Koranindopos.com – JAKARTA – Pimpinan Badan Penganggaran Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ajbar, menghadiri Sidang Majelis Sinode Am (SMSA) XXI Gereja Toraja Mamasa (GTM) yang berlangsung di Klasis Balla Sattoko, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Jumat (24/7/2026). Kehadiran Ajbar menjadi wujud dukungan MPR RI terhadap peran strategis lembaga keagamaan dalam memperkuat persatuan bangsa, membangun karakter masyarakat, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sidang Majelis Sinode Am XXI GTM diikuti oleh para pendeta, majelis gereja, utusan jemaat, dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah pelayanan Gereja Toraja Mamasa. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelayanan gereja, merumuskan arah kebijakan organisasi, sekaligus memperkuat kontribusi gereja dalam menjawab tantangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam kesempatan yang sama, Ajbar juga menggelar Sarasehan Kebangsaan MPR RI sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan melalui implementasi Empat Pilar MPR RI.
Empat Pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.
Ajbar menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan memiliki keterkaitan erat dengan semangat kebangsaan. Menurutnya, keduanya merupakan fondasi penting dalam membangun Indonesia yang harmonis, damai, dan berkeadaban.
“Gereja memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter masyarakat. Nilai kasih, persaudaraan, toleransi, dan gotong royong yang diajarkan gereja sejalan dengan semangat kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga keagamaan dan MPR RI perlu terus diperkuat demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” ujar Ajbar.
Ia juga mengajak seluruh peserta Sidang Majelis Sinode Am XXI GTM untuk terus menjadi agen pemersatu di tengah masyarakat dengan mengedepankan dialog, toleransi, serta semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Menurut Ajbar, organisasi keagamaan memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat. Melalui pendekatan moral dan spiritual, gereja dinilai mampu memperkuat karakter bangsa sekaligus menjaga harmoni di tengah keberagaman Indonesia.
Sarasehan Kebangsaan yang digelar berlangsung secara interaktif. Para peserta aktif berdialog mengenai implementasi nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan gereja maupun di tengah masyarakat. Antusiasme peserta mencerminkan komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan.
Diskusi yang berkembang juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga negara dan organisasi keagamaan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, mulai dari menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan antarumat, hingga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional.
Melalui kegiatan tersebut, MPR RI berharap kerja sama dengan organisasi keagamaan, termasuk Gereja Toraja Mamasa, dapat terus diperkuat sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun masyarakat Indonesia yang religius, toleran, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh.
Sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan diyakini menjadi modal penting dalam menjaga persatuan nasional sekaligus mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.(dhil)









