Koranindopos.com – Jakarta – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Senin (3/8/2026). Berdasarkan pembaruan harga resmi Logam Mulia, emas Antam 24 karat naik Rp7.000 per gram, sehingga kini diperdagangkan di level Rp2.610.000 per gram.
Kenaikan tersebut menjadi kabar positif bagi investor emas setelah harga logam mulia sempat bergerak melemah dalam beberapa hari terakhir. Meski mengalami penguatan harian, tren harga emas Antam dalam sepekan terakhir masih berada pada kisaran Rp2.610.000 hingga Rp2.623.000 per gram, sedangkan dalam sebulan terakhir bergerak di rentang Rp2.601.000 hingga Rp2.670.000 per gram.
Selain harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam juga mengalami kenaikan. Nilainya bertambah Rp11.000 menjadi Rp2.379.000 per gram. Harga buyback merupakan acuan yang digunakan ketika masyarakat ingin menjual kembali emas batangan kepada Antam.
Perlu diketahui, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi saat proses penjualan kembali dilakukan.
Berikut rincian harga emas Antam berdasarkan ukuran:
- 0,5 gram: Rp1.355.000
- 1 gram: Rp2.610.000
- 2 gram: Rp5.160.000
- 3 gram: Rp7.715.000
- 5 gram: Rp12.825.000
- 10 gram: Rp25.595.000
- 25 gram: Rp63.862.000
- 50 gram: Rp127.645.000
- 100 gram: Rp255.212.000
- 250 gram: Rp637.765.000
- 500 gram: Rp1.275.320.000
- 1.000 gram (1 kg): Rp2.550.600.000
Emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati karena dikenal mampu menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi global. Fluktuasi harga emas dipengaruhi berbagai faktor, seperti pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kebijakan suku bunga bank sentral, hingga kondisi geopolitik internasional.
Bagi investor jangka panjang, pergerakan harga harian umumnya tidak menjadi satu-satunya acuan dalam mengambil keputusan investasi. Sebaliknya, konsistensi dalam membeli emas secara bertahap atau dollar cost averaging sering dipilih untuk mengurangi dampak fluktuasi harga.
Dengan kenaikan harga pada awal pekan ini, pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam beberapa waktu ke depan.(Dhil/dtk)










