Kamis, 16 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Edukasi Mitigasi Bencana Harus Diperkuat untuk Bangun Kesiapsiagaan Masyarakat

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
16 Juli 2026
in Nasional
A A
0
Edukasi Mitigasi Bencana

Sejumlah siswa melindungi kepalanya dengan ransel saat mengikuti simulasi mitigasi bencana gempa di SDN Kedaung Wetan 2, Kota Tangerang, Banten

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya membangun kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi mitigasi bencana yang menyeluruh sebagai bagian dari upaya menghadapi tingginya ancaman bencana di Indonesia.

Menurut Lestari, langkah antisipatif tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur maupun teknologi, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai cara menghadapi risiko bencana.

“Langkah antisipatif terhadap ancaman bencana di tanah air harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari penguatan infrastruktur, optimalisasi teknologi, hingga kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Lestari saat membuka diskusi daring bertajuk Peningkatan Aktivitas Seismik di Pasifik: Implikasi dan Langkah Antisipatif bagi Indonesia yang diselenggarakan Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (15/7).

Diskusi yang dimoderatori Tantri Moerdopo tersebut menghadirkan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dr. Wijayanto, Peneliti Senior Bidang Tsunami Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Widjo Kongko, serta Analis Kebencanaan Ahli Madya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Maryanto sebagai narasumber.

Artikel Terkait

Kapolri Perkuat Sinergi dengan Pecalang dan Ojek Online untuk Jaga Keamanan

Ketegangan Selat Hormuz Jadi Alarm Percepat Kemandirian Energi Nasional

Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Investasi Energi Rp340 Triliun Mulai Digarap

Lestari yang akrab disapa Rerie mengatakan, aktivitas kegempaan di kawasan Cincin Api Pasifik sepanjang 2026 menunjukkan dinamika yang tinggi dengan terjadinya sejumlah gempa bermagnitudo besar yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

Karena itu, pemerintah didorong memperkuat infrastruktur mitigasi sekaligus meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman bencana.

Dalam diskusi tersebut, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 tercatat 43.439 kejadian gempa di Indonesia.

Menurutnya, gempa bumi merupakan bencana yang tidak dapat diprediksi sehingga kesiapsiagaan menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko korban.

Ia menjelaskan bahwa sumber gempa di Indonesia berasal dari aktivitas subduksi lempeng (megathrust) dan sesar aktif. Indonesia sendiri memiliki 14 segmen megathrust yang berpotensi memicu gempa berkekuatan lebih dari magnitudo 8,5.

Selain guncangan utama, gempa juga dapat memicu longsor, likuefaksi, tsunami, hingga runtuhan batu yang memperbesar dampak bencana.

Karena itu, BMKG mendorong pemanfaatan peta rawan bencana, penguatan sistem informasi kebencanaan, serta penyebarluasan edukasi mitigasi yang mudah dipahami masyarakat.

Peneliti Senior Bidang Tsunami BRIN, Widjo Kongko, menyebut sekitar 60 persen tsunami dipicu gempa tektonik, sedangkan 22 persen lainnya berasal dari aktivitas vulkanik.

Selama periode 1700 hingga 2022 tercatat 13 tsunami besar di kawasan Samudra Pasifik yang memberikan dampak hingga wilayah Indonesia.

Menurut Widjo, Indonesia telah memiliki sistem peringatan dini tsunami InaTEWS sejak 2008 yang mampu memberikan peringatan kurang dari tiga menit setelah gempa terjadi.

Meski demikian, tantangan besar masih dihadapi karena sekitar 60 persen kota di Indonesia berada di kawasan pesisir yang rawan tsunami. Selain permukiman, berbagai infrastruktur strategis seperti kawasan industri, pembangkit listrik, dan destinasi wisata juga berada di wilayah pantai.

Ia menilai penguatan sistem peringatan dini harus dibarengi dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana agar respons saat keadaan darurat menjadi lebih efektif.

Sementara itu, Analis Kebencanaan BNPB Maryanto mengungkapkan sepanjang 2026 telah terjadi 1.189 bencana di Indonesia yang didominasi bencana hidrometeorologi. Namun, menurutnya, bencana geologis seperti gempa bumi umumnya menimbulkan dampak yang jauh lebih besar.

Maryanto menilai kesiapan logistik menjadi faktor penting dalam penanganan bencana karena gempa sering kali merusak akses jalan dan infrastruktur distribusi bantuan.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas instansi di lapangan. Hambatan birokrasi dan ego sektoral, menurutnya, masih menjadi tantangan dalam penanganan bencana sehingga kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat harus terus diperkuat.

Direktur Yayasan Skala Indonesia, Tri Nirmala Ningrum, menambahkan bahwa Indonesia sebenarnya telah memiliki sistem pemantauan bencana dan pengetahuan yang memadai. Namun, kesiapan sosial masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah.

“Input teknologi dan pengetahuan tidak diimbangi dengan kesiapan secara sosial dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Senada dengan itu, wartawan senior Saur Hutabarat menilai Indonesia perlu mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih berani, termasuk relokasi masyarakat dari kawasan yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa dan tsunami.

Menurutnya, apabila masyarakat tetap memilih tinggal di wilayah rawan bencana, maka pembangunan rumah tahan gempa serta peningkatan kesadaran terhadap risiko harus menjadi prioritas agar dampak bencana dapat diminimalkan. (hai)

Topik: Edukasi Mitigasi Bencana

TerkaitBerita

Kapolri
Nasional

Kapolri Perkuat Sinergi dengan Pecalang dan Ojek Online untuk Jaga Keamanan

oleh Editor : Hairul
16 Juli 2026
Kemandirian Energi Nasional
Nasional

Ketegangan Selat Hormuz Jadi Alarm Percepat Kemandirian Energi Nasional

oleh Editor : Hairul
16 Juli 2026
Groundbreaking LNG
Nasional

Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Investasi Energi Rp340 Triliun Mulai Digarap

oleh Editor : Hairul
16 Juli 2026
FGD Badan Pengkajian MPR RI Bahas Amandemen UUD 1945, Keadilan Ekonomi hingga Tata Kelola Dana Umat
Nasional

FGD Badan Pengkajian MPR RI Bahas Amandemen UUD 1945, Keadilan Ekonomi hingga Tata Kelola Dana Umat

oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Kapolri

Kapolri Perkuat Sinergi dengan Pecalang dan Ojek Online untuk Jaga Keamanan

16 Juli 2026
Bamsoet

Presiden Sudah Tahu Abnormalitas Pada Tata Kelola Program Prioritas

16 Juli 2026
Kemandirian Energi Nasional

Ketegangan Selat Hormuz Jadi Alarm Percepat Kemandirian Energi Nasional

16 Juli 2026
Groundbreaking LNG

Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Investasi Energi Rp340 Triliun Mulai Digarap

16 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3897 shares
    Share 1559 Tweet 974
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    542 shares
    Share 217 Tweet 136
  • Samsung Siapkan Dua Galaxy Z Series Terbaru, Z Flip 8 dan Z Fold 8 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • PERPUHA Dukung Pemindahan Penerbangan Umrah ke Terminal 2 Soekarno-Hatta

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Tawarkan Performa Responsif dan Desain Premium

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya