Koranindopos.com – JAKARTA – Pameran teknologi penanggulangan bencana dan peralatan penyelamatan Exhibition for Disaster Relief and Rescue (EDRR) Indonesia 2026 resmi memasuki hari terakhir penyelenggaraan di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Digelar sejak 12 Agustus 2026, EDRR Indonesia 2026 menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan instansi pemerintah, sektor pertahanan dan pertolongan darurat, lembaga riset, hingga puluhan perusahaan penyedia teknologi keselamatan dan mitigasi bencana dari dalam maupun luar negeri.
Pameran ini menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai inovasi terbaru yang dapat mendukung kesiapsiagaan sekaligus mempercepat respons ketika bencana terjadi.

Dukungan pemerintah menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan EDRR Indonesia 2026. Sejumlah lembaga negara turut ambil bagian, mulai dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, hingga TNI Angkatan Udara.
Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Keterlibatan lembaga pemerintah dan riset turut diperkuat oleh kehadiran BMKG, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, BPBD Provinsi DKI Jakarta, BRIN, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), serta lembaga kemanusiaan MER-C Indonesia.
Berbagai instansi tersebut memamerkan langkah, teknologi, serta inovasi yang dikembangkan untuk menghadapi kondisi darurat dan penanggulangan bencana.
Project Director Seven Event, Vista Limbong, mengatakan salah satu daya tarik utama EDRR Indonesia 2026 adalah ragam teknologi yang dipamerkan.
Menurutnya, pengunjung dapat melihat langsung sejumlah inovasi, termasuk robot penyelamat berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem pemetaan bencana tiga dimensi (3D), kendaraan medis darurat, peralatan perlindungan diri, hingga perangkat evakuasi.
“EDRR Indonesia 2026 menjadi ajang unjuk teknologi unggulan dalam bidang keselamatan dan mitigasi bencana. Mulai dari robot penyelamat berbasis kecerdasan buatan, sistem pemetaan bencana 3D, kecanggihan kendaraan medis darurat, hingga peralatan proteksi diri dan evakuasi terkini dipamerkan secara langsung,” ujar Vista.
Ia berharap teknologi yang ditampilkan tidak hanya menjadi inovasi di ruang pameran, tetapi dapat memberikan solusi nyata untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan bencana di Indonesia.
Teknologi kendaraan operasional dan pertolongan darurat juga menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian di EDRR Indonesia 2026.
Pengunjung dapat melihat berbagai kendaraan khusus yang dihadirkan sejumlah produsen dan perusahaan karoseri, antara lain PT Ambulance Pintar Indonesia, Delima Mandiri, Mitsubishi FUSO, Wuling, Farizon, serta PT Pundarika Atma Semesta.
Kehadiran kendaraan tersebut memperlihatkan pentingnya dukungan armada khusus dalam berbagai operasi darurat, termasuk evakuasi korban, pelayanan medis, hingga penanganan kebakaran.
Perkembangan teknologi digital dan robotika turut menjadi bagian penting dalam pameran. Sejumlah perusahaan teknologi menampilkan solusi yang memanfaatkan AI, sistem komunikasi, robotika, serta teknologi pemetaan untuk mendukung proses mitigasi dan respons bencana.
Beberapa perusahaan yang berpartisipasi antara lain Deep Robotics, Unitree, Genisom AI, Roboticplus.AI, Kinexus Intelligent Technology, Aetosky Pte. Ltd., Lamilab Inc., Midu Technology, Hytera Communications, Victel, PT Dahua Vision Technology Indonesia, dan Shanghai Runtoo Infortech.
Teknologi tersebut diarahkan untuk membantu petugas mendapatkan informasi kondisi lapangan secara lebih cepat, sekaligus meningkatkan akurasi pemetaan risiko dan pengambilan keputusan ketika terjadi bencana.
Selain teknologi digital, EDRR Indonesia 2026 juga menghadirkan berbagai perangkat yang digunakan langsung dalam operasi penyelamatan dan perlindungan kebakaran.
Beragam peralatan medis, evakuasi, keselamatan, dan pemadam kebakaran ditampilkan oleh sejumlah perusahaan, termasuk Nanjing Zhengze Technology, Safety Plus Industrial, Timecore Intelligent Equipment, Shanghai Chentong International Trading, Ningbo HOS Fire Fighting Equipment, Shanghai Waterfun Outdoor Supplies, hingga Fluidtec Safety Technology.
Perusahaan lain seperti Shanghai Health Ark Global Medical Technology, Shaanxi Yinhe Fire Technology and Equipment, Taixing Fire-Fighting Equipment, Shanghai Zanray Industrial, serta Flowcom Mechanical Technology turut memperkaya pilihan teknologi yang tersedia bagi kebutuhan penyelamatan di lapangan.
EDRR Indonesia 2026 juga mempertemukan pelaku industri pendukung yang bergerak di bidang energi, material khusus, pencahayaan, kelistrikan, instrumen, hingga teknologi industri.
Sejumlah perusahaan yang berpartisipasi di antaranya New Focus Lighting & Power Technology, Volts, Aerospace National Equipment Corporation, Gotion Hi-Tech, Richye Technology Development, VdS Schadenverhuetung GmbH, serta berbagai perusahaan teknologi dan manufaktur lainnya.
Kehadiran industri pendukung tersebut menunjukkan bahwa sistem penanggulangan bencana membutuhkan ekosistem yang luas. Bukan hanya petugas dan kendaraan penyelamat, tetapi juga dukungan energi, komunikasi, material, perangkat keselamatan, serta teknologi informasi.
Pameran ini turut didukung oleh berbagai media dan komunitas, seperti Indotrading.com, iSafety Magazine, National Logistics Community, dan World Humanitarian Day.
Selama tiga hari penyelenggaraan, EDRR Indonesia 2026 memperlihatkan perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menghadapi berbagai tantangan kebencanaan.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, sektor pertahanan, organisasi kemanusiaan, perusahaan teknologi, hingga industri kendaraan dan peralatan keselamatan menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih kuat.
Melalui pameran tersebut, EDRR Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan produk dan teknologi terbaru, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi menciptakan Indonesia yang lebih tangguh, responsif, dan siap menghadapi berbagai kondisi krisis dan bencana.(dhil)










