Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Korban Dugaan Penggelapan Dana Umrah Hanania Group Tempuh Jalur Hukum, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Miliar

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
1 Juni 2026
in Megapolitan
A A
0
Umrah Hanania
Share on FacebookShare on Twitter

 

koranindopos.com , JAKARTA – Sejumlah korban dugaan penggelapan dana umrah oleh Hanania Group menyatakan kesepakatan untuk menempuh jalur hukum guna memperjuangkan pemulihan hak jamaah dan memastikan penyelesaian kasus secara tuntas. Sikap tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan, Senin (1/6), sebagai respons atas perkembangan kasus yang diduga merugikan ratusan jamaah umrah.

Para korban menegaskan bahwa hingga saat ini mereka masih membutuhkan kejelasan terkait status keberangkatan, penggunaan dana yang telah disetorkan, serta kepastian pengembalian dana. Menurut mereka, persoalan ini tidak hanya menyangkut kerugian materiil, tetapi juga harapan untuk menjalankan ibadah umrah yang telah direncanakan sejak lama.

Salah satu jamaah terdampak, Uli Amelia, mengungkapkan bahwa para jamaah telah melunasi biaya perjalanan dengan harapan dapat berangkat ke Tanah Suci. Namun hingga kini, kepastian keberangkatan maupun pengembalian dana belum diperoleh.

Artikel Terkait

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

“Kami sudah membayar dengan harapan bisa berangkat ibadah umrah. Yang kami butuhkan saat ini adalah kejelasan, kepastian, dan tanggung jawab. Kami berharap hak kami dapat dipulihkan,” ujar Uli.

Hal senada disampaikan Anna Luthfiah. Menurutnya, kasus tersebut telah menimbulkan tekanan dan ketidakpastian yang berkepanjangan bagi jamaah dan keluarga mereka.

“Bagi kami, ini bukan sekadar soal uang. Banyak jamaah yang sudah mempersiapkan diri, keluarga, dan biaya sejak lama. Kami berharap ada solusi nyata, bukan hanya janji,” katanya.

Sementara itu, Anny Rofi menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai instansi untuk membuka kejelasan terkait perkara tersebut, termasuk mengenai aliran dana, aset, serta bentuk perlindungan terhadap jamaah yang dirugikan.

“Kami berharap aparat penegak hukum, PPATK, dan kementerian terkait dapat membantu membuka kejelasan mengenai aliran dana, aset, dan bentuk perlindungan kepada jamaah. Kami ingin proses ini berjalan tertib dan benar-benar berpihak pada pemulihan hak jamaah,” ujar Anny.

Menurut Anny, berdasarkan informasi dan pendataan sementara yang dilakukan di antara para jamaah, total kerugian akibat kasus tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 miliar. Namun angka tersebut masih harus diverifikasi lebih lanjut melalui bukti pembayaran dan dokumen yang dimiliki masing-masing korban.

“Berdasarkan informasi sementara yang kami terima dari para jamaah, total kerugian diperkirakan dapat mencapai kurang lebih Rp100 miliar. Namun, kami berharap seluruh data dapat segera diverifikasi agar jumlah kerugian menjadi jelas dan dapat diperjuangkan secara hukum,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, tim kuasa hukum yang mewakili sejumlah jamaah Hanania Group menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah memperjuangkan pemulihan hak korban melalui pengembalian dana, penelusuran aliran dana, serta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terkait.

Kuasa hukum jamaah, Joddy Mulyasetya Putra, menjelaskan bahwa pihaknya hanya mewakili sejumlah jamaah yang telah memberikan kuasa secara resmi dan tidak bertindak atas nama seluruh korban.

“Posisi kami jelas. Kami mewakili beberapa jamaah yang telah memberikan kuasa kepada kami. Fokus kami adalah memastikan hak klien kami diperjuangkan secara terukur, termasuk melalui pengawalan proses pidana, pengajuan restitusi, penyitaan aset, penelusuran aliran dana, dan langkah perdata untuk pengembalian dana atau ganti kerugian,” kata Joddy.

Menurutnya, proses pidana yang sedang berjalan perlu dihormati, namun kepentingan korban tidak boleh berhenti pada penghukuman pelaku semata. Pemulihan kerugian jamaah harus menjadi bagian penting dalam proses hukum yang berlangsung.

“Bagi kami, proses pidana penting. Namun, bagi jamaah, pemulihan dana dan kejelasan penggunaan dana juga sama pentingnya. Karena itu, kami mendorong adanya penelusuran aliran dana dan transparansi dari pihak-pihak terkait sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.

Tim kuasa hukum juga mendorong keterlibatan aktif Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk membantu aparat penegak hukum menelusuri aliran dana yang berasal dari pembayaran jamaah kepada Hanania Group atau PT Khazanah Tamma Internasional.

Penelusuran tersebut dinilai penting untuk mengetahui penggunaan dana jamaah, mengidentifikasi aset yang masih dapat dipulihkan, serta mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang turut menerima atau menikmati aliran dana tersebut.

Selain itu, kuasa hukum meminta Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia maupun kementerian terkait memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai langkah pengawasan, tindak lanjut terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah, serta bentuk perlindungan yang diberikan kepada jamaah terdampak.

Menurut mereka, kasus ini tidak hanya menyangkut hubungan antara jamaah dan perusahaan travel, tetapi juga menyentuh aspek perlindungan konsumen, tata kelola industri perjalanan ibadah, hingga kepercayaan publik terhadap sistem penyelenggaraan umrah di Indonesia.

Di akhir pernyataannya, tim kuasa hukum mengimbau seluruh jamaah terdampak agar tetap tenang, menjaga seluruh dokumen dan bukti pembayaran yang dimiliki, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Mereka menegaskan bahwa setiap langkah hukum harus dilakukan secara hati-hati, berbasis data, dan berorientasi pada pemulihan hak korban. (dni)

Topik: umrahUmrah Hanania

TerkaitBerita

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka
Megapolitan

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi
Megapolitan

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026
Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama
Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

24 Oktober 2026
ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

24 Oktober 2026
Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

24 Oktober 2026
Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5051 shares
    Share 2020 Tweet 1263
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1092 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya