Koranindopos.com, Bogor — Field trip sekolah selama ini kerap identik dengan jalan-jalan dan rekreasi bersama teman. Namun, kegiatan di luar kelas sebenarnya dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada anak.
Melihat kebutuhan tersebut, Happy Holy Kids Land menawarkan konsep field trip edukatif yang memadukan belajar dan bermain untuk anak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD).
Alih-alih hanya berkeliling menikmati suasana tempat wisata, anak diajak terlibat langsung dalam berbagai aktivitas kreatif, seni, permainan, dan aktivitas fisik.
Happy Holy Kids Land menyiapkan tujuh program yang dapat menjadi pilihan dalam kegiatan kunjungan sekolah, yakni Musical Theater, Puppet Show, Vocal Studio, Fantasy Frame, Art Class, Play Hub, serta Kuma Oasis.
Setiap program memberikan pengalaman berbeda. Anak dapat mengenal seni pertunjukan, mengembangkan kreativitas, berlatih berekspresi, bergerak aktif, hingga berinteraksi dan bekerja sama dengan teman.
Direktur Happy Holy Kids Land, Tomomimi Sutomo mengatakan, konsep tersebut dihadirkan untuk membuat kegiatan belajar di luar kelas menjadi lebih menarik dan tidak monoton.
“Kami ingin field trip menjadi pengalaman yang benar-benar berkesan bagi anak. Mereka bisa bermain, bereksplorasi, berkarya, sekaligus belajar tanpa merasa sedang berada dalam suasana belajar yang formal,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran melalui pengalaman langsung dapat membantu anak mengembangkan kreativitas, keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan kerja sama.
“Kami percaya setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk mencoba, berekspresi, dan menemukan hal-hal baru melalui kegiatan yang menyenangkan,” katanya.
Konsep tersebut dikemas melalui pendekatan edutainment, yakni menggabungkan unsur pendidikan dan hiburan. Anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga belajar melalui permainan, praktik, interaksi, dan aktivitas yang melibatkan gerak.
Pendekatan ini juga menjadi relevan di tengah semakin dekatnya anak dengan perangkat digital. Aktivitas yang mendorong anak bergerak, berinteraksi, dan berkreasi dapat memberikan pengalaman berbeda dari rutinitas mereka sehari-hari.
Bagi sekolah, konsep field trip edukatif tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan pembelajaran di luar kelas. Sementara bagi anak, kunjungan sekolah tidak hanya menjadi kesempatan untuk bersenang-senang, tetapi juga mencoba pengalaman baru bersama teman-temannya.
Mengusung tagline “Crafting Future Noble Generations”, Happy Holy Kids Land menempatkan unsur edukasi dalam berbagai tema, wahana, cerita, dan permainan yang ditawarkan.
Dengan tujuh pilihan aktivitas, Happy Holy Kids Land ingin menjadikan field trip sebagai pengalaman yang lebih aktif dan bermakna, anak belajar, bermain, berkreasi, bergerak, sekaligus membangun keberanian untuk mencoba hal-hal baru.
Pada akhirnya, field trip diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rekreasi sekolah, tetapi menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan dapat mendukung proses tumbuh kembang anak di luar lingkungan kelas. (BRG/Kul)










