Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Rupiah Tertekan di Level Rp 17.500–17.600 per Dolar AS, Publik Kembali Ingat Kepemimpinan B.J. Habibie Saat Krisis 1998

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
18 Mei 2026
in Nasional
A A
0
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.500–17.600 per Dolar AS, Publik Kembali Ingat Kepemimpinan B.J. Habibie Saat Krisis 1998

Foto: dok campuspedia

Share on FacebookShare on Twitter
Koranindopos.com – JAKARTA – Nilai tukar USD/IDR kembali berada di bawah tekanan dan diperdagangkan di kisaran Rp 17.500 hingga Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat. Posisi ini mendekati level terlemah sepanjang sejarah dan memicu kekhawatiran publik di tengah gejolak ekonomi global yang terus meningkat.

Tekanan terhadap rupiah dipicu berbagai faktor eksternal, mulai dari penguatan dolar AS, ketidakpastian ekonomi dunia, konflik geopolitik, hingga kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve yang membuat aliran modal asing keluar dari pasar negara berkembang.

Di tengah kondisi tersebut, tayangan “Belajar dari Habibie” kembali viral di media sosial. Potongan wawancara B. J. Habibie dalam program Mata Najwa ramai dibagikan warganet karena dianggap relevan dengan situasi ekonomi saat ini.

Dalam wawancara tersebut, Habibie menceritakan beratnya memimpin Indonesia ketika menghadapi krisis ekonomi 1997–1998. Saat itu, Indonesia mengalami inflasi tinggi, suku bunga melonjak, dan nilai tukar rupiah terpuruk hingga mengguncang hampir seluruh sektor ekonomi nasional.

Habibie mengaku harus menekan ego pribadi demi kepentingan bangsa, termasuk mengambil keputusan sulit menghentikan proyek pesawat N250 yang menjadi simbol kebanggaan industri teknologi nasional kala itu.

Artikel Terkait

Medan Terjal hingga Kabut Asap, BNPB Ungkap Tantangan Pemadaman Karhutla Gunung Lawu

Atasi Karhutla di Jawa Timur, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing dan Pesawat Modifikasi Cuaca

Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

Menurut Habibie, keputusan tersebut dilakukan agar pemerintah dapat lebih fokus menyelamatkan ekonomi rakyat yang sedang tertekan akibat krisis moneter.

Langkah tersebut sempat menuai kritik karena proyek N250 dianggap sebagai salah satu pencapaian besar industri dirgantara Indonesia. Namun Habibie memilih mendahulukan stabilitas ekonomi nasional dibanding ambisi pribadi maupun kebanggaan teknologi.

Meski berada dalam situasi sulit, berbagai kebijakan yang diambil pada masa pemerintahannya perlahan berhasil memulihkan kepercayaan pasar. Stabilitas ekonomi mulai membaik, inflasi menurun, dan nilai tukar rupiah perlahan mengalami penguatan.

Banyak warganet menilai kisah tersebut menjadi pengingat penting tentang kepemimpinan, pengorbanan, dan keberanian mengambil keputusan besar di tengah tekanan ekonomi.

Fenomena viralnya kembali wawancara Habibie juga mencerminkan kerinduan publik terhadap figur pemimpin yang dianggap mampu berpikir visioner namun tetap mengutamakan kepentingan rakyat di masa krisis.

Saat ini, kondisi ekonomi Indonesia memang dinilai berbeda dibanding krisis 1998 karena fundamental ekonomi, sistem perbankan, dan cadangan devisa jauh lebih kuat. Namun pelemahan rupiah tetap menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada harga impor, inflasi, serta daya beli masyarakat.

Bank Indonesia bersama pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar melalui berbagai kebijakan moneter serta penguatan sektor keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.(dhil)

Topik: B.J.habibiedolar asRupiah

TerkaitBerita

Medan Terjal hingga Kabut Asap, BNPB Ungkap Tantangan Pemadaman Karhutla Gunung Lawu
Nasional

Medan Terjal hingga Kabut Asap, BNPB Ungkap Tantangan Pemadaman Karhutla Gunung Lawu

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Atasi Karhutla di Jawa Timur, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing dan Pesawat Modifikasi Cuaca
Nasional

Atasi Karhutla di Jawa Timur, BNPB Tambah Helikopter Water Bombing dan Pesawat Modifikasi Cuaca

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026
Nasional

Uji Kompetensi Pustakawan Kembali Digelar Akhir 2026

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Kronologi Pak Ogah Tewas Tertabrak Truk Boks saat Atur Lalu Lintas di Cengkareng
Peristiwa

Kronologi Pak Ogah Tewas Tertabrak Truk Boks saat Atur Lalu Lintas di Cengkareng

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

24 Oktober 2026
FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

FinFest 2026 Catat 7.500 Pengunjung, Bank Jakarta Raih Dua Penghargaan

24 Oktober 2026
Sehat Finansial Dimulai dari Mengatur Prioritas Kebutuhan

Sehat Finansial Dimulai dari Mengatur Prioritas Kebutuhan

24 Oktober 2026
Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5054 shares
    Share 2022 Tweet 1264
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1093 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya