Senin, 18 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Rupiah Tertekan di Level Rp 17.500–17.600 per Dolar AS, Publik Kembali Ingat Kepemimpinan B.J. Habibie Saat Krisis 1998

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
18 Mei 2026
in Nasional
A A
0
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.500–17.600 per Dolar AS, Publik Kembali Ingat Kepemimpinan B.J. Habibie Saat Krisis 1998

Foto: dok campuspedia

Share on FacebookShare on Twitter
Koranindopos.com – JAKARTA – Nilai tukar USD/IDR kembali berada di bawah tekanan dan diperdagangkan di kisaran Rp 17.500 hingga Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat. Posisi ini mendekati level terlemah sepanjang sejarah dan memicu kekhawatiran publik di tengah gejolak ekonomi global yang terus meningkat.

Tekanan terhadap rupiah dipicu berbagai faktor eksternal, mulai dari penguatan dolar AS, ketidakpastian ekonomi dunia, konflik geopolitik, hingga kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve yang membuat aliran modal asing keluar dari pasar negara berkembang.

Di tengah kondisi tersebut, tayangan “Belajar dari Habibie” kembali viral di media sosial. Potongan wawancara B. J. Habibie dalam program Mata Najwa ramai dibagikan warganet karena dianggap relevan dengan situasi ekonomi saat ini.

Dalam wawancara tersebut, Habibie menceritakan beratnya memimpin Indonesia ketika menghadapi krisis ekonomi 1997–1998. Saat itu, Indonesia mengalami inflasi tinggi, suku bunga melonjak, dan nilai tukar rupiah terpuruk hingga mengguncang hampir seluruh sektor ekonomi nasional.

Habibie mengaku harus menekan ego pribadi demi kepentingan bangsa, termasuk mengambil keputusan sulit menghentikan proyek pesawat N250 yang menjadi simbol kebanggaan industri teknologi nasional kala itu.

Artikel Terkait

Pelaku Pelecehan di SMK Letris 2 Pamulang Sasar Siswi Fatherless

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Muhammadiyah dan NU Berbarengan

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 KDKMP, LPDB Koperasi Siap Kawal Koperasi Jadi Motor Ekonomi Rakyat

Menurut Habibie, keputusan tersebut dilakukan agar pemerintah dapat lebih fokus menyelamatkan ekonomi rakyat yang sedang tertekan akibat krisis moneter.

Langkah tersebut sempat menuai kritik karena proyek N250 dianggap sebagai salah satu pencapaian besar industri dirgantara Indonesia. Namun Habibie memilih mendahulukan stabilitas ekonomi nasional dibanding ambisi pribadi maupun kebanggaan teknologi.

Meski berada dalam situasi sulit, berbagai kebijakan yang diambil pada masa pemerintahannya perlahan berhasil memulihkan kepercayaan pasar. Stabilitas ekonomi mulai membaik, inflasi menurun, dan nilai tukar rupiah perlahan mengalami penguatan.

Banyak warganet menilai kisah tersebut menjadi pengingat penting tentang kepemimpinan, pengorbanan, dan keberanian mengambil keputusan besar di tengah tekanan ekonomi.

Fenomena viralnya kembali wawancara Habibie juga mencerminkan kerinduan publik terhadap figur pemimpin yang dianggap mampu berpikir visioner namun tetap mengutamakan kepentingan rakyat di masa krisis.

Saat ini, kondisi ekonomi Indonesia memang dinilai berbeda dibanding krisis 1998 karena fundamental ekonomi, sistem perbankan, dan cadangan devisa jauh lebih kuat. Namun pelemahan rupiah tetap menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada harga impor, inflasi, serta daya beli masyarakat.

Bank Indonesia bersama pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar melalui berbagai kebijakan moneter serta penguatan sektor keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.(dhil)

Topik: B.J.habibiedolar asRupiah

TerkaitBerita

UNGKAP FAKTA: Sejumlah pelajar SMK Letris 2 Pamulang, Kota Tangerang Selatan menceritakan tindak kekersan verbal dan asusila yang mereka alami kepada guru saat mediasi dengan pihak sekolah pada Senin (18/5/2026). (HARIS SUNANDAR/KORANINDOPOS.COM)
Peristiwa

Pelaku Pelecehan di SMK Letris 2 Pamulang Sasar Siswi Fatherless

oleh Editor : Memoarto
18 Mei 2026
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Muhammadiyah dan NU Berbarengan
Nasional

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Muhammadiyah dan NU Berbarengan

oleh Editor : Affandy
18 Mei 2026
Presiden Prabowo Resmikan 1.061 KDKMP, LPDB Koperasi Siap Kawal Koperasi Jadi Motor Ekonomi Rakyat
Nasional

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 KDKMP, LPDB Koperasi Siap Kawal Koperasi Jadi Motor Ekonomi Rakyat

oleh Editor : Anggoro
17 Mei 2026
Kemnaker Buka Program Pelatihan Vokasi Batch 2 Kuota 30 Ribu Peserta, Gratis dan Bersertifikat BNSP
Nasional

Kemnaker Buka Program Pelatihan Vokasi Batch 2 Kuota 30 Ribu Peserta, Gratis dan Bersertifikat BNSP

oleh Editor : Anggoro
17 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

UNGKAP FAKTA: Sejumlah pelajar SMK Letris 2 Pamulang, Kota Tangerang Selatan menceritakan tindak kekersan verbal dan asusila yang mereka alami kepada guru saat mediasi dengan pihak sekolah pada Senin (18/5/2026). (HARIS SUNANDAR/KORANINDOPOS.COM)

Pelaku Pelecehan di SMK Letris 2 Pamulang Sasar Siswi Fatherless

18 Mei 2026
IKEA

IKEA Museum di Swedia Tampilkan Perjalanan Desain IKEA dari Masa ke Masa

18 Mei 2026
Tak Perlu ke Seoul, Tren Korean Aesthetic dan Operasi Plastik Korea Kini Semakin Diminati di Indonesia

Tak Perlu ke Seoul, Tren Korean Aesthetic dan Operasi Plastik Korea Kini Semakin Diminati di Indonesia

18 Mei 2026
IKEA

IKEA PS 2026 Ungkap Perjalanan Kreatif dari Ide hingga Menjadi Produk

18 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3116 shares
    Share 1246 Tweet 779
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    356 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    356 shares
    Share 142 Tweet 89
  • ​Sukses Besar! Film Drama Semua Akan Baik-Baik Saja Garapan Baim Wong Tembus 300 Ribu Penonton dalam 3 Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jaga Kekompakan Kader lewat Tur Vespa di Pulau Jawa

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya