Koranindopos.com – JAKARTA – Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara, Dr. H. Mz. Amirul Tamim, mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama, mengingat kekayaan sumber daya alam (SDA) tidak akan selamanya dapat diandalkan.
Hal tersebut disampaikan Amirul Tamim saat membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari, Senin (6/7/2026).
Dalam sambutannya, Amirul menegaskan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi SDA yang sangat besar, mulai dari nikel, aspal, hingga kekayaan wisata bahari Wakatobi. Namun, menurutnya, potensi tersebut harus diimbangi dengan pembangunan manusia agar daerah mampu terus berkembang secara berkelanjutan.
“Kekayaan alam tidak akan selamanya tersedia jika terus dieksploitasi. Karena itu, peningkatan kualitas SDM harus menjadi kekuatan utama sekaligus fondasi pembangunan masa depan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Inspektur Sekretariat Jenderal MPR RI Anies Mayangsari Muninggar, S.IP., M.E., Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara Hj. Suhaeny, S.Pd., M.Pd. yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara, para guru pendamping, serta peserta LCC Empat Pilar MPR RI.
LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara diikuti sembilan sekolah tingkat SMA dan MA, yakni SMAN Raha, SMAN 1 Mawasangka, SMAN 1 Kendari, SMAN 4 Kendari, MAN Insan Cendekia Kendari, SMAN 1 Wawotobi, SMAN 1 Pasarwajo, SMAN 1 Baubau, dan SMAN 2 Konawe Selatan.
Dalam kesempatan itu, Amirul Tamim juga menyoroti peningkatan kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tenggara pada 2025 mencapai angka 74,25 atau berada dalam kategori tinggi.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi bonus demografi yang akan menentukan keberhasilan Indonesia menuju tahun 2045.
“Peningkatan kualitas SDM ini menjadi modal penting dalam menyongsong bonus demografi. Generasi muda adalah motor penggerak, navigator, sekaligus pilar utama dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Kalian adalah para pemikir sekaligus calon pemimpin yang akan membawa Indonesia menuju masa depan,” katanya.
Amirul menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, para pelajar harus membekali diri dengan kecerdasan, kreativitas, daya saing, serta mental yang tangguh agar mampu menghadapi perubahan zaman.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga karakter yang kuat, kejujuran, kepedulian sosial, semangat persatuan, serta komitmen membangun bangsa.
Menurut Amirul, penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI menjadi salah satu sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Ajang ini tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam memahami materi Empat Pilar MPR RI, tetapi juga mendorong mereka mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“LCC Empat Pilar MPR RI bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi menjadi wahana menginternalisasi nilai-nilai Empat Pilar MPR RI sebagai fondasi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pelajari maknanya, pahami esensinya, dan jadikan nilai-nilai tersebut sebagai kompas moral dalam setiap langkah kehidupan,” tuturnya.
Prosesi pembukaan LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara ditandai dengan pemukulan gong oleh Amirul Tamim bersama para tamu undangan sebagai simbol dimulainya kompetisi.
Acara pembukaan juga berlangsung meriah dengan penampilan Tari Empat Etnis Sulawesi Tenggara yang dibawakan Sanggar Art Sulawesi Tenggara. Tarian tersebut menggambarkan harmoni dan persatuan empat etnis besar di Sulawesi Tenggara, yakni Tolaki, Muna, Moronene, dan Buton. Penampilan lima penari dengan gerakan dinamis serta iringan musik energik sukses membangkitkan semangat para peserta dan guru pendamping yang hadir dalam kegiatan tersebut.(dhil)










