Koranindopos.com – Jakarta – Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Institute of Communication & Business berhasil menyelenggarakan rangkaian kegiatan pelestarian budaya Betawi bertajuk “Sorak Betawi Condet” yang berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Program yang digelar sejak 5 Juni 2026 tersebut mencapai puncaknya pada 20-21 Juni 2026 di Balai Budaya Condet, Kelurahan Balekambang, Jakarta Timur.
Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Semester VIII PRDC27-4SP Batch 27 ini menjadi wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya Betawi melalui pendekatan edukatif, kreatif, dan kolaboratif.
Ketua Pelaksana Sorak Betawi Condet, Nailah Inayah Humail, mengatakan program tersebut hadir sebagai upaya meningkatkan kesadaran sekaligus partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya Betawi agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
“Melalui Sorak Betawi Condet, kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya Betawi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang dekat dengan masyarakat dan generasi muda,” ujar Nailah saat puncak acara, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun kesadaran bahwa budaya Betawi merupakan identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kami berharap kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa, masyarakat, komunitas budaya, pemerintah setempat, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan budaya Betawi di masa depan,” katanya.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Public Relations Program & Evaluation, Dr. Alexander Mamby Aruan, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti bagaimana mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu komunikasi secara nyata dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, konsep Community Development tidak sekadar menjalankan sebuah kegiatan, melainkan bagaimana mahasiswa dapat menciptakan program yang berkelanjutan dan bermanfaat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar merancang program komunikasi serta berkontribusi pada pelestarian budaya Betawi melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Saya berharap semangat kolaborasi antara akademisi, masyarakat, komunitas budaya, dan generasi muda dapat terus terjalin untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Pokdarwis Kampung Condet, Dicky Arfansuri, S.Pd. Menurutnya, Sorak Betawi Condet membuktikan bahwa upaya pelestarian budaya dapat dikemas secara menarik dan mengikuti perkembangan zaman sehingga lebih mudah diterima generasi muda.
“Kami berharap semangat untuk mencintai dan melestarikan budaya Betawi dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” katanya.
Puncak acara Sorak Betawi Condet menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari talkshow dan workshop budaya Betawi yang meliputi Kelas Mix & Match Fashion Betawi, Kelas Gambang Kromong, Kelas Tari Betawi, hingga Kelas Pembuatan Emping.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati bazar kuliner khas Betawi yang menghadirkan berbagai makanan dan minuman tradisional seperti kerak telor hingga bir pletok.
Sebelumnya, rangkaian pre-event juga telah digelar melalui program bertajuk “Ngabimbing Pade-Pade” yang bekerja sama dengan Pokdarwis Kampung Condet. Kegiatan tersebut menghadirkan pelatihan pembuatan konten digital, pengelolaan media sosial, serta diskusi mengenai pemanfaatan platform digital sebagai sarana promosi budaya dan wisata lokal.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk lebih aktif memanfaatkan teknologi digital sebagai media pelestarian budaya Betawi di era modern. Kehadiran Sorak Betawi Condet sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat dapat melahirkan gerakan positif untuk menjaga identitas budaya lokal agar tetap lestari di tengah arus globalisasi.(dhil)










