Selasa, 15 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

BP MPR RI dan Pakar UGM Bahas Penguatan Sistem Pertahanan Negara Hadapi Ancaman Global

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
7 Juli 2026
in Nasional
A A
0
BP MPR RI dan Pakar UGM Bahas Penguatan Sistem Pertahanan Negara Hadapi Ancaman Global

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Badan Pengkajian (BP) MPR RI Kelompok V menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pertahanan dan Keamanan Negara” di Yogyakarta, Senin (6/7/2026). Forum ini menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hasil amandemen, khususnya terkait pengaturan sistem pertahanan dan keamanan negara agar tetap relevan menghadapi dinamika ancaman global yang terus berkembang.

FGD dipimpin Wakil Ketua BP MPR RI sekaligus Ketua Kelompok V, Dr. Benny K. Harman, S.H., bersama anggota Kelompok V BP MPR RI, yakni Drs. H. Guntur Sasono, M.Si., Zainul Munasichin, M.A., Ir. Hanan A. Rozak, M.S., H. Al Hidayat Samsu, S.Pd., M.Pd., Aji Mirni Mawarni, S.T., M.M., Denty Eka Widi Pratiwi, S.E., M.H., Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., serta Jialyka Maharani, S.I.Kom.

Diskusi juga menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka, yakni Guru Besar FISIPOL Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Dafri, M.A., Guru Besar Fakultas Filsafat sekaligus Ketua Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Ketahanan Nasional UGM Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si., serta Pelaksana Tugas Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN Dr. Muhammad Najib Azca, M.A., Ph.D.

Dalam pengantarnya, Benny K. Harman menegaskan bahwa evaluasi terhadap UUD NRI Tahun 1945 dilakukan secara terbuka dengan melibatkan kalangan akademisi, pakar, dan masyarakat guna menghasilkan rekomendasi yang komprehensif.

Artikel Terkait

SKB Tiga Menteri Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

Anak Meninggal Terlempar dari Motor di Puri Beta Ciledug Saat Ibu Hindari Pejalan Kaki

Kasus Keracunan MBG Berulang, Pakar Usul SPPG Tak Cukup Disanksi Suspend tetapi Juga Didenda

Menurutnya, setelah lebih dari dua dekade diberlakukan, konstitusi perlu terus dikaji agar mampu menjawab perubahan zaman, terutama terkait isu pertahanan dan keamanan yang kini berkembang jauh melampaui ancaman konvensional.

“Apakah rumusan pasal yang ada saat ini masih relevan dengan tantangan global yang terus berubah? Karena itu kami membutuhkan pandangan akademisi dan para ahli untuk memberikan masukan, termasuk kemungkinan penyempurnaan rumusan konstitusi,” ujar Benny.

Ia menjelaskan, perubahan geopolitik dunia, perkembangan teknologi, hingga meningkatnya ancaman nonmiliter seperti serangan siber menuntut adanya perspektif baru dalam memaknai sistem pertahanan negara sebagaimana diatur dalam konstitusi.

Benny menambahkan, FGD menjadi salah satu instrumen penting bagi MPR RI dalam menyusun rekomendasi konstitusi yang berbasis kajian akademis dan aspirasi masyarakat.

Dalam paparannya, Prof. Dafri menilai Indonesia perlu melakukan reorientasi kebijakan pertahanan dan keamanan agar mampu merespons dinamika geopolitik internasional yang semakin kompleks.

Ia menyoroti berbagai perkembangan global, mulai dari rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok, perang Rusia-Ukraina, konflik Gaza, ketegangan di Laut China Selatan, hingga meningkatnya ancaman nontradisional seperti keamanan siber, energi, pangan, dan maritim.

Menurutnya, konsep keamanan nasional tidak lagi cukup hanya berorientasi ke dalam, tetapi harus mulai mengadopsi pendekatan yang lebih terbuka terhadap dinamika kawasan dan global.

Dafri juga mengingatkan masih adanya sejumlah tantangan di sektor pertahanan Indonesia, seperti ketimpangan kekuatan antarmatra, keterbatasan sistem radar nasional, ketergantungan terhadap alutsista impor, hingga perlunya perbaikan tata kelola pengadaan pertahanan.

Ia mengusulkan pembentukan lembaga kajian strategis pertahanan yang independen sebagai dasar penyusunan kebijakan nasional berbasis riset ilmiah, sekaligus mendorong modernisasi industri pertahanan dalam negeri serta penguatan keamanan siber.

Sementara itu, Prof. Armaidy Armawi menegaskan bahwa Indonesia perlu segera melakukan transformasi sistem pertahanan menuju paradigma air and space defense.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah karakter ancaman, yang kini tidak hanya datang melalui darat, laut, dan udara, tetapi juga melalui ruang siber serta antariksa.

Armaidy menjelaskan bahwa ancaman modern terbagi dalam tiga kelompok utama, yakni ancaman fisik dan kinetik, ancaman digital serta elektromagnetik, serta ancaman astropolitik dan informasi.

Karena itu, ia mendorong modernisasi sistem logistik pertahanan, penguatan keamanan siber, pembangunan satelit nasional, serta pengembangan industri pertahanan berbasis teknologi tinggi agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.

“Kedaulatan ruang udara merupakan masa depan ketahanan nasional,” tegasnya.

Ia juga menilai transformasi tersebut harus didukung kolaborasi lintas lembaga, termasuk TNI, Kementerian Pertahanan, dan BRIN, dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, big data, serta pengembangan sumber daya manusia multidomain.

Dr. Muhammad Najib Azca menilai sistem pertahanan Indonesia perlu menyesuaikan diri dengan perubahan karakter ancaman global yang kini semakin didominasi ancaman siber, hibrida, dan lintas negara.

Menurutnya, Pasal 30 UUD NRI Tahun 1945 lahir dalam konteks perjuangan kemerdekaan sehingga masih berorientasi pada ancaman fisik dan teritorial.

Najib berpendapat penguatan pertahanan siber sebaiknya dilakukan melalui optimalisasi kelembagaan yang telah ada, khususnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sebelum mempertimbangkan pembentukan matra siber baru.

Ia juga mengingatkan agar penguatan sistem pertahanan tetap berada dalam koridor supremasi sipil sehingga tidak membuka ruang bagi perluasan peran militer di ranah sipil.

Selain itu, menurut Najib, ancaman nontradisional seperti kemiskinan, disinformasi, radikalisme, hingga disintegrasi sosial memerlukan pendekatan human security yang melibatkan berbagai sektor di luar pertahanan militer.

Ia juga mendorong penguatan kerja sama pertahanan regional melalui ASEAN untuk menghadapi ancaman siber, terorisme, keamanan maritim, dan kejahatan lintas negara.

Menutup jalannya FGD, Benny K. Harman menyampaikan apresiasi atas berbagai pandangan yang disampaikan para narasumber.

Menurutnya, seluruh masukan tersebut akan menjadi bagian dari dokumen resmi Badan Pengkajian MPR RI dan dipresentasikan dalam rapat pleno sebagai bahan penyusunan rekomendasi mengenai evaluasi pelaksanaan Pasal 30 UUD NRI Tahun 1945.

“Masukan-masukan yang disampaikan para narasumber sangat bermakna dan konstruktif. Seluruh pandangan tersebut kami rekam dan akan dimasukkan ke dalam dokumen resmi MPR RI. Adapun formulasi akhirnya tentu akan menjadi bagian dari proses politik dan pembahasan di lingkungan MPR,” ujar Benny.

Ia berharap kolaborasi antara MPR RI dan kalangan akademisi terus berlanjut sehingga proses evaluasi konstitusi dapat menghasilkan rekomendasi yang mampu menjawab tantangan pertahanan dan keamanan Indonesia di masa depan.(dhil)

Topik: MPR RIpakar ugm

TerkaitBerita

SKB Tiga Menteri Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027
Nasional

SKB Tiga Menteri Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

oleh Editor : Anggoro
15 September 2026
Anak Meninggal Terlempar dari Motor di Puri Beta Ciledug Saat Ibu Hindari Pejalan Kaki
Peristiwa

Anak Meninggal Terlempar dari Motor di Puri Beta Ciledug Saat Ibu Hindari Pejalan Kaki

oleh Editor : Affandy
15 September 2026
Kasus Keracunan MBG Berulang, Pakar Usul SPPG Tak Cukup Disanksi Suspend tetapi Juga Didenda
Nasional

Kasus Keracunan MBG Berulang, Pakar Usul SPPG Tak Cukup Disanksi Suspend tetapi Juga Didenda

oleh Editor : Affandy
15 September 2026
Anak Bosan Field Trip yang Itu-itu Saja? Happy Holy Kids Land Tawarkan Belajar Sambil Bermain
Nasional

Anak Bosan Field Trip yang Itu-itu Saja? Happy Holy Kids Land Tawarkan Belajar Sambil Bermain

oleh Editor : Akula
15 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

SKB Tiga Menteri Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

SKB Tiga Menteri Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026
Berkat Keamanan Vault Berstandar Global, Pegadaian Raih Sertifikasi ISO 9001:2015

Berkat Keamanan Vault Berstandar Global, Pegadaian Raih Sertifikasi ISO 9001:2015

15 September 2026
MMP Cibitung Blok H Warehouse Capai 100% Okupansi, Siapkan Gudang Baru di Cibinong

MMP Cibitung Blok H Warehouse Capai 100% Okupansi, Siapkan Gudang Baru di Cibinong

15 September 2026
Ahli BPOM Ungkap Soal Izin Edar Produk Richard Lee di Persidangan

Ahli BPOM Ungkap Soal Izin Edar Produk Richard Lee di Persidangan

15 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4552 shares
    Share 1821 Tweet 1138
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Keputusan Juventus Lepas Dusan Vlahovic Dipertanyakan

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Gudang Pabrik Stretchline di Tangerang Terbakar, Api Belum Padam Setelah 3 Jam

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Alvaro Arbeloa Diprediksi Jadi Pelatih Premier League Pertama Yang Dipecat

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya