Kamis, 16 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Ketegangan Selat Hormuz Jadi Alarm Percepat Kemandirian Energi Nasional

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
16 Juli 2026
in Nasional
A A
0
Kemandirian Energi Nasional

Ilustrasi - Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung. Kementerian ESDM

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com , JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno mengingatkan pemerintah agar tidak lengah terhadap meningkatnya kembali ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi peringatan bahwa disrupsi energi global masih berlangsung dan berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian Indonesia.

Eddy Soeparno
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno

Eddy menilai memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan stabilitas pasokan energi dunia masih berada dalam kondisi yang rentan.

“Perkembangan terbaru di Selat Hormuz menunjukkan bahwa stabilitas pasokan energi global masih sangat rentan. Kita tidak boleh lengah bahwa krisis telah usai. Disrupsi energi global masih berlangsung dan berpotensi kembali memburuk sewaktu-waktu,” ujar Eddy dalam keterangannya.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh terlena hanya karena sempat terjadi gencatan senjata atau fase deeskalasi konflik. Situasi geopolitik internasional, kata dia, sangat dinamis sehingga potensi gangguan terhadap rantai pasok energi dan perdagangan global masih terbuka lebar.

Artikel Terkait

Kapolri Perkuat Sinergi dengan Pecalang dan Ojek Online untuk Jaga Keamanan

Edukasi Mitigasi Bencana Harus Diperkuat untuk Bangun Kesiapsiagaan Masyarakat

Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Investasi Energi Rp340 Triliun Mulai Digarap

“Fakta bahwa konflik dapat kembali memanas dalam waktu singkat menjadi bukti bahwa situasi geopolitik global sangat dinamis. Kita tidak boleh lengah hanya karena ada fase deeskalasi. Realitasnya, risiko konflik tetap tinggi dan berdampak pada ekonomi global serta pada akhirnya berpotensi menjadi tekanan bagi APBN kita,” katanya.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Eddy mendorong pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional melalui langkah yang lebih komprehensif. Menurutnya, ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan kecukupan pasokan, tetapi juga kemampuan Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap energi impor dan mengantisipasi dampak gejolak global.

Wakil Ketua Umum PAN itu menilai percepatan transisi energi harus menjadi bagian penting dalam strategi nasional menuju kemandirian energi.

“Indonesia harus mempercepat langkah menuju kemandirian energi. Kita memiliki potensi besar dari sumber daya dalam negeri yang harus dioptimalkan, seperti panas bumi, gas alam, dan bioenergi,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi XII DPR RI, Eddy menegaskan bahwa ketahanan energi kini memiliki tingkat urgensi yang sama pentingnya dengan ketahanan nasional. Menurutnya, konflik berkepanjangan di kawasan Selat Hormuz semakin memperlihatkan pentingnya memperkuat pemanfaatan sumber energi domestik.

“Dalam banyak kesempatan saya tegaskan bahwa ketahanan energi hari ini sama urgensinya dengan ketahanan nasional. Krisis berkepanjangan di Selat Hormuz menegaskan bahwa upaya mempercepat kemandirian energi dari sumber-sumber dalam negeri tak bisa ditunda lagi,” tegas doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia tersebut.

Eddy juga menilai situasi global saat ini harus menjadi momentum untuk mempercepat reformasi sektor energi nasional. Ia menekankan bahwa agenda ketahanan energi dan transisi menuju energi bersih harus berjalan secara bersamaan agar Indonesia memiliki sistem energi yang tangguh menghadapi berbagai risiko global.

“Ketahanan energi dan transisi energi harus berjalan beriringan. Kita perlu membangun sistem energi yang berkelanjutan sekaligus tahan menghadapi gejolak geopolitik global,” katanya.

Ia berharap pemerintah terus mempercepat berbagai kebijakan strategis yang mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan, optimalisasi sumber daya energi domestik, serta penguatan infrastruktur energi nasional.

“Krisis global sudah seharusnya menjadi alarm bagi kita untuk berbenah dan mempercepat langkah strategis mewujudkan kemandirian energi,” pungkas Eddy. (hai)

TerkaitBerita

Kapolri
Nasional

Kapolri Perkuat Sinergi dengan Pecalang dan Ojek Online untuk Jaga Keamanan

oleh Editor : Hairul
16 Juli 2026
Edukasi Mitigasi Bencana
Nasional

Edukasi Mitigasi Bencana Harus Diperkuat untuk Bangun Kesiapsiagaan Masyarakat

oleh Editor : Hairul
16 Juli 2026
Groundbreaking LNG
Nasional

Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Investasi Energi Rp340 Triliun Mulai Digarap

oleh Editor : Hairul
16 Juli 2026
FGD Badan Pengkajian MPR RI Bahas Amandemen UUD 1945, Keadilan Ekonomi hingga Tata Kelola Dana Umat
Nasional

FGD Badan Pengkajian MPR RI Bahas Amandemen UUD 1945, Keadilan Ekonomi hingga Tata Kelola Dana Umat

oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Kapolri

Kapolri Perkuat Sinergi dengan Pecalang dan Ojek Online untuk Jaga Keamanan

16 Juli 2026
Bamsoet

Presiden Sudah Tahu Abnormalitas Pada Tata Kelola Program Prioritas

16 Juli 2026
Edukasi Mitigasi Bencana

Edukasi Mitigasi Bencana Harus Diperkuat untuk Bangun Kesiapsiagaan Masyarakat

16 Juli 2026
Groundbreaking LNG

Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Investasi Energi Rp340 Triliun Mulai Digarap

16 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3895 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    542 shares
    Share 217 Tweet 136
  • Samsung Siapkan Dua Galaxy Z Series Terbaru, Z Flip 8 dan Z Fold 8 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • PERPUHA Dukung Pemindahan Penerbangan Umrah ke Terminal 2 Soekarno-Hatta

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Tawarkan Performa Responsif dan Desain Premium

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya