Minggu, 26 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Rupiah Tertekan di Level Rp 17.500–17.600 per Dolar AS, Publik Kembali Ingat Kepemimpinan B.J. Habibie Saat Krisis 1998

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
18 Mei 2026
in Nasional
A A
0
Rupiah Tertekan di Level Rp 17.500–17.600 per Dolar AS, Publik Kembali Ingat Kepemimpinan B.J. Habibie Saat Krisis 1998

Foto: dok campuspedia

Share on FacebookShare on Twitter
Koranindopos.com – JAKARTA – Nilai tukar USD/IDR kembali berada di bawah tekanan dan diperdagangkan di kisaran Rp 17.500 hingga Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat. Posisi ini mendekati level terlemah sepanjang sejarah dan memicu kekhawatiran publik di tengah gejolak ekonomi global yang terus meningkat.

Tekanan terhadap rupiah dipicu berbagai faktor eksternal, mulai dari penguatan dolar AS, ketidakpastian ekonomi dunia, konflik geopolitik, hingga kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve yang membuat aliran modal asing keluar dari pasar negara berkembang.

Di tengah kondisi tersebut, tayangan “Belajar dari Habibie” kembali viral di media sosial. Potongan wawancara B. J. Habibie dalam program Mata Najwa ramai dibagikan warganet karena dianggap relevan dengan situasi ekonomi saat ini.

Dalam wawancara tersebut, Habibie menceritakan beratnya memimpin Indonesia ketika menghadapi krisis ekonomi 1997–1998. Saat itu, Indonesia mengalami inflasi tinggi, suku bunga melonjak, dan nilai tukar rupiah terpuruk hingga mengguncang hampir seluruh sektor ekonomi nasional.

Habibie mengaku harus menekan ego pribadi demi kepentingan bangsa, termasuk mengambil keputusan sulit menghentikan proyek pesawat N250 yang menjadi simbol kebanggaan industri teknologi nasional kala itu.

Artikel Terkait

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan

Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari

Menurut Habibie, keputusan tersebut dilakukan agar pemerintah dapat lebih fokus menyelamatkan ekonomi rakyat yang sedang tertekan akibat krisis moneter.

Langkah tersebut sempat menuai kritik karena proyek N250 dianggap sebagai salah satu pencapaian besar industri dirgantara Indonesia. Namun Habibie memilih mendahulukan stabilitas ekonomi nasional dibanding ambisi pribadi maupun kebanggaan teknologi.

Meski berada dalam situasi sulit, berbagai kebijakan yang diambil pada masa pemerintahannya perlahan berhasil memulihkan kepercayaan pasar. Stabilitas ekonomi mulai membaik, inflasi menurun, dan nilai tukar rupiah perlahan mengalami penguatan.

Banyak warganet menilai kisah tersebut menjadi pengingat penting tentang kepemimpinan, pengorbanan, dan keberanian mengambil keputusan besar di tengah tekanan ekonomi.

Fenomena viralnya kembali wawancara Habibie juga mencerminkan kerinduan publik terhadap figur pemimpin yang dianggap mampu berpikir visioner namun tetap mengutamakan kepentingan rakyat di masa krisis.

Saat ini, kondisi ekonomi Indonesia memang dinilai berbeda dibanding krisis 1998 karena fundamental ekonomi, sistem perbankan, dan cadangan devisa jauh lebih kuat. Namun pelemahan rupiah tetap menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada harga impor, inflasi, serta daya beli masyarakat.

Bank Indonesia bersama pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar melalui berbagai kebijakan moneter serta penguatan sektor keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.(dhil)

Topik: B.J.habibiedolar asRupiah

TerkaitBerita

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan
Nasional

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan

oleh Editor : Affandy
26 Juli 2026
Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa
Nasional

Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

oleh Editor : Affandy
26 Juli 2026
Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari
Nasional

Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari

oleh Editor : Affandy
26 Juli 2026
Kemenhut Ungkap Dugaan Perdagangan Burung Dilindungi Melalui Facebook di Jayapura
Nasional

Kemenhut Ungkap Dugaan Perdagangan Burung Dilindungi Melalui Facebook di Jayapura

oleh Editor : Anggoro
26 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan

26 Juli 2026
Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

26 Juli 2026
MPR RI

MPR RI Dorong Penguatan Risalah Perubahan UUD 1945 sebagai Rujukan Penafsiran Konstitusi

23 Juli 2026
Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari

Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari

26 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4061 shares
    Share 1624 Tweet 1015
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    598 shares
    Share 239 Tweet 150
  • Bocoran iPhone 18 Series Makin Lengkap, Ini Perbedaan iPhone 18, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Bocoran iPhone 18 Pro: Kamera Disebut Bakal Jadi yang Tercanggih Sepanjang Sejarah Apple

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya