Selasa, 15 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kecantikan & Fashion

Terhasut Persaingan Bisnis Kotor, Doktif Minta Maaf ke Heni Sagara usai Datangi BPOM

Editor : Akula oleh Editor : Akula
15 September 2026
in Kecantikan & Fashion
A A
0
Terhasut Persaingan Bisnis Kotor, Doktif Minta Maaf ke Heni Sagara usai Datangi BPOM

Usai menyambangi BPOM, Doktif menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Heni Sagara terkait tuduhan mafia skincare dan tegaskan pabriknya aman (Foto. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Dunia industri kecantikan Tanah Air kembali menyedot perhatian publik setelah praktisi kecantikan yang akrab disapa Dokter Detektif (Doktif) menyampaikan pernyataan mengejutkan. Tokoh yang dikenal vokal mengulas berbagai produk perawatan kulit tersebut secara terbuka melayangkan permohonan maaf kepada pengusaha kosmetik Heni Sagara (HS) serta sang suami. Langkah ini diambil usai Doktif mendatangi Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan klarifikasi langsung.

Langkah klarifikasi ke BPOM tersebut menjadi titik balik dari polemik yang sempat memanas di media sosial. Sebelumnya, tudingan keras mengarah pada pabrik milik Heni Sagara yang dituduh sebagai pemasok bahan berbahaya merkuri hingga dilabeli sebagai mafia skincare. Namun, setelah mendengarkan penjelasan resmi dari otoritas pengawas obat dan makanan, Doktif menyadari bahwa prasangka serta tuduhan yang selama ini ia lontarkan berakar dari informasi yang tidak benar.

Fenomena persaingan di industri kosmetik nasional memang terbilang sangat ketat seiring dengan melonjaknya nilai pasar kecantikan di Indonesia. Berdasarkan data persentase pertumbuhan industri manufaktur, sektor farmasi dan kosmetik terus mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. Tingginya angka permintaan pasar ini tak jarang memicu iklim kompetisi yang tidak sehat antar pelaku usaha, hingga memunculkan upaya saling menjatuhkan melalui narasi yang belum teruji kebenarannya.

Dalam keterangannya, Doktif secara jujur mengakui bahwa narasi miring yang sempat ia serukan merupakan dampak dari bisikan dan hasutan pihak tertentu yang sempat ia percayai. Ia tidak menampik bahwa kekurangtelitiannya dalam menyaring informasi telah merugikan nama baik pihak lain.

Artikel Terkait

Richard Lee Bantah Keterangan Saksi Distributor di Persidangan

Tantri hingga David John Schaap, Punya Cara Sendiri Memaknai Everyday Wear

Mangkir Panggilan Polisi Malah Plesir ke Luar Negeri, Dokter Oky Pratama Kecewa Berat pada Heni Sagara

“Di sini Doktif menyampaikan beberapa pertanyaan selama ini tentang pernyataan-pernyataan yang Doktif lontarkan yang menyudutkan nama Pabrik HS. Dokter mendengarkan juga bahwa sebenarnya yang disebut sebagai mafia skincare itu sebenarnya bukan arahnya ke Pabrik HS. Jadi di sini Dokter juga ingin mengucapkan kata maaf terhadap HS dan suaminya, mungkin yang pernah tersinggung. Karena mungkin Dokter terhasut atau terperdaya dengan ucapan beberapa orang yang Dokter sempat percaya,” ujar Doktif di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).

Sebagai bentuk iktikad baik dan rasa tanggung jawab moril, Doktif merencanakan agenda pertemuan tatap muka secara langsung dengan Heni Sagara. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk meluruskan persepsi publik yang sempat terpengaruh oleh isu keamanan fasilitas produksi milik Heni Sagara.

“Doktif juga ingin menyampaikan permintaan maaf, dan sepertinya Doktif juga harus membuat janji bertemu—jika beliau berkenan—dengan HS untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Dan menyampaikan bahwa pabrik beliau ya aman-aman saja sebenarnya,” lanjutnya.

Kasus tuduhan terhadap fasilitas manufaktur kosmetik sejatinya memiliki standar pembuktian yang ketat. BPOM menerapkan standar Good Manufacturing Practice (GMP) atau Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) untuk menjamin setiap fasilitas pabrik bebas dari bahan dilarang seperti merkuri dan hidrokuinon. Hasil konfirmasi langsung dari lembaga berwenang tersebut membuktikan bahwa operasional pabrik milik Heni Sagara berjalan sesuai regulasi dan aman.

Doktif membeberkan rasa penyesalannya yang mendalam atas kekhilafan yang telah terjadi. Ia merasa prihatin karena niat awalnya yang murni untuk mengedukasi konsumen justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang bermain dalam persaingan bisnis tidak sehat.

“Dokter menyesal dan merasa begitu mudahnya menerima cerita dari orang-orang yang Dokter pikir amanah. Ada beberapa orang yang memang menggunakan Doktif, memanfaatkan Doktif untuk ikut di persaingan bisnis yang kotor, sementara Doktif tidak mengerti sama sekali soal itu. Ini jadi pembelajaran luar biasa untuk tidak mudah percaya ke orang,” tegas Doktif.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi para kreator konten, edukator, maupun masyarakat luas dalam mencerna arus informasi di era digital. Verifikasi data langsung kepada otoritas resmi seperti BPOM merupakan langkah krusial sebelum melemparkan tuduhan publik, guna menjaga iklim industri kecantikan Indonesia tetap sehat, transparan, dan edukatif. (RIS/Hend)

 

 

Topik: Berita ViralBPOMDoktifEdukasi SkincareHeni SagaraIndustri KecantikanMafia SkincarePersaingan Bisnis

TerkaitBerita

Saksi Tak Hadir, Sidang Kasus Dokter Richard Lee Ditunda Pekan Depan
Kecantikan & Fashion

Richard Lee Bantah Keterangan Saksi Distributor di Persidangan

oleh Editor : Akula
4 September 2026
Tantri hingga David John Schaap, Punya Cara Sendiri Memaknai Everyday Wear
Kecantikan & Fashion

Tantri hingga David John Schaap, Punya Cara Sendiri Memaknai Everyday Wear

oleh Editor : Doe
21 Agustus 2026
Mangkir Panggilan Polisi Malah Plesir ke Luar Negeri, Dokter Oky Pratama Kecewa Berat pada Heni Sagara
Kecantikan & Fashion

Mangkir Panggilan Polisi Malah Plesir ke Luar Negeri, Dokter Oky Pratama Kecewa Berat pada Heni Sagara

oleh Editor : Akula
20 Agustus 2026
INDUSTRI KECANTIKAN: Indo Beauty Expo 2026 digelar di Hall B1 Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat pada 5–7 Agustus 2026. (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)
Kecantikan & Fashion

Indo Beauty Expo 2026 Dorong Kreativitas Industri Kecantikan

oleh Editor : Memoarto
6 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Garda Oto dan Perjalanan 70 Tahun Asuransi Astra: Dari Perlindungan hingga Teman di Tengah Jalan

Garda Oto dan Perjalanan 70 Tahun Asuransi Astra: Dari Perlindungan hingga Teman di Tengah Jalan

15 September 2026
SETENGAH DEKADE: Penyanyi cantik Raisa tampil di perayakan ulang tahun ke-5 Studio TUI bertajuk “Setengah Dekade” di Bengkel Kafe, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (13/9/2026). (Foto: Dok./Studio TUI)

Studio TUI Rayakan 5 Tahun Perjalanan Kreatif lewat Ajang “Setengah Dekade”

15 September 2026
SOROTAN PUBLIK: Pembawa berita di Uganda, Edward Rukidi Kijanangoma, ditunjuk sebagai calon raja Kerajaan Tooro setelah raja sebelumnya, Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV, meninggal pada Agustus lalu. (Foto: Dok./facebook.com/humble.felixmayatsa)

Pembawa Berita Uganda Mendadak Ditunjuk Jadi Raja

15 September 2026
PERTAHANAN KUAT: Kiper Arsenal David Raya (kanan) melakukan penyelamatan di depan pemain Sunderland Nordi Mukiele dalam pertandingan Premier League kontra Sunderland pada Minggu (13/9/2026). (Foto: (c) AP Photo/Ian Hodgson)

David Raya Benteng Pertahanan Arsenal Yang Sulit Ditembus

15 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4542 shares
    Share 1817 Tweet 1136
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    877 shares
    Share 351 Tweet 219
  • Keputusan Juventus Lepas Dusan Vlahovic Dipertanyakan

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Alvaro Arbeloa Diprediksi Jadi Pelatih Premier League Pertama Yang Dipecat

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Gudang Pabrik Stretchline di Tangerang Terbakar, Api Belum Padam Setelah 3 Jam

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya