Koranindopos.com, JAKARTA – Bagi sebagian perempuan Muslim, hijab bukan lagi sekadar bagian dari cara berpakaian. Ia telah menjadi bagian dari keseharian, identitas, sekaligus cara mengekspresikan diri.
Dari ruang kerja, perjalanan, aktivitas olahraga ringan hingga menghadiri berbagai kegiatan sosial, hijab dituntut untuk mampu mengikuti ritme kehidupan yang semakin dinamis.
Perubahan tersebut turut mendorong perkembangan modest fashion di Indonesia. Pilihan busana perempuan Muslim kini semakin beragam. Persoalannya bukan hanya bagaimana pakaian terlihat menarik, tetapi juga bagaimana pakaian dapat memberikan rasa nyaman dan mendukung aktivitas sepanjang hari.

Dengan desain instan berbentuk segitiga dan bahan AIRism yang ringan serta cepat kering, hijab ini dirancang untuk menemani keseharian dengan lebih praktis.
Foto by : UNIQLO
Di tengah perubahan itu, kebutuhan terhadap hijab pun ikut berkembang. Perempuan tidak hanya mencari warna dan model yang sesuai dengan gaya personal, tetapi juga mempertimbangkan bahan, sirkulasi udara, kemudahan penataan hingga kemampuan hijab untuk dikenakan dalam berbagai kesempatan.
Kondisi inilah yang membuat kenyamanan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih hijab.
UNIQLO melihat kebutuhan tersebut sebagai bagian dari perkembangan LifeWear yang dekat dengan keseharian. Hadir sebagai respons terhadap kebutuhan dan masukan pelanggan akan hijab yang nyaman dan fungsional untuk berbagai aktivitas, koleksi Hijab UNIQLO terdiri atas tiga pilihan dengan karakter material yang berbeda, yakni Hijab AIRism Proteksi Sinar UV, Hijab Satin, dan Hijab Georgette.

Dengan material satin yang ringan dan halus, pashmina ini menghadirkan sentuhan elegan yang praktis untuk berbagai gaya dan kesempatan. Foto by : UNIQLO
Ketiga pilihan tersebut memberikan karakter berbeda sesuai kebutuhan dan kesempatan pemakaian. Tiga Pilihan, Tiga Karakter Kebutuhan yang beragam itu pula yang menjadi konteks hadirnya koleksi Hijab UNIQLO.
Hijab AIRism Proteksi Sinar UV dirancang untuk kenyamanan praktis sehari-hari. Produk ini menggunakan material AIRism, memiliki kemampuan menyerap keringat dan cepat kering, memberikan sensasi Cool to the Touch, serta dilengkapi perlindungan UV UPF50+. Bentuknya berupa hijab instan segitiga.
Sementara Hijab Georgette memiliki karakter ringan dengan jatuh bahan yang menjadi salah satu cirinya. Hijab Satin dirancang ringan dan mudah dibentuk untuk memberikan tampilan yang lebih elegan. Pilihan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan hijab dapat berbeda berdasarkan aktivitas dan suasana.

Tampil effortless dengan pashmina georgette yang ringan dan flowy. Mudah diatur untuk berbagai gaya, dari kasual hingga formal, dengan 11 pilihan warna. (Foto by : UNIQLO)
Namun, di balik material dan desain, ada cerita yang lebih sederhana: bagaimana hijab menemani perempuan menjalani hari dari berangkat Pagi hingga Pulang
Bagi perempuan yang memiliki mobilitas tinggi, kenyamanan hijab sering kali baru terasa penting ketika aktivitas sudah berlangsung berjam-jam.
Pagi hari dimulai dengan perjalanan menuju kantor. Setelah itu ada rapat, bertemu klien, makan siang, berpindah tempat, hingga perjalanan pulang. Dalam rutinitas seperti ini, hijab yang terasa nyaman dapat menjadi bagian kecil yang membuat aktivitas terasa lebih ringan.
Cerita serupa juga dialami oleh Jihan, 32 tahun, seorang pekerja kantoran di Jakarta yang mengaku lebih mempertimbangkan kenyamanan dibanding sekadar mengikuti tren ketika memilih hijab.
“Kalau untuk sehari-hari saya paling mencari hijab yang gampang dipakai dan tidak membuat saya sibuk membetulkannya terus. Apalagi kalau dari pagi sampai sore banyak aktivitas. Buat saya, nyaman itu justru membuat kita bisa lebih fokus menjalani kegiatan,” ujarnya.
Menurut Jihan, pilihan hijab saat ini semakin beragam. Namun, semakin banyak pilihan justru membuatnya lebih selektif.
“Dulu saya lebih melihat warna dan model. Sekarang bahan menjadi pertimbangan utama. Kalau nyaman, saya bisa memakainya lebih lama tanpa merasa terganggu,” katanya.
Ketika Hijab Menjadi Ekspresi Personal
Perkembangan modest fashion juga menunjukkan bahwa perempuan Muslim tidak harus memilih antara kenyamanan dan gaya.
Hijab dapat menjadi bagian dari penampilan yang personal. Warna, bahan, cara mengenakan dan bagaimana hijab dipadukan dengan pakaian menjadi ruang untuk menunjukkan karakter masing-masing.
Alya, 27 tahun, misalnya, mengaku memilih hijab berdasarkan aktivitas yang akan dijalaninya.
“Kalau pergi kerja atau aktivitas sehari-hari, saya lebih suka yang simpel dan nyaman. Tapi kalau ada acara tertentu, saya bisa memilih bahan yang memberikan tampilan lebih rapi. Jadi satu jenis hijab belum tentu cocok untuk semua aktivitas,” tuturnya.
Baginya, modest fashion justru memberikan keleluasaan untuk bereksperimen.
“Saya merasa sekarang perempuan Muslim punya banyak pilihan. Kita bisa tetap berpakaian sesuai keyakinan, tetapi tetap punya ruang untuk menunjukkan gaya pribadi,” ujarnya.
Pandangan tersebut menggambarkan perubahan cara perempuan memandang busana. Hijab tidak lagi ditempatkan semata sebagai elemen yang harus memenuhi fungsi tertentu, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup.
LifeWear dan Kebutuhan Sehari-hari
Koleksi Hijab UNIQLO hadir dalam konteks tersebut. Konsep LifeWear yang mengedepankan pakaian untuk kehidupan sehari-hari diterjemahkan melalui pilihan hijab dengan karakter bahan berbeda.
Hijab AIRism Proteksi Sinar UV, Hijab Satin, dan Hijab Georgette memberikan alternatif bagi pelanggan untuk memilih sesuai kebutuhan aktivitas dan gaya masing-masing.
Pada akhirnya, pilihan hijab bukan hanya soal satu produk atau satu tren. Lebih jauh, ia menggambarkan kebutuhan perempuan masa kini yang ingin menjalani berbagai peran dengan pakaian yang terasa sesuai dengan dirinya.
Bekerja, bepergian, berkumpul bersama keluarga, menghadiri acara, atau sekadar menjalani rutinitas harian membutuhkan pakaian yang dapat mengikuti gerak kehidupan.
Dan bagi banyak perempuan Muslim, kenyamanan menjadi titik awal dari semuanya.
Sebab ketika hijab terasa nyaman, perhatian tidak lagi tersita untuk pakaian. Ada ruang yang lebih besar untuk bekerja, bergerak, berkarya, dan menjadi diri sendiri.
Pada titik itulah modest fashion menemukan maknanya yang lebih luas: bukan sekadar bagaimana seseorang terlihat, melainkan bagaimana pakaian membantu seseorang menjalani kehidupannya dengan percaya diri.(doe)










