cnbc indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Hantavirus merupakan kelompok virus dari famili Hantaviridae dan genus Orthohantavirus yang umumnya ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, kepada manusia. Salah satu jenis hantavirus yang telah lama ditemukan di Indonesia adalah seoul virus (SEOV), yang diketahui dapat menyebar melalui kontak dengan tikus atau lingkungan yang terkontaminasi.

Selain itu, Indonesia juga memiliki jenis hantavirus lokal yang dikenal sebagai “serang virus” atau SERV. Virus ini pertama kali diidentifikasi di Serang sehingga diberi nama sesuai lokasi penemuannya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan hingga saat ini belum ditemukan bukti penularan serang virus (SERV) dari hewan ke manusia di Indonesia.

Penjelasan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap hantavirus setelah muncul laporan wabah di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia.

Artikel Terkait

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

Global Fatty Liver Day 2026 Dorong Deteksi Dini untuk Menjaga Kesehatan Hati

Minuman Manis dan Bersoda Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Kanker Hati, Ini Temuan Penelitian

Menurut Kemenkes, virus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan hantavirus yang menyebabkan wabah di kapal pesiar tersebut.

Kemenkes menjelaskan bahwa kasus hantavirus pada manusia di Indonesia umumnya termasuk tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang disebabkan oleh seoul virus (SEOV).

Sementara itu, wabah di MV Hondius disebabkan oleh tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) akibat infeksi andes virus (ANDV), yang lebih banyak ditemukan di kawasan Amerika Selatan.

Perbedaan jenis virus ini penting dipahami karena masing-masing memiliki karakteristik, tingkat keparahan, serta pola penyebaran yang berbeda.

Hantavirus umumnya menyebar melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Manusia dapat tertular ketika menghirup partikel virus di udara atau menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi.

Gejala infeksi hantavirus dapat berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan atau gangguan ginjal pada kasus berat.

Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun sarang hewan pengerat.

Meski belum ada bukti penularan serang virus ke manusia, pemerintah tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari hewan.

Upaya pengendalian populasi tikus, menjaga sanitasi lingkungan, serta menerapkan pola hidup bersih menjadi langkah penting untuk mencegah risiko penularan berbagai penyakit yang dibawa hewan pengerat.(dhil)

Topik: hantavirusVirus

TerkaitBerita

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan
Kesehatan

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

oleh Editor : Affandy
15 Juni 2026
Global Fatty Liver Day 2026 Dorong Deteksi Dini untuk Menjaga Kesehatan Hati
Kesehatan

Global Fatty Liver Day 2026 Dorong Deteksi Dini untuk Menjaga Kesehatan Hati

oleh Editor : Affandy
12 Juni 2026
Minuman Manis dan Bersoda Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Kanker Hati, Ini Temuan Penelitian
Kesehatan

Minuman Manis dan Bersoda Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Kanker Hati, Ini Temuan Penelitian

oleh Editor : Affandy
11 Juni 2026
BPJS Kesehatan Terancam Gagal Bayar Klaim pada 2027, Defisit Capai Rp2 Triliun per Bulan
Kesehatan

BPJS Kesehatan Terancam Gagal Bayar Klaim pada 2027, Defisit Capai Rp2 Triliun per Bulan

oleh Editor : Affandy
10 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SPMB Jakarta 2026 Masuki Tahap Pemilihan Sekolah, Calon Murid Diminta Pastikan Akun Sudah Aktif

SPMB Jakarta 2026 Masuki Tahap Pemilihan Sekolah, Calon Murid Diminta Pastikan Akun Sudah Aktif

15 Juni 2026
Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

15 Juni 2026
Dolar AS Masih Bertahan di Level Rp 17.700 Pagi Ini

Rupiah Menguat, Dolar AS Tertekan ke Level Rp 17.773 pada Awal Perdagangan

15 Juni 2026
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram, Kini di Level Rp2,733 Juta

Harga Emas Antam Menguat, Tembus Rp 2,729 Juta per Gram

15 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    497 shares
    Share 199 Tweet 124
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3492 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya