Koranindopos.com, JAKARTA-Telkomsel mengklaim, pembangunan infrastruktur telekomunikasi berdampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi regional. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) Yusmar Anggadinata.
”Konektivitas digital saat ini telah berkembang melampaui fungsi dasarnya sebagai sarana komunikasi. Konektivitas tidak lagi hanya dipandang sebagai layanan, tetapi sebagai infrastruktur ekonomi yang memiliki keterkaitan langsung dengan produktivitas, inklusi, dan pertumbuhan sosial- ekonomi di berbagai daerah,” beber Yusmar dalam siaran pers pada Selasa (26/5/2026).
Yusmar menerangkan, berdasar hasil riset lembaganya, secara estimatif, setiap penambahan satu base transceiver station (BTS) berkorelasi dengan peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) sebesar Rp 76,19 miliar. Sementara peningkatan penggunaan data sebesar satu petabyte berkorelasi terhadap peningkatan PDRB sebesar Rp 9,44 miliar. ”Kontribusi sektor ini terhadap pendapatan negara juga signifikan, dengan estimasi mencapai Rp 36,97 triliun pada tahun 2024,” ungkap Yusmar.
Yusmar menambahkan, kajian ini juga menyoroti dampak konektivitas terhadap pelaku usaha, khususnya UMKM di wilayah non-perkotaan. Survei menunjukkan bahwa adopsi layanan digital berkorelasi dengan peningkatan kinerja usaha, dengan rata-rata kenaikan omzet mencapai 32 persen, serta tingkat kepuasan pengguna yang tinggi hingga 92 persen. ”Temuan ini menunjukkan bahwa konektivitas digital berfungsi sebagai katalis dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Sedangkan layanan digital di wilayah tertinggal hingga tahun 2024, tercatat sekitar 92,4 persen. BTS program BAKTI di wilayah 3T didukung oleh kontribusi dari operator nasional melalui skema USO, yang berperan dalam mengurangi kesenjangan akses digital. (rls/why/mmr)










