Minggu, 26 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

Rupiah Terus Melemah, Pengusaha Mal Menjerit

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
9 Juni 2026
in Bisnis
A A
0
PUSAT PERBELANJAAN: Suasana pusat perbelanjaan tampak sepi pengunjung. (Foto Ilustrasi: ©Shutterstock.com/Rostislav Glinsky)

PUSAT PERBELANJAAN: Suasana pusat perbelanjaan tampak sepi pengunjung. (Foto Ilustrasi: ©Shutterstock.com/Rostislav Glinsky)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA-Pengusaha pusat perbelanjaan (mal) menjerit. Itu dipicu oleh kondisi nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap Rupiah. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja.

Menurut Alphonzus, harga energi hingga biaya logistik melambung imbas menguatnya Dolar AS. ”Saat ini kalau boleh izin kami ingin melaporkan bahwa biaya-biaya operasional di pusat perbelanjaan meningkat, terutama dari sisi biaya logistik,” kata Alphonzus saat Peluncuran Program BINA Holiday & Back to School di Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Jakarta pada Senin (8/6/2026).

Komponen biaya yang paling terasa kenaikannya, lanjut Alphonzus, yakni harga gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG). Alphonzus menjelaskan, harga gas CNG masih bergantung pada kurs dolar AS. Akibatnya, terjadi kenaikan biaya harga gas tiap bulan. ”Kemudian harga gas, karena CNG itu ada unsur nilai USD-nya, dolar Amerika Serikat, sehingga kami mengalami biaya naik gas setiap bulan,” ujarnya.

Kenaikan biaya itu terjadi saat kondisi penjualan belum sepenuhnya pulih. Menurut dia, pengelola mal tidak bisa membebankan kenaikan biaya kepada para penyewa. ”Di satu sisi kami pusat perbelanjaan tidak bisa menaikkan tarif kepada para penyewa, ataupun harus selektif, karena sedang berada di low season. Penjualan sedang belum maksimal, tetapi biaya operasi naik,” jelas Alphonzus.

Artikel Terkait

Nakhoda Baru Pengusaha Tani Indonesia HKTI: Yasir Machmud Siap Pacu Kemandirian Pangan Nasional

Harga Emas Berpotensi Terkoreksi Sehat, Dupoin Futures: Tren Bullish XAUUSD Masih Terjaga

Bitcoin Bergejolak di Tengah Sentimen Global, Tokocrypto Ingatkan Investor Fokus pada Strategi Jangka Panjang

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah mengatakan, saat ini peritel belum menaikkan harga karena masih mengandalkan sisa stok barang lama.

Stok tersebut merupakan barang-barang yang telat masuk ke gudang. Ia memperingatkan kenaikan harga mulai terjadi pada Juli mendatang seiring stok lama barang habis. ”Ini yang saya takut tadi bulan 7 itu. Kalau dolar-nya masih tinggi, sedangkan jatuh tempo pembayaran, nah itu yang kita khawatir. Nah, harusnya kalau bisa cepetan diturunkan,” ujar Budiharjo.

Budihardjo menerangkan habisnya stok lama dan tingginya kurs dolar AS, membuat peritel kemungkinan melakukan penyesuaian harga. Apabila hal ini terjadi, sektor yang paling cepat terkena dampaknya, yakni barang-barang gaya hidup (lifestyle), seperti sepatu, baju, hingga tas.

”Pelemahan rupiah pasti (penyebab kenaikan harga barang). Pada saat jatuh tempo pembayaran, stoknya sudah habis, kita mesti bayar yang baru. Itu kan ada hitungan ekonomi,” beber Budiharjo. (dtk/mmr)

 

Topik: MalRupiah

TerkaitBerita

Nakhoda Baru Pengusaha Tani Indonesia HKTI: Yasir Machmud Siap Pacu Kemandirian Pangan Nasional
Ekonomi

Nakhoda Baru Pengusaha Tani Indonesia HKTI: Yasir Machmud Siap Pacu Kemandirian Pangan Nasional

oleh Editor : Akula
24 Juli 2026
Harga Emas Berpotensi Terkoreksi Sehat, Dupoin Futures: Tren Bullish XAUUSD Masih Terjaga
Bisnis

Harga Emas Berpotensi Terkoreksi Sehat, Dupoin Futures: Tren Bullish XAUUSD Masih Terjaga

oleh Editor : Affandy
23 Juli 2026
Bitcoin Bergejolak di Tengah Sentimen Global, Tokocrypto Ingatkan Investor Fokus pada Strategi Jangka Panjang
Bisnis

Bitcoin Bergejolak di Tengah Sentimen Global, Tokocrypto Ingatkan Investor Fokus pada Strategi Jangka Panjang

oleh Editor : Affandy
22 Juli 2026
Strategi Range Trading: Memanfaatkan Peluang Saat Pasar Sideways dengan Lebih Terukur
Bisnis

Strategi Range Trading: Memanfaatkan Peluang Saat Pasar Sideways dengan Lebih Terukur

oleh Editor : Affandy
22 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan

Klinik Pratama MPR Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Perbaikan Layanan Berkelanjutan

26 Juli 2026
Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

Taufik Basari: Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

26 Juli 2026
MPR RI

MPR RI Dorong Penguatan Risalah Perubahan UUD 1945 sebagai Rujukan Penafsiran Konstitusi

23 Juli 2026
Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari

Hari Anak Nasional Jadi Momentum Mendorong Anak Aktif Bermain Lewat Gerakan #BiarkanMerekaBerlari

26 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4061 shares
    Share 1624 Tweet 1015
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    598 shares
    Share 239 Tweet 150
  • Bocoran iPhone 18 Series Makin Lengkap, Ini Perbedaan iPhone 18, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Bocoran iPhone 18 Pro: Kamera Disebut Bakal Jadi yang Tercanggih Sepanjang Sejarah Apple

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya