Rabu, 21 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

IDI: Burn Out Tak Bisa Jadi Alasan Membenarkan Dugaan Penghinaan terhadap Pasien BPJS

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
7 Agustus 2026
in Kesehatan
A A
0
IDI: Burn Out Tak Bisa Jadi Alasan Membenarkan Dugaan Penghinaan terhadap Pasien BPJS

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Kasus dugaan penghinaan terhadap pasien BPJS Kesehatan oleh sejumlah tenaga kesehatan yang ramai diperbincangkan di media sosial memunculkan diskusi mengenai dampak burn out atau kelelahan kerja pada profesi medis. Meski burn out diakui dapat memengaruhi kondisi psikologis tenaga kesehatan, hal tersebut dinilai tidak dapat dijadikan pembenaran atas perilaku yang melanggar etika profesi.

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bidang Riset dan Keilmuan Kedokteran, Dicky Budiman, menegaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara burn out sebagai faktor yang memengaruhi perilaku seseorang dengan menjadikannya sebagai alasan moral untuk membenarkan tindakan yang tidak etis.

“Apakah burn out membolehkan tenaga kesehatan tidak beradab? Tentu tidak. Secara prinsip etika profesi ada perbedaan mendasar antara burn out sebagai faktor risiko dan implikasinya,” ujar Dicky, Kamis (6/8/2026).

Dicky, yang juga merupakan peneliti di bidang **global health security**, menjelaskan bahwa berbagai penelitian memang menunjukkan burn out dapat menurunkan tingkat empati klinis seorang tenaga kesehatan.

Artikel Terkait

Antisipasi Lonjakan ISPA, Menkes Wajibkan Seluruh Puskesmas Terdampak Karhutla Sediakan Rumah Oksigen

Studi IHDC: Hampir 7 dari 10 Siswa di Empat SDN Jakarta Mengalami Kesulitan Kognitif Harian

Kasus ISPA Tembus 306 Ribu di Wilayah Karhutla: Kelompok Rentan dan Balita Paling Terdampak

Menurutnya, berkurangnya empati merupakan salah satu dimensi utama dari sindrom burn out yang telah banyak dibuktikan dalam literatur ilmiah.

“Secara ilmiah sah, karena burn out memang terbukti dalam literatur menurunkan empati klinis. Salah satu dimensi inti sindrom burn out adalah timbulnya penurunan empati klinis,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa temuan ilmiah tersebut hanya menjelaskan faktor yang dapat memengaruhi perilaku seseorang, bukan menjadi pembenaran atas tindakan yang melanggar kode etik profesi.

Dicky menilai profesi tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab etik yang tinggi karena berhubungan langsung dengan pasien yang berada dalam kondisi rentan dan bergantung pada pelayanan medis.

Karena itu, tekanan kerja yang tinggi justru menjadi alasan untuk memperbaiki sistem, bukan melonggarkan standar perilaku profesional.

“Burn out tidak bisa dijadikan pembenaran atau alasan moral. Secara implikasi etik tentu tidak sah, karena profesi kesehatan bersifat fiduciary. Pasien berada dalam posisi rentan dan bergantung pada tenaga kesehatan, sehingga standar perilaku etik justru harus lebih tinggi, bukan lebih longgar saat tekanan meningkat,” tegasnya.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti seorang pilot yang tetap memikul tanggung jawab penuh terhadap keselamatan penumpang meski sedang mengalami kelelahan.

“Ketika seorang pilot kelelahan, dia tetap bertanggung jawab penuh atas keselamatan penerbangan. Kelelahannya harus menjadi alasan memperbaiki sistem jam kerja, bukan alasan untuk memaafkan kesalahan fatal,” ujarnya.

Menurut Dicky, prinsip yang sama berlaku bagi tenaga kesehatan.

“Burn out pada tenaga medis menjelaskan mengapa itu terjadi, tetapi bukan membuatnya boleh terjadi,” tambahnya.

Dalam pandangannya, kasus dugaan penghinaan terhadap pasien BPJS menjadi lebih serius karena dilakukan di ruang publik melalui media sosial. Selain jejak digital yang mudah ditelusuri, peristiwa tersebut juga melibatkan pasien yang disebut berada dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Dicky menilai kondisi itu menunjukkan pentingnya peningkatan profesionalisme tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial atau **digital professionalism**.

“Ini bukan lagi sekadar kurang sabar sesaat, tetapi menunjukkan adanya defisit digital professionalism yang perlu menjadi perhatian serius,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Dicky mendorong organisasi profesi, institusi pendidikan, serta fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat pembinaan mengenai etika komunikasi, khususnya di ruang digital.

Ia mengusulkan agar materi mengenai **digital professionalism** dan etika bermedia sosial menjadi bagian wajib dalam kurikulum pendidikan dokter, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), perawat, hingga bidan.

Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada teori kode etik profesi, tetapi juga perlu disertai simulasi kasus nyata yang dapat membantu tenaga kesehatan memahami batas-batas etika dalam berkomunikasi di media sosial.

Dengan demikian, tenaga kesehatan diharapkan mampu menjaga profesionalisme, empati, serta kepercayaan masyarakat, baik saat memberikan pelayanan langsung kepada pasien maupun ketika menyampaikan pendapat di ruang publik digital.(Dhil)

Gry o natychmiastowej wygranej tworza osobna kategorie, miedzy automatem a prostym zakladem. Crash, minki i kosci gra sie w kilka sekund, czesto z jedna decyzja na runde. Ich urok tkwi w tempie i natychmiastowej czytelnosci wyniku.

Format gier o natychmiastowym wyniku

W grze crash mnoznik rosnie az do nieprzewidywalnego zatrzymania, a gracz musi zainkasowac wczesniej; w minkach kazde otwarte pole zwieksza potencjalna wygrana i ryzyko. Ciekawi tego formatu moga bissonn.pl i zobaczyc, ktorzy operatorzy je oferuja. Ogloszony wskaznik zwrotu bywa tu wysoki, ale liczba rund na minute rowniez.

ElementDlaczego wazny
Rundy na minuteZwielokrotniaja ekspozycje na ryzyko
Auto-inkasoUstala wyjscie z gory
  • Szybkie tempo zwieksza liczbe stawek na godzine
  • Automatyczne inkaso unika decyzji w pospiechu

Te gry sciskaja wiele decyzji w krotkim czasie i to ich glowny wplyw na budzet. Nawet przy wysokim wskazniku zwrotu marza kasyna dziala przy kazdej rundzie. Ustal liczbe rund lub czas przed startem, a nie w trakcie partii.

Topik: Kesehatanpasien bpjs

TerkaitBerita

Antisipasi Lonjakan ISPA, Menkes Wajibkan Seluruh Puskesmas Terdampak Karhutla Sediakan Rumah Oksigen
Kesehatan

Antisipasi Lonjakan ISPA, Menkes Wajibkan Seluruh Puskesmas Terdampak Karhutla Sediakan Rumah Oksigen

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026
Studi IHDC: Hampir 7 dari 10 Siswa di Empat SDN Jakarta Mengalami Kesulitan Kognitif Harian
Kesehatan

Studi IHDC: Hampir 7 dari 10 Siswa di Empat SDN Jakarta Mengalami Kesulitan Kognitif Harian

oleh Editor : Affandy
19 Oktober 2026
Kasus ISPA Tembus 306 Ribu di Wilayah Karhutla: Kelompok Rentan dan Balita Paling Terdampak
Kesehatan

Kasus ISPA Tembus 306 Ribu di Wilayah Karhutla: Kelompok Rentan dan Balita Paling Terdampak

oleh Editor : Affandy
19 Oktober 2026
BMKG: Asap Karhutla Bergerak Menjauh dari Jabodetabek, Pemantauan Lintas Negara Masih Terus Dilakukan
Kesehatan

BMKG: Asap Karhutla Bergerak Menjauh dari Jabodetabek, Pemantauan Lintas Negara Masih Terus Dilakukan

oleh Editor : Affandy
18 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

EVENT INTERNASIONAL: Menteri Perindustrian (Menperin) M. Samuji membuka pameran internasional ALLPack Indonesia 2026 di Hall C3, Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026). (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

Menperin Sarmuji Buka ALLPack Indonesia 2026, Diikuti Peserta Dari 42 Negara

21 Oktober 2026
AKSI SPEKTAKULER: Dua aktivis Greenpeace Indonesia saat memanjat Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Selasa (20/10/2026) pagi dengan cara single rope technique. (Foto: IST)

Penahanan Tanpa Dasar Hukum, Polda Bebaskan Aktivis Greenpeace

20 Oktober 2026
AKSI SELEBRASI: Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo, melakukan selebrasi dalam satu pertandingan. (Foto Ilustrasi: Shutterstock)

Erik ten Hag Sebut Ronaldo Telah Mengecewakan Tim

21 Oktober 2026
Kebaya Menari dan Anne Avantie Bawa Pesan Perdamaian ke Praha

Kebaya Menari dan Anne Avantie Bawa Pesan Perdamaian ke Praha

20 Oktober 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1075 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Liverpool, Real Madrid, dan PSG Tampil Menyala di Matchday Kedua

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Dua Serial MD Entertainment Masuk iQIYI, Drama Indonesia Siap Menjangkau Penonton Global

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • 18 Kepala Daerah Terjaring OTT pada 2025–2026, Integritas Pejabat Jadi Sorotan

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya