Rabu, 21 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Eksperimen Gila Anggy Umbara di Film  ‘402 Rumah Sakit Korea’: Rancang Alat Setahun hingga Operasikan 28 Kamera Bersamaan

Editor : Akula oleh Editor : Akula
7 Juli 2026
in Film dan Musik
A A
0
Eksperimen Gila Anggy Umbara di Film  ‘402 Rumah Sakit Korea’: Rancang Alat Setahun hingga Operasikan 28 Kamera Bersamaan

​Sutradara Anggy Umbara menggebrak perfilman horor Indonesia lewat film 402 Rumah Sakit Korea berkonsep found footage. Menggunakan 28 kamera sekaligus, (Foto. HENDRA/KORANINDOPOS.COM)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta — Industri sinema horor tanah air kembali diguncang oleh terobosan berani dari tangan dingin sutradara ternama, Anggy Umbara. Lewat karya sinematik terbarunya yang bertajuk 402 Rumah Sakit Korea, Anggy menyuguhkan sebuah sajian mencekam dengan mengadopsi teknik rekaman mentah alias found footage secara penuh. Proyek ambisius yang diproduksi oleh kolaborasi antara MD Pictures bersama Umbara Brothers Films ini menandai tonggak sejarah baru, lantaran menjadi pengalaman pertama bagi sang sutradara dalam menggarap film berformat tersebut di sepanjang rekam jejak kariernya.

Langkah revolusioner ini tentu tidak dilalui dengan mudah oleh seluruh jajaran kru yang terlibat di balik layar. Berbicara dalam sesi jumpa pers resmi yang diselenggarakan di CGV Grand Indonesia, kawasan Jakarta Pusat, pada Senin (6/7/2026), Anggy membeberkan secara gamblang mengenai
rumitnya persiapan teknis yang melatarbelakangi pembuatan film ini.

Sejak lembaran naskah mulai digodok, komitmen besar langsung dicanangkan demi menjaga marwah kualitas tayangan agar tidak terkesan murahan. Anggy menekankan pentingnya keselarasan gerak antara tim kreatif pembuat cerita dengan tim teknis yang mengeksekusi visual di lapangan. Hal tersebut dilakukan agar sensasi kamera genggam yang disajikan mampu memberikan pengalaman menonton yang sangat autentik, berstandar tinggi, dan berbeda dari film sejenis pada umumnya.

“Jadi ketika izin gol, bener-bener langsung berjalan bareng antara creativity dan teknis. Kreatif ya ngomong sama Lele (penulis) bahwa harus begini. Jadi kita bener-bener pengen bikin film found footage yang bener-bener prosesnya itu dan hasilnya itu terjaga banget kualitasnya,” ujar Anggy Umbara.

Artikel Terkait

Angkat Kisah Beda Alam dan Agama, Ini Sinopsis Film Piye To Kih?

Oki & Nirmala Resmi Rilis Teaser

Konflik dengan Ayah Warnai Kisah Muda Buya Hamka di Film Terbaru

Guna mewujudkan visi tersebut, tim produksi terpaksa melakukan berbagai eksperimen ekstrem, salah satunya dengan merancang perangkat penopang kamera khusus yang dipasangkan langsung ke badan para pemeran. Proses pembuatan penyangga tubuh atau body rig ini diakui menjadi salah satu fase paling menguras energi karena harus melewati rangkaian uji coba berulang kali demi keselamatan para aktor.

“Ya itu yang harus kita bedah terlebih dahulu, membuat rigging di badan para pemain. Itu prosesnya satu tahun untuk membuat body rig gitu. Dari mulai kita bubut, desain dulu pakai besi. Ternyata berat sekali kalau pakai besi, kokoh, tapi berat sekali. Kalau untuk adegan berbahaya itu sangat berbahaya,” kenang Anggy.

Kendala bobot besi yang dinilai terlalu berisiko kemudian memaksa kru memutar otak untuk mencari alternatif material lain yang lebih bersahabat. Tim produksi sempat mengalihkan pilihan pada logam aluminium yang secara fisik jauh lebih ringan dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan postur tubuh manusia.

Sayangnya, material kedua ini justru menemui kegagalan fungsional karena strukturnya yang rapuh dan mudah melengkung akibat tidak kuat menahan beban dari berbagai perlengkapan syuting yang kompleks.

Titik terang akhirnya muncul ketika tim produksi memutuskan untuk memanfaatkan keunggulan
teknologi modern berupa mesin cetak tiga dimensi atau 3D printing. Dengan memformulasikan bahan
dasar resin yang dikombinasikan dengan campuran zat khusus, mereka berhasil menciptakan sebuah mahakarya pelindung yang solid sekaligus aman.

“Jadi kita bikin dulu secara 3D, terus kita print 3D nya gitu kan dengan bahan resin campur beberapa bahan lainnya agar itu kuat tapi juga nggak lemah,” tambah Anggy.

Tantangan tidak berhenti pada persoalan berat alat saja, melainkan merembet hingga ke urusan tata cahaya atau pencahayaan di dalam ruang syuting.

Mengingat format film ini mengusung sudut pandang mata kamera karakter, maka keberadaan lampu sorot profesional tidak boleh bocor ke dalam frame sama sekali. Konsekuensinya, kru harus merekam sebuah adegan secara berulang-ulang tanpa lampu dan menggunakan lampu, lalu menghapus keberadaan fisik lampu tersebut secara digital lewat proses masking yang rumit saat pascaproduksi.

“Kita enggak boleh kelihatan lampu sama sekali. Sedangkan ya harus, kalau enggak, enggak kelihatan shape body-nya atau lokasinya. Jadi kita ngambil beberapa kali. Satu yang tanpa lampu, satu yang pakai lampu. Yang kelihatan lampunya baru kita masking sendiri, kita ilangilangin lampunya,” ucap Anggy.

Puncak kerumitan dari proyek ini terletak pada ruang penyuntingan gambar akibat penggunaan total 28 kamera yang diaktifkan secara simultan demi menangkap setiap sudut teror. Anggy mengaku proses kompilasi data visual kali ini menjadi pengalaman yang paling menguras pikiran karena membutuhkan waktu berhari-hari demi menyelaraskan ritme cerita.

“Biasanya syuting cuma satu atau dua kamera, ini 28 kamera. Itu meng-assemble hasil syutingnya itu berhari-hari. Kalau biasa kan assemble 4 jam atau 6 jam, ini enggak, 3 hari gitu. 24 jam dikali 3,” tutup Anggy.

Segala pengorbanan, cucuran keringat, dan idealisme tinggi yang dicurahkan oleh Anggy Umbara bersama seluruh kru akhirnya membuahkan apresiasi yang sangat prestisius. Film 402 Rumah Sakit Korea secara resmi terpilih untuk melangsungkan pemutaran perdana dunia atau World Premiere di ajang bergengsi Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan. (BRG/Hend)

 

​

Gry o natychmiastowej wygranej tworza osobna kategorie, miedzy automatem a prostym zakladem. Crash, minki i kosci gra sie w kilka sekund, czesto z jedna decyzja na runde. Ich urok tkwi w tempie i natychmiastowej czytelnosci wyniku.

Format gier o natychmiastowym wyniku

W grze crash mnoznik rosnie az do nieprzewidywalnego zatrzymania, a gracz musi zainkasowac wczesniej; w minkach kazde otwarte pole zwieksza potencjalna wygrana i ryzyko. Ciekawi tego formatu moga bissonn.pl i zobaczyc, ktorzy operatorzy je oferuja. Ogloszony wskaznik zwrotu bywa tu wysoki, ale liczba rund na minute rowniez.

ElementDlaczego wazny
Rundy na minuteZwielokrotniaja ekspozycje na ryzyko
Auto-inkasoUstala wyjscie z gory
  • Szybkie tempo zwieksza liczbe stawek na godzine
  • Automatyczne inkaso unika decyzji w pospiechu

Te gry sciskaja wiele decyzji w krotkim czasie i to ich glowny wplyw na budzet. Nawet przy wysokim wskazniku zwrotu marza kasyna dziala przy kazdej rundzie. Ustal liczbe rund lub czas przed startem, a nie w trakcie partii.

Topik: ​402 Rumah Sakit KoreaAnggy umbaraArbani yasizBIFAN 2026film horor Indonesiafilm indonesia 2026found footageJang HansolMD PicturesUmbara Brothers Films

TerkaitBerita

Angkat Kisah Beda Alam dan Agama, Ini Sinopsis Film Piye To Kih?
Film dan Musik

Angkat Kisah Beda Alam dan Agama, Ini Sinopsis Film Piye To Kih?

oleh Editor : Akula
20 Oktober 2026
Oki & Nirmala Resmi Rilis Teaser
Film dan Musik

Oki & Nirmala Resmi Rilis Teaser

oleh Editor : Akula
20 Oktober 2026
Konflik dengan Ayah Warnai Kisah Muda Buya Hamka di Film Terbaru
Film dan Musik

Konflik dengan Ayah Warnai Kisah Muda Buya Hamka di Film Terbaru

oleh Editor : Akula
20 Oktober 2026
Film Begu Ganjang Hadirkan Teror Mitos Batak di Tengah Dunia Kedokteran
Film dan Musik

Film Begu Ganjang Hadirkan Teror Mitos Batak di Tengah Dunia Kedokteran

oleh Editor : Akula
20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

EVENT INTERNASIONAL: Menteri Perindustrian (Menperin) M. Samuji membuka pameran internasional ALLPack Indonesia 2026 di Hall C3, Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026). (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

Menperin Sarmuji Buka ALLPack Indonesia 2026, Diikuti Peserta Dari 42 Negara

21 Oktober 2026
AKSI SPEKTAKULER: Dua aktivis Greenpeace Indonesia saat memanjat Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026) pagi dengan cara single rope technique. (Foto: IST)

Penahanan Tanpa Dasar Hukum, Polda Bebaskan Aktivis Greenpeace

20 Oktober 2026
AKSI SELEBRASI: Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo, melakukan selebrasi dalam satu pertandingan. (Foto Ilustrasi: Shutterstock)

Erik ten Hag Sebut Ronaldo Telah Mengecewakan Tim

21 Oktober 2026
Kebaya Menari dan Anne Avantie Bawa Pesan Perdamaian ke Praha

Kebaya Menari dan Anne Avantie Bawa Pesan Perdamaian ke Praha

20 Oktober 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1075 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Liverpool, Real Madrid, dan PSG Tampil Menyala di Matchday Kedua

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dua Serial MD Entertainment Masuk iQIYI, Drama Indonesia Siap Menjangkau Penonton Global

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • 18 Kepala Daerah Terjaring OTT pada 2025–2026, Integritas Pejabat Jadi Sorotan

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya