Koranindopos.com – Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan cukup signifikan pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Harga emas Antam 24 karat turun sebesar Rp20.000 per gram menjadi Rp2.713.000 per gram dari posisi sebelumnya.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Logam Mulia Antam, penurunan harga terjadi di seluruh ukuran emas yang diperdagangkan. Untuk emas ukuran terkecil 0,5 gram, harga jual berada di level Rp1.406.500. Sementara emas ukuran 10 gram dipasarkan seharga Rp26.625.000.
Adapun untuk ukuran terbesar, yakni emas batangan 1.000 gram atau 1 kilogram, dibanderol dengan harga Rp2.653.600.000.
Penurunan harga ini memperpanjang tren koreksi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Dalam rentang satu pekan terakhir, harga emas Antam bergerak turun dari kisaran Rp2.774.000 per gram menjadi Rp2.713.000 per gram. Sementara jika dihitung dalam periode satu bulan terakhir, harga emas telah terkoreksi dari level Rp2.839.000 per gram.
Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga mengalami penurunan yang lebih dalam. Pada perdagangan hari ini, harga buyback turun Rp40.000 per gram menjadi Rp2.487.000 per gram.
Harga buyback merupakan nilai yang diterima pemilik emas apabila menjual kembali emas batangan kepada Antam. Dengan demikian, penurunan harga buyback yang lebih besar dibanding harga jual menunjukkan adanya pelebaran selisih harga (spread) antara pembelian dan penjualan emas.
Bagi investor maupun masyarakat yang berencana menjual emas, perlu memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen.
Pajak tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback yang diterima penjual saat transaksi dilakukan.
Meski mengalami penurunan dalam jangka pendek, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat sebagai aset lindung nilai (safe haven), terutama di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan.
Pelaku pasar kini menantikan perkembangan ekonomi global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta kebijakan suku bunga bank sentral yang berpotensi memengaruhi arah harga emas dalam beberapa waktu mendatang.(dhil)










