Koranindopos.com, JAKARTA-Seorang pembawa berita di Uganda, Edward Rukidi Kijanangoma, tiba-tiba ditunjuk sebagai calon raja Kerajaan Tooro setelah raja sebelumnya, Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV, meninggal dunia pada Agustus lalu.
Komite seleksi Kerajaan Tooro mengumumkan Kijanangoma sebagai calon penerus takhta setelah melalui proses pencarian. Kijanangoma merupakan sepupu mendiang Raja Oyo. Selama ini, ia bekerja sebagai pembawa berita sekaligus editor di lembaga penyiaran negara Uganda Broadcasting Corporation.
Kijanangoma diperkirakan akan dinobatkan sebagai raja pada pekan ini. Ia akan menggantikan Raja Oyo yang dijadwalkan dimakamkan pada Sabtu (19/9/2926). Upacara pemakaman tersebut diperkirakan dihadiri puluhan ribu pelayat di sebuah kota terpencil dekat perbatasan Uganda dan Kongo.
Raja Oyo meninggal dalam keadaan belum menikah. Namun, Presiden Uganda Yoweri Museveni mengatakan Oyo meninggalkan seorang pewaris muda yang lahir di luar nikah. Komite Kerajaan Tooro tetap memilih Kijanangoma sebagai penerus takhta.
Keputusan tersebut bertujuan menjaga kesinambungan kerajaan sekaligus menarik dukungan kaum tradisionalis. Pilihan Kijanangoma juga dinilai dapat meredam penolakan terhadap kemungkinan anak kecil kembali menduduki takhta.
Namun, keputusan itu langsung menuai penolakan dari keluarga dekat Raja Oyo. Ruth Komuntale, saudara perempuan Oyo, mengaku kecewa dengan keputusan komite tersebut. “Kami sangat kecewa,” kata Komuntale kepada stasiun televisi lokal NBS.
Menurut Komuntale, keputusan itu berpotensi menimbulkan perpecahan di lingkungan kerajaan. Ia juga mengatakan surat wasiat Oyo dengan jelas menyebut bahwa mendiang raja meninggalkan seorang ahli waris untuk takhtanya. “Sejujurnya, bagi saya ini sangat dramatis, mencoba menimbulkan perpecahan dan kekacauan,” ujarnya. Penunjukan Kijanangoma pun berpotensi memicu kontroversi dan gugatan hukum jika para pendukung Raja Oyo merasa hak pewarisnya diabaikan. (cnni/mmr)










