Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

Rupiah Terus Melemah, Pengusaha Mal Menjerit

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
9 Juni 2026
in Bisnis
A A
0
PUSAT PERBELANJAAN: Suasana pusat perbelanjaan tampak sepi pengunjung. (Foto Ilustrasi: ©Shutterstock.com/Rostislav Glinsky)

PUSAT PERBELANJAAN: Suasana pusat perbelanjaan tampak sepi pengunjung. (Foto Ilustrasi: ©Shutterstock.com/Rostislav Glinsky)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA-Pengusaha pusat perbelanjaan (mal) menjerit. Itu dipicu oleh kondisi nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap Rupiah. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja.

Menurut Alphonzus, harga energi hingga biaya logistik melambung imbas menguatnya Dolar AS. ”Saat ini kalau boleh izin kami ingin melaporkan bahwa biaya-biaya operasional di pusat perbelanjaan meningkat, terutama dari sisi biaya logistik,” kata Alphonzus saat Peluncuran Program BINA Holiday & Back to School di Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Jakarta pada Senin (8/6/2026).

Komponen biaya yang paling terasa kenaikannya, lanjut Alphonzus, yakni harga gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG). Alphonzus menjelaskan, harga gas CNG masih bergantung pada kurs dolar AS. Akibatnya, terjadi kenaikan biaya harga gas tiap bulan. ”Kemudian harga gas, karena CNG itu ada unsur nilai USD-nya, dolar Amerika Serikat, sehingga kami mengalami biaya naik gas setiap bulan,” ujarnya.

Kenaikan biaya itu terjadi saat kondisi penjualan belum sepenuhnya pulih. Menurut dia, pengelola mal tidak bisa membebankan kenaikan biaya kepada para penyewa. ”Di satu sisi kami pusat perbelanjaan tidak bisa menaikkan tarif kepada para penyewa, ataupun harus selektif, karena sedang berada di low season. Penjualan sedang belum maksimal, tetapi biaya operasi naik,” jelas Alphonzus.

Artikel Terkait

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah mengatakan, saat ini peritel belum menaikkan harga karena masih mengandalkan sisa stok barang lama.

Stok tersebut merupakan barang-barang yang telat masuk ke gudang. Ia memperingatkan kenaikan harga mulai terjadi pada Juli mendatang seiring stok lama barang habis. ”Ini yang saya takut tadi bulan 7 itu. Kalau dolar-nya masih tinggi, sedangkan jatuh tempo pembayaran, nah itu yang kita khawatir. Nah, harusnya kalau bisa cepetan diturunkan,” ujar Budiharjo.

Budihardjo menerangkan habisnya stok lama dan tingginya kurs dolar AS, membuat peritel kemungkinan melakukan penyesuaian harga. Apabila hal ini terjadi, sektor yang paling cepat terkena dampaknya, yakni barang-barang gaya hidup (lifestyle), seperti sepatu, baju, hingga tas.

”Pelemahan rupiah pasti (penyebab kenaikan harga barang). Pada saat jatuh tempo pembayaran, stoknya sudah habis, kita mesti bayar yang baru. Itu kan ada hitungan ekonomi,” beber Budiharjo. (dtk/mmr)

 

Topik: MalRupiah

TerkaitBerita

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision
Ekonomi

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung
Bisnis

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa
Ekonomi

Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan
Ekonomi

Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan

oleh Editor : Akula
23 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

Kawal Hak Cipta Hingga Modal Digital, Ini Poin Penting Konsensus Jakarta Vision

24 Oktober 2026
ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

24 Oktober 2026
Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

24 Oktober 2026
Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5050 shares
    Share 2020 Tweet 1263
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1091 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya