Koranindopos.com, JAKARTA – Timnas Argentina sedang memburu gelar juara Piala Dunia kedua secara beruntun setelah memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026. La Albiceleste akan menghadapi Inggris dalam laga krusial yang digelar di Atlanta.
Di tengah perjuangan mempertahankan gelar, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) justru menjadi sorotan. Badan sepak bola tersebut baru saja menerapkan aturan baru terkait syarat pemanggilan pemain ke tim nasional.
Kebijakan itu bertujuan melindungi klub-klub Argentina dari kehilangan talenta muda yang hijrah ke luar negeri sebelum menandatangani kontrak profesional. Namun, aturan tersebut memunculkan ironi karena berpotensi mengubah sejarah sepak bola Argentina.
Jika diberlakukan beberapa dekade lalu, Lionel Messi dipastikan tidak akan pernah mengenakan seragam Timnas Argentina. Hal serupa juga berlaku bagi sejumlah pemain yang meniti karier di Eropa sejak usia muda. AFA mengumumkan kebijakan baru pada Februari lalu. Aturan tersebut melarang pemain dipanggil ke Timnas Argentina apabila mereka pindah ke luar negeri tanpa lebih dahulu menandatangani kontrak profesional dengan klub di Argentina.
Kebijakan itu lahir untuk melindungi klub pembina. Selama ini, klub yang mengembangkan pemain hanya memperoleh biaya pengembangan ketika sang pemain pindah ke luar negeri melalui mekanisme patria potestad, bukan nilai transfer penuh.
Di Argentina, pemain baru bisa menandatangani kontrak profesional pada usia 16 tahun. Karena itu, sejumlah talenta memilih pindah ke luar negeri sebelum mencapai usia tersebut dan klub asal kehilangan potensi keuntungan dari transfer.
Melalui aturan baru ini, AFA berharap lebih banyak pemain muda memulai karier profesional di kompetisi domestik sebelum melanjutkan kiprah ke Eropa. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat ekosistem sepak bola Argentina.
Lionel Messi menjadi contoh paling nyata dari dampak aturan tersebut. Kapten Argentina bergabung dengan akademi La Masia milik Barcelona pada usia 13 tahun setelah menimba ilmu di Newell’s Old Boys tanpa pernah menandatangani kontrak profesional di Argentina.
Apabila aturan itu sudah berlaku saat Messi masih belia, peraih delapan Ballon d’Or tersebut tidak akan memenuhi syarat untuk membela Timnas Argentina. Padahal, ia kini menjadi pencetak 21 gol di Piala Dunia dan memegang rekor penampilan terbanyak di turnamen tersebut.
Dampak serupa juga akan dirasakan Emiliano Martinez. Kiper utama Argentina itu meninggalkan akademi Independiente untuk bergabung dengan Arsenal pada 2010 sebelum meneken kontrak profesional di negaranya.
Selain itu, Giuliano Simeone juga akan terkena aturan yang sama. Putra pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, hijrah dari akademi River Plate ke Atletico Madrid pada 2019 tanpa lebih dahulu menjadi pemain profesional di Argentina. (bnt/mmr)










