Koranindopos.com, JAKARTA – Meningkatkan literasi dan inklusi keuangan merupakan salah satu langkah strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Dengan pemahaman yang baik terhadap pengelolaan keuangan, masyarakat diharapkan mampu memahami, memilih, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara lebih bijak. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan individu, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) terus mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam memperluas literasi serta inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.
Dalam rangka mendukung program GENCARKAN serta momentum Bulan Literasi Keuangan 2026, Asuransi Astra kembali menghadirkan LENTERA (Literasi Keuangan Terpadu Asuransi Astra), sebuah program edukasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah cabang Asuransi Astra di Indonesia pada periode Mei hingga Juni 2026. Program ini juga melibatkan berbagai stakeholder terkait di masing-masing daerah guna memastikan pelaksanaan program berjalan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Selain kegiatan edukasi, dalam rangkaian program ini juga dilakukan penyaluran Garda Me Micro sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan akses perlindungan dan inklusi keuangan bagi masyarakat, khususnya segmen usaha mikro. Program ini merupakan wujud komitmen dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat serta mendorong akses yang lebih inklusif terhadap produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan masing-masing segmen.
Baca juga : Asuransi Astra Ajak Mahasiswa UKSW Siap Karier, Cerdas Finansial dan Keselamatan Berkendara
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK Tahun 2025, masih terdapat sejumlah kelompok masyarakat yang tingkat literasi dan inklusi keuangannya berada di bawah rata-rata nasional, antara lain perempuan, masyarakat perdesaan, petani, nelayan, serta penyandang disabilitas. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan edukasi yang lebih tepat sasaran dan inklusif agar manfaat literasi keuangan dapat dirasakan secara lebih merata.
Oleh karena itu, LENTERA difokuskan untuk menjangkau berbagai kelompok prioritas tersebut, termasuk pelajar SMK, penyandang disabilitas, perempuan dan ibu rumah tangga, pelaku UMKM, komunitas, petani dan nelayan, masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta pekerja migran. Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok, program ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih relevan, aplikatif, dan berdampak berkelanjutan.
Hingga saat ini, rangkaian LENTERA 2026 telah menjangkau 1,066 peserta di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Denpasar, Yogyakarta, Cirebon, Balikpapan, Surabaya, Medan, Karawang, Padang, Makassar, Lampung, Kediri, Pekanbaru, Bandung, Palembang, Jakarta, Bogor, Batam, Malang, Manado, Jambi,Semarang dan Salatiga. Capaian ini menjadi wujud nyata komitmen Asuransi Astra dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang semakin cerdas secara finansial, inklusif, dan tangguh menuju Indonesia Emas.
Kegiatan LENTERA 2026 juga dilaksanakan di SMA Negeri 1 Salatiga pada Kamis, 18 Juni 2026, sebagai salah satu implementasi program. Rangkaian kegiatan di SMAN 1 Salatiga mencakup sesi literasi dan inklusi keuangan yang disampaikan oleh Branch Manager Asuransi Astra Cabang Semarang, serta penguatan edukasi terkait pengelolaan keuangan yang sehat dan bijak terhadap maraknya berbagai modus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Salatiga, Dr. Siswo Hartanto, S.E., M.Si. sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi program pembangunan daerah. Selain itu, sebagai bentuk dukungan terhadap program Adiwiyata Sekolah dan pengembangan lingkungan belajar yang berkelanjutan, Asuransi Astra turut menyalurkan berbagai bantuan berupa pembuatan mural edukatif, penyediaan ring basket, tempat sampah terpilah, fasilitas penampungan sampah plastik, serta alat press botol plastik untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif di lingkungan sekolah.
Tidak hanya itu, Asuransi Astra juga memberikan perlindungan melalui Asuransi Garda Me Micro serta menyerahkan beasiswa pendidikan kepada lima siswa sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda. Melalui rangkaian bantuan tersebut, diharapkan program yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat melalui edukasi, tetapi juga menghadirkan dampak nyata yang dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh sekolah.
Melalui program ini, diharapkan literasi dan inklusi keuangan dapat terus diperluas secara merata di seluruh lapisan masyarakat. Dengan meningkatnya pemahaman keuangan yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak, memperkuat ketahanan ekonomi, serta berkontribusi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
“Memperluas wawasan keuangan dan memiliki akses keuangan yang baik akan membentuk suatu ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keuangan agar mereka lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan memanfaatkan peluang yang ada dengan lebih peace of mind. Kami juga berharap program ini dapat mendukung masyarakat dalam mengambil keputusan finansial yang lebih bijak serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan,” ujar SVP Governance, Risk Management, Compliance & Corporate Secretary Asuransi Astra, Djoko Nugroho Anindito. (*)










