Koranindopos.com, JAKARTA-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kerap terkoreksi setiap kali Presiden Prabowo Subianto berpidato terkait kondisi ekonomi Tanah Air. Itu menjadi topik hangat yang menghiasi kolom komentar media sosial. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi enggan menanggapi hal tersebut. Dia justru meminta agar para investor tetap rasional. “Saya kayaknya no comment. Tapi intinya mohon investor tetap rasional ya,” kata Hasan kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta Selatan pada Selasa (30/6/2026).
Hasan mengingatkan, sebaiknya para investor tidak terpengaruh sentimen negatif yang tidak relevan atau terkesan mengada-ada. Sebab menurutnya di tengah kondisi pasar yang penuh dengan ketidakpastian, banyak saham emiten atau nilai IHSG secara keseluruhan mendadak terkoreksi. Namun hal ini tak langsung menunjukkan bahwa kinerja emiten terkait ikut bermasalah.
“Dalam kondisi pasar yang demikian dinamis dan volatile banyak aspek memang yang mau tidak mau mempengaruhi pergerakan harga di pasar. Tapi pada akhirnya tolong dicermati, setiap saham itu kan di balik nama empat huruf setiap saham ada kegiatan operasi, ada kegiatan bisnis dari perusahaannya,” jelasnya.
Untuk itu, alih-alih terpengaruh dengan sentimen negatif atau isu yang tidak relevan seperti pidato presiden, sebaiknya investor lebih mencermati kinerja masing-masing emiten untuk mempertimbangkan langkah ke depan.
“Di balik kegiatan operasional itu ada keterbukaan informasi, yang jelas laporan keuangan setiap kuartalnya harus dipublikasikan dan menjadi sarana untuk menilai kira-kira value-nya si perusahaan itu sudah cukup berat, kemahalan, dan bagaimana prospeknya ke depan dilihat dari tren yang ada,” ujar Hasan. (dtk/mmr)










