Koranindopos.com, Jakarta –Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Indonesia (Forum Jupnas Gizi) mengajak masyarakat lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran terkait pendirian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Imbauan ini disampaikan menyusul dibukanya layanan pengaduan SAGI 127 oleh Badan Gizi Nasional.
Layanan hotline tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat melaporkan dugaan penipuan maupun praktik pungutan liar dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Belakangan, muncul dugaan praktik penjualan titik lokasi SPPG yang meresahkan calon mitra program.
Ketua Umum Forum Jupnas Gizi, Rival Achmad Labbaika, menilai langkah Badan Gizi Nasional membuka kanal pengaduan menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi program pemerintah tersebut.
“Kami mendukung penuh langkah BGN membuka hotline SAGI 127 sebagai ruang pengaduan masyarakat. Ini penting agar praktik-praktik yang merugikan masyarakat bisa segera dicegah dan ditindaklanjuti,” ujar Rival Achmad Labbaika.
Ia mengatakan keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu pengawasan di lapangan. Menurutnya, laporan dari masyarakat bisa membantu mencegah adanya pihak yang mengatasnamakan pejabat tertentu demi mencari keuntungan pribadi.
Selain itu, Rival mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak yang menawarkan kerja sama pendirian dapur SPPG tanpa kejelasan legalitas. Ia menyarankan calon mitra memilih yayasan yang sudah terdaftar dan terverifikasi di Badan Gizi Nasional.
“Sebaiknya masyarakat yang ingin membuka atau mendirikan dapur SPPG bermitra dengan yayasan yang telah terverifikasi dan terdaftar di BGN. Selain itu, yayasan tersebut juga sebaiknya telah memiliki titik atau lokasi SPPG yang sudah aktif atau on di portal Badan Gizi Nasional dan sedang dalam tahap proses persiapan,” katanya.
Menurut Rival, calon mitra juga perlu melakukan pengecekan langsung melalui portal resmi kemitraan BGN. Langkah itu dianggap penting agar masyarakat benar-benar mengetahui status yayasan maupun lokasi SPPG yang ditawarkan.
“Calon mitra juga perlu memastikan di dalam portal BGN bahwa titik atau lokasi SPPG tersebut memang sudah tercatat dan berstatus dalam proses persiapan.
Hal ini penting untuk meminimalkan risiko penipuan sekaligus memastikan seluruh proses pengajuan dan persiapan dapur SPPG berjalan sesuai mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.
Forum Jupnas Gizi berharap keberadaan hotline SAGI 127 dapat membuat masyarakat lebih berani melapor apabila menemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Dengan begitu, program tersebut diharapkan tetap berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. (BRG/Kul)









