Kamis, 16 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Buy the Dip atau DCA? Ini Cara Bijak Menghadapi Koreksi Harga Bitcoin Menurut FLOQ

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
in Ekonomi
A A
0
Buy the Dip atau DCA? Ini Cara Bijak Menghadapi Koreksi Harga Bitcoin Menurut FLOQ

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Saat harga Bitcoin mengalami penurunan, dua istilah yang paling sering muncul di kalangan investor adalah “buy the dip” dan “dollar-cost averaging (DCA)”. Meski sama-sama populer sebagai strategi investasi, keduanya memliki karakteristik, risiko, dan tujuan yang berbeda.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengingatkan bahwa keputusan membeli aset kripto sebaiknya tidak didasarkan pada rasa takut ketinggalan (fear of missing out/FOMO), melainkan pada pemahaman terhadap risiko, kondisi keuangan, dan tujuan investasi.

“Ketika pasar terkoreksi, banyak orang merasa harus segera mengambil keputusan. Padahal, keputusan yang sehat dimulai dari pemahaman terhadap risiko, kondisi keuangan pribadi, dan tujuan yang jelas, bukan dari rasa takut ketinggalan,” ujar Yudhono.

Saat harga Bitcoin melemah, banyak investor berharap bisa membeli di titik paling rendah. Namun, menurut FLOQ, tidak ada pihak yang mampu memastikan kapan harga benar-benar telah mencapai dasar.

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,633 Juta

BCA Hadirkan Promo Belanja Perhiasan, Diskon hingga 35 Persen, Cashback Rp3,5 Juta, dan Hadiah Langsung

Brand Lencir Klarifikasi Isu Produk Detox, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Keamanan Konsumen

Harga yang terlihat murah hari ini masih berpotensi turun lebih dalam pada hari berikutnya. Sebaliknya, terlalu lama menunggu harga yang dianggap sempurna juga bisa membuat investor kehilangan kesempatan untuk mulai berinvestasi sesuai rencana.

Per 13 Juli 2026, harga Bitcoin berada di kisaran US$62.328. Sebagai perbandingan historis, Bitcoin pernah menyentuh level sekitar US$68.999,99 pada November 2021.

Meski berada di kisaran harga yang relatif berdekatan, FLOQ menegaskan bahwa kondisi pasar saat ini sangat berbeda dengan situasi pada 2021. Faktor ekonomi global, regulasi, partisipasi investor institusi, hingga kondisi likuiditas telah mengalami perubahan yang signifikan.

Sebagai aset yang diperdagangkan selama 24 jam setiap hari, harga Bitcoin dapat berubah dengan cepat mengikuti berbagai sentimen pasar.

Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga Bitcoin antara lain:

  • Perubahan suku bunga dan kondisi likuiditas global.
  • Situasi geopolitik serta perubahan minat terhadap aset berisiko.
  • Aktivitas investor besar dan aliran dana institusional.
  • Perkembangan regulasi aset digital.
  • Likuidasi posisi perdagangan dengan leverage.
  • Pergerakan pasar saham dan aset berisiko lainnya.
  • Sentimen yang berkembang di media massa maupun media sosial.

FLOQ menekankan bahwa penurunan harga tidak selalu menunjukkan adanya masalah pada jaringan Bitcoin. Sebaliknya, kenaikan harga juga bukan berarti risiko investasi telah hilang.

Buy the dip merupakan strategi membeli aset setelah harganya mengalami penurunan dengan harapan memperoleh harga yang lebih menarik dibandingkan sebelumnya.

Namun, tantangan terbesar dari strategi ini adalah menentukan kapan koreksi dianggap cukup dalam. Investor bisa saja membeli setelah harga turun 10 persen, tetapi harga masih berpotensi turun lebih jauh.

Karena itu, risiko utama bukan hanya salah memilih aset, tetapi juga salah menentukan waktu pembelian dan mengalokasikan modal terlalu besar dalam satu transaksi.

Berbeda dengan buy the dip, Dollar-Cost Averaging (DCA) merupakan strategi membeli aset secara berkala menggunakan nominal tetap tanpa terlalu memperhatikan fluktuasi harga.

Sebagai contoh, seorang investor mengalokasikan dana Rp500.000 setiap bulan selama enam bulan. Dengan cara ini, harga rata-rata pembelian akan terbentuk dari beberapa transaksi pada periode yang berbeda.

Pendekatan ini dinilai dapat mengurangi tekanan untuk menebak waktu terbaik membeli aset. Meski demikian, FLOQ mengingatkan bahwa DCA bukan strategi tanpa risiko. Jika harga aset terus mengalami penurunan dalam jangka panjang, nilai investasi tetap dapat mengalami kerugian.

FLOQ menegaskan bahwa tidak ada satu strategi investasi yang otomatis menjadi pilihan terbaik bagi seluruh investor.

Pemilihan antara buy the dip maupun DCA sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi, kondisi keuangan, toleransi terhadap risiko, jangka waktu investasi, serta tingkat pemahaman terhadap aset yang akan dibeli.

Daripada berusaha menebak arah pasar, investor justru disarankan memahami alasan mengapa ingin memiliki Bitcoin, berapa lama siap menahannya, dan seberapa besar risiko penurunan yang sanggup diterima.

Sebelum memutuskan menggunakan strategi buy the dip maupun DCA, FLOQ menyarankan investor memastikan beberapa hal berikut:

  • Dana darurat telah tersedia.
  • Dana investasi bukan untuk kebutuhan jangka pendek.
  • Utang berbunga tinggi telah dipertimbangkan.
  • Tujuan investasi dan jangka waktunya sudah jelas.
  • Nominal investasi telah ditentukan sejak awal.
  • Memahami volatilitas Bitcoin.
  • Tidak menggunakan leverage tanpa memahami risikonya.
  • Tidak mengambil keputusan hanya karena influencer, FOMO, atau tekanan sosial.
  • Selalu mengecek harga dan informasi pasar terbaru.
  • Siap menghadapi kemungkinan penurunan harga lebih lanjut.

FLOQ menilai koreksi harga dapat menjadi peluang bagi sebagian investor, tetapi juga bisa menimbulkan kerugian apabila keputusan diambil tanpa perencanaan yang matang.

Strategi buy the dip maupun DCA sama-sama memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Karena itu, investor disarankan selalu mengedepankan analisis, manajemen risiko, serta disiplin dalam menjalankan rencana investasi.

Sebagai platform perdagangan aset digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), FLOQ juga terus mendorong peningkatan literasi masyarakat melalui FLOQ Academy, yang menyediakan materi edukasi mengenai investasi dan manajemen risiko aset kripto secara gratis.

Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga. Informasi ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan maupun rekomendasi untuk membeli atau menjual aset kripto. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor sesuai profil risiko dan kemampuan finansialnya.(dhil)

Topik: FLOQharga bitcoin

TerkaitBerita

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,633 Juta
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,633 Juta

oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
BCA Hadirkan Promo Belanja Perhiasan, Diskon hingga 35 Persen, Cashback Rp3,5 Juta, dan Hadiah Langsung
Bisnis

BCA Hadirkan Promo Belanja Perhiasan, Diskon hingga 35 Persen, Cashback Rp3,5 Juta, dan Hadiah Langsung

oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
Brand Lencir
Bisnis

Brand Lencir Klarifikasi Isu Produk Detox, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Keamanan Konsumen

oleh Editor : Hana
15 Juli 2026
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, IRGC Ancam Rute Ekspor Energi Lainnya
Ekonomi

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, IRGC Ancam Rute Ekspor Energi Lainnya

oleh Editor : Affandy
15 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,633 Juta

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,633 Juta

16 Juli 2026
Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital

Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital

16 Juli 2026
MPR RI Ajak Pelajar Gen Z Jadi Garda Terdepan Melawan Hoaks di Era Digital

MPR RI Ajak Pelajar Gen Z Jadi Garda Terdepan Melawan Hoaks di Era Digital

16 Juli 2026
Bamsoet Dorong Penguatan Implementasi Perlindungan Hak Pendidikan Penyandang Disabilitas

Bamsoet Dorong Penguatan Implementasi Perlindungan Hak Pendidikan Penyandang Disabilitas

16 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3890 shares
    Share 1556 Tweet 973
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    540 shares
    Share 216 Tweet 135
  • Samsung Siapkan Dua Galaxy Z Series Terbaru, Z Flip 8 dan Z Fold 8 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • PERPUHA Dukung Pemindahan Penerbangan Umrah ke Terminal 2 Soekarno-Hatta

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Tawarkan Performa Responsif dan Desain Premium

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya