Rabu, 21 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

IHDC Soroti Empat Faktor Kesehatan yang Berpotensi Memengaruhi Perkembangan Kognitif Anak Indonesia

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
23 Juli 2026
in Kesehatan
A A
0
IHDC Soroti Empat Faktor Kesehatan yang Berpotensi Memengaruhi Perkembangan Kognitif Anak Indonesia

Foto Istimewa: Direktur Eksekutif IHDC - Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – Perkembangan anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kondisi kesehatan yang mendukung proses belajar dan tumbuh kembangnya. Indonesia Health Development Center (IHDC) mengingatkan terdapat sejumlah faktor kesehatan yang selama ini kerap luput dari perhatian, padahal berpotensi memengaruhi perkembangan kapasitas kognitif anak dalam jangka panjang.

Temuan tersebut disampaikan melalui Seri Kajian Strategis IHDC Nomor 4 yang mengangkat pentingnya menjaga perkembangan fungsi kognitif anak sejak usia sekolah. Dalam kajian tersebut, IHDC memperkenalkan istilah “Silent Cognitive Burden”, yaitu kondisi ketika berbagai masalah kesehatan yang tampak sederhana dapat memberikan dampak bertahap terhadap kemampuan belajar, berpikir, dan berkembang apabila tidak ditangani secara optimal.

Kajian yang dipimpin Direktur Eksekutif IHDC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, dilakukan melalui telaah berbagai penelitian internasional yang kemudian divalidasi bersama para pakar dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari kedokteran komunitas, kesehatan masyarakat, pediatri, neurologi, oftalmologi, nutrisi, psikologi, pendidikan, hingga kebijakan publik.

Hasil kajian tersebut mengidentifikasi empat faktor kesehatan yang memiliki keterkaitan kuat dengan perkembangan kognitif anak usia sekolah, yakni gangguan refraksi atau gangguan penglihatan yang belum terkoreksi, defisiensi zat besi, kekurangan protein, serta gangguan perilaku.

Artikel Terkait

Antisipasi Lonjakan ISPA, Menkes Wajibkan Seluruh Puskesmas Terdampak Karhutla Sediakan Rumah Oksigen

Studi IHDC: Hampir 7 dari 10 Siswa di Empat SDN Jakarta Mengalami Kesulitan Kognitif Harian

Kasus ISPA Tembus 306 Ribu di Wilayah Karhutla: Kelompok Rentan dan Balita Paling Terdampak

Berdasarkan estimasi IHDC, jutaan anak Indonesia diperkirakan masih menghadapi tantangan pada aspek-aspek tersebut. Gangguan penglihatan yang belum terkoreksi diperkirakan dialami oleh lebih dari delapan juta anak, sementara defisiensi zat besi diperkirakan memengaruhi lebih dari tujuh juta balita. Di sisi lain, data Kementerian Kesehatan juga menunjukkan bahwa gangguan perilaku cemas dialami oleh ratusan ribu anak usia sekolah.

Ketua Dewan Pembina IHDC sekaligus Menteri Kesehatan Republik Indonesia periode 2014–2019, Prof. Nila F. Moeloek, menjelaskan bahwa berbagai kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam belajar, berkonsentrasi, mengingat informasi, hingga mengembangkan kreativitas.

“Selama ini kita sering memandang gangguan penglihatan, anemia, atau masalah perilaku sebagai persoalan kesehatan individual. Padahal, jika dialami oleh jutaan anak Indonesia, dampaknya dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Yang dipertaruhkan bukan hanya prestasi belajar, tetapi juga kemampuan berpikir, berinovasi, dan membangun masa depan,” ujarnya.

Dalam kajian ini, IHDC juga memperkenalkan konsep Cognitive and Future Imaginative Capacity, yaitu kemampuan neurokognitif yang memungkinkan anak belajar secara efektif, berpikir kritis, memecahkan masalah, berkreasi, serta memiliki orientasi terhadap masa depan.

Menurut Dr. Ray Wagiu Basrowi, pembangunan anak perlu semakin menitikberatkan pada upaya mendukung perkembangan otak sejak dini, bukan hanya berfokus pada pencegahan penyakit.

“Perkembangan kapasitas kognitif merupakan hasil interaksi berbagai faktor, mulai dari kondisi biologis, fungsi sensorik, kemampuan neurokognitif, perilaku, hingga lingkungan sosial. Karena itu, kapasitas ini perlu mulai diperhatikan dan diukur sejak usia anak agar mereka dapat mengembangkan potensi serta membangun gambaran masa depannya,” jelasnya.

Dari berbagai faktor yang dikaji, IHDC menilai gangguan refraksi yang belum terkoreksi menjadi salah satu area yang memiliki peluang intervensi paling besar. Selain prevalensinya cukup tinggi, kondisi ini juga dapat ditangani melalui langkah yang relatif sederhana, seperti skrining kesehatan mata dan penggunaan kacamata yang sesuai.

Selain itu, IHDC juga mendorong penguatan program pencegahan anemia defisiensi besi, peningkatan kualitas gizi anak usia sekolah, serta deteksi dini terhadap gangguan perilaku sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Prof. Nila Moeloek menambahkan bahwa cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir, berkreasi, dan berinovasi.

“Investasi terhadap perkembangan otak anak merupakan investasi bagi masa depan bangsa. Dengan memberikan perhatian sejak dini terhadap kesehatan dan perkembangan mereka, kita sedang mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan di masa depan,” tuturnya.

Melalui kajian tersebut, IHDC berharap isu perkembangan kapasitas kognitif anak semakin menjadi perhatian bersama. Kolaborasi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan pembangunan manusia dinilai penting agar setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi terbaiknya.(dhil)

Gry o natychmiastowej wygranej tworza osobna kategorie, miedzy automatem a prostym zakladem. Crash, minki i kosci gra sie w kilka sekund, czesto z jedna decyzja na runde. Ich urok tkwi w tempie i natychmiastowej czytelnosci wyniku.

Format gier o natychmiastowym wyniku

W grze crash mnoznik rosnie az do nieprzewidywalnego zatrzymania, a gracz musi zainkasowac wczesniej; w minkach kazde otwarte pole zwieksza potencjalna wygrana i ryzyko. Ciekawi tego formatu moga bissonn.pl i zobaczyc, ktorzy operatorzy je oferuja. Ogloszony wskaznik zwrotu bywa tu wysoki, ale liczba rund na minute rowniez.

ElementDlaczego wazny
Rundy na minuteZwielokrotniaja ekspozycje na ryzyko
Auto-inkasoUstala wyjscie z gory
  • Szybkie tempo zwieksza liczbe stawek na godzine
  • Automatyczne inkaso unika decyzji w pospiechu

Te gry sciskaja wiele decyzji w krotkim czasie i to ich glowny wplyw na budzet. Nawet przy wysokim wskazniku zwrotu marza kasyna dziala przy kazdej rundzie. Ustal liczbe rund lub czas przed startem, a nie w trakcie partii.

Topik: ihtcKesehatan

TerkaitBerita

Antisipasi Lonjakan ISPA, Menkes Wajibkan Seluruh Puskesmas Terdampak Karhutla Sediakan Rumah Oksigen
Kesehatan

Antisipasi Lonjakan ISPA, Menkes Wajibkan Seluruh Puskesmas Terdampak Karhutla Sediakan Rumah Oksigen

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026
Studi IHDC: Hampir 7 dari 10 Siswa di Empat SDN Jakarta Mengalami Kesulitan Kognitif Harian
Kesehatan

Studi IHDC: Hampir 7 dari 10 Siswa di Empat SDN Jakarta Mengalami Kesulitan Kognitif Harian

oleh Editor : Affandy
19 Oktober 2026
Kasus ISPA Tembus 306 Ribu di Wilayah Karhutla: Kelompok Rentan dan Balita Paling Terdampak
Kesehatan

Kasus ISPA Tembus 306 Ribu di Wilayah Karhutla: Kelompok Rentan dan Balita Paling Terdampak

oleh Editor : Affandy
19 Oktober 2026
BMKG: Asap Karhutla Bergerak Menjauh dari Jabodetabek, Pemantauan Lintas Negara Masih Terus Dilakukan
Kesehatan

BMKG: Asap Karhutla Bergerak Menjauh dari Jabodetabek, Pemantauan Lintas Negara Masih Terus Dilakukan

oleh Editor : Affandy
18 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

EVENT INTERNASIONAL: Menteri Perindustrian (Menperin) M. Samuji membuka pameran internasional ALLPack Indonesia 2026 di Hall C3, Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026). (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

Menperin Sarmuji Buka ALLPack Indonesia 2026, Diikuti Peserta Dari 42 Negara

21 Oktober 2026
AKSI SPEKTAKULER: Dua aktivis Greenpeace Indonesia saat memanjat Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026) pagi dengan cara single rope technique. (Foto: IST)

Penahanan Tanpa Dasar Hukum, Polda Bebaskan Aktivis Greenpeace

20 Oktober 2026
AKSI SELEBRASI: Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo, melakukan selebrasi dalam satu pertandingan. (Foto Ilustrasi: Shutterstock)

Erik ten Hag Sebut Ronaldo Telah Mengecewakan Tim

21 Oktober 2026
Kebaya Menari dan Anne Avantie Bawa Pesan Perdamaian ke Praha

Kebaya Menari dan Anne Avantie Bawa Pesan Perdamaian ke Praha

20 Oktober 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1075 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Liverpool, Real Madrid, dan PSG Tampil Menyala di Matchday Kedua

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dua Serial MD Entertainment Masuk iQIYI, Drama Indonesia Siap Menjangkau Penonton Global

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • 18 Kepala Daerah Terjaring OTT pada 2025–2026, Integritas Pejabat Jadi Sorotan

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya