koranindopos.com, YOGYAKARTA — Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menggelar agenda penandatanganan Pakta Integritas pada Selasa (23/6/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata lembaga dalam menjaga amanah, profesionalitas, serta transparansi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Yogyakarta tersebut diikuti oleh seluruh amil zakat BMH yang tersebar di wilayah DIY.
Penandatanganan pakta integritas ini bertujuan utama untuk memperkuat tata kelola lembaga yang bersih (good governance), sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat—baik dari kalangan muzaki (pemberi zakat) maupun mustahik (penerima manfaat). Dengan adanya komitmen tertulis ini, seluruh amil diharapkan dapat menjalankan tugas-tugas kemanusiaan mereka dengan standar moral dan etika yang tinggi.
Kepala BMH Yogyakarta, CH. Rohman, menegaskan bahwa penandatanganan pakta integritas ini diadakan sebagai upaya penegasan kembali niat dan tanggung jawab para amil di lapangan.
“Integritas menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditawar dalam dunia filantropi Islam, agar setiap dana yang dititipkan oleh masyarakat benar-benar mendatangkan maslahat yang luas dan penuh dengan keberkahan,” ungkap Rohman.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan pengelolaan dana sosial keagamaan ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan amil dan petugas lembaga yang tidak hanya kompeten secara keahlian (skill), tetapi juga kokoh secara mental dan spiritual.
Melalui pakta ini, seluruh petugas yang ada di BMH Yogyakarta berkomitmen penuh untukmMenjauhi segala bentuk penyimpangan, Menolak gratifikasi dalam bentuk apa pun dan Siap dievaluasi kinerjanya secara berkala demi menjaga nama baik lembaga.
Dengan adanya peneguhan komitmen bersama ini, BMH Yogyakarta optimistis dapat terus mengoptimalkan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Fokus program tersebut mencakup berbagai bidang krusial, di antaranya Pendidikan, Ekonomi, Dakwah dan Kemanusiaan.
Momentum penandatanganan ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh amil untuk bekerja lebih inovatif, transparan, dan akuntabel demi kemaslahatan umat di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. (dni)










