Kamis, 16 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Ketua RT Ungkap Terduga Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pernah Lakukan Aksi Serupa di Lingkungannya

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
in Megapolitan
A A
0
Ketua RT Ungkap Terduga Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pernah Lakukan Aksi Serupa di Lingkungannya

Foto: dok. kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Terduga pelaku ancaman bom terhadap SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, berinisial MY (34), disebut pernah melakukan aksi teror serupa di lingkungan tempat tinggalnya beberapa tahun lalu. Informasi tersebut disampaikan Ketua RT setempat, Anton Sianipar, yang mengaku mengenal pelaku sebagai warga di wilayahnya.

Menurut Anton, insiden teror bom sebelumnya menyasar salah satu rumah warga. Peristiwa itu sempat mendapat perhatian aparat kepolisian, termasuk dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan.

“Kalau teror bom itu berapa tahun yang lalu di salah satu rumah warga saya sempat ada teror bom juga,” kata Anton saat ditemui di sekitar kediamannya, Rabu (15/7/2026).

Anton menjelaskan, saat itu polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyisiran di lokasi yang menjadi sasaran ancaman. Namun, proses penanganan perkara tidak berlanjut hingga tahap pemeriksaan lebih mendalam.

Artikel Terkait

Pembongkaran JPO Tendean Rampung, Jalan Kapten Tendean Arah Blok M Kembali Dibuka

PERPUHA Dukung Pemindahan Penerbangan Umrah ke Terminal 2 Soekarno-Hatta

Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Ditangkap, Polisi Dalami Motif Pelaku

“Enggak sempat melakukan BAP atau apa, udah enggak,” ujarnya.

Tak hanya warga lain, Anton mengaku dirinya juga pernah menjadi sasaran teror yang diduga dilakukan oleh MY. Akibat aksi tersebut, ia sempat menjadi bahan pembicaraan di lingkungan tempat tinggalnya karena beredar tuduhan-tuduhan yang tidak benar.

“Saya sempat diteror. Kalau dirunut ternyata teror itu kan sempat ke saya, ke warga saya. Nama saya sempat jelek di lingkungan karena diteror yang aneh-aneh, kesannya saya melecehkan wanita, ibu-ibu. Padahal enggak,” tuturnya.

Anton mengaku tuduhan tersebut sempat memengaruhi citranya di mata warga sebelum akhirnya situasi kembali kondusif.

MY ditangkap polisi setelah diduga mengirim pesan berisi ancaman adanya 11 bom di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15 pada Senin (13/7/2026), bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Ancaman tersebut membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan sementara. Aparat kepolisian segera melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh area sekolah guna memastikan keamanan.

Polsek Jagakarsa menjadi pihak pertama yang melakukan pemeriksaan di lokasi. Untuk memastikan tidak ada bahan peledak, kepolisian kemudian melibatkan personel Densus 88 Antiteror, Tim Gegana, serta unit K-9 atau anjing pelacak.

Proses penyisiran berlangsung sekitar empat jam. Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan bom maupun benda mencurigakan di lingkungan sekolah sehingga aktivitas dapat dipastikan aman.

Setelah memastikan ancaman tersebut merupakan laporan palsu, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan menelusuri nomor telepon yang digunakan untuk mengirim pesan ancaman kepada dua orang guru SDN Srengseng Sawah 15.

Dari hasil pelacakan itu, penyidik berhasil mengidentifikasi dan menangkap MY. Saat ini, polisi masih mendalami motif pelaku mengirimkan ancaman yang sempat memicu kepanikan di lingkungan sekolah tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap bentuk ancaman bom, meskipun tidak terbukti, tetap merupakan tindak pidana serius karena dapat mengganggu keamanan publik, menghentikan aktivitas masyarakat, serta memaksa aparat mengerahkan sumber daya dalam jumlah besar untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan.(dhil/kmps)

Topik: peneror bomsdn srengseng sawah

TerkaitBerita

Pembongkaran JPO Tendean Rampung, Jalan Kapten Tendean Arah Blok M Kembali Dibuka
Megapolitan

Pembongkaran JPO Tendean Rampung, Jalan Kapten Tendean Arah Blok M Kembali Dibuka

oleh Editor : Affandy
15 Juli 2026
Umrah
Megapolitan

PERPUHA Dukung Pemindahan Penerbangan Umrah ke Terminal 2 Soekarno-Hatta

oleh Editor : Hana
14 Juli 2026
Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Ditangkap, Polisi Dalami Motif Pelaku
Megapolitan

Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Ditangkap, Polisi Dalami Motif Pelaku

oleh Editor : Affandy
14 Juli 2026
Motor Yamaha R15 Terbakar di Pasar Minggu Usai Hindari Mobil yang Rem Mendadak
Megapolitan

Motor Yamaha R15 Terbakar di Pasar Minggu Usai Hindari Mobil yang Rem Mendadak

oleh Editor : Affandy
13 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital

Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital

16 Juli 2026
MPR RI Ajak Pelajar Gen Z Jadi Garda Terdepan Melawan Hoaks di Era Digital

MPR RI Ajak Pelajar Gen Z Jadi Garda Terdepan Melawan Hoaks di Era Digital

16 Juli 2026
Bamsoet Dorong Penguatan Implementasi Perlindungan Hak Pendidikan Penyandang Disabilitas

Bamsoet Dorong Penguatan Implementasi Perlindungan Hak Pendidikan Penyandang Disabilitas

16 Juli 2026
Buy the Dip atau DCA? Ini Cara Bijak Menghadapi Koreksi Harga Bitcoin Menurut FLOQ

Buy the Dip atau DCA? Ini Cara Bijak Menghadapi Koreksi Harga Bitcoin Menurut FLOQ

16 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3889 shares
    Share 1556 Tweet 972
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    540 shares
    Share 216 Tweet 135
  • Samsung Siapkan Dua Galaxy Z Series Terbaru, Z Flip 8 dan Z Fold 8 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Tawarkan Performa Responsif dan Desain Premium

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • AFA Perketat Aturan Kontrak, Lionel Messi Beruntung Tak Terdampak

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya