Koranindopos.com – JAKARTA – Jembatan Kaca Bromo atau Bromo Sky Bridge kembali ditutup untuk sementara setelah ditemukan titik api baru di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.
Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi demi memastikan keselamatan wisatawan di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di kawasan Bromo.
Head of Sales & Marketing Lawu Group, Dhani Wulandari, mengatakan keputusan penutupan diambil setelah pihak pengelola mendapatkan informasi mengenai kemunculan titik api baru.
“Dikarenakan ada penemuan titik api baru,” ujar Dhani saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (15/8/2026).
Meski titik api baru tersebut belum berada dalam jarak yang mengancam langsung kawasan jembatan, pengelola tetap memilih menutup objek wisata tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi di lapangan.
“Walaupun sebenarnya jarak ke Jembatan Kaca terbilang masih aman,” kata Dhani.
Pengelola menyebut keputusan penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di kawasan Gunung Bromo serta faktor keselamatan pengunjung.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kapan Bromo Sky Bridge akan kembali dibuka untuk wisatawan. Pengelola masih memantau perkembangan kebakaran dan menunggu kondisi kawasan benar-benar dinyatakan aman.
“Untuk kepastiannya kita tetap menunggu perkembangan selanjutnya, karena yang utama tentunya keselamatan tamu,” ujar Dhani.
Wisatawan yang telah merencanakan kunjungan ke Jembatan Kaca Bromo diimbau untuk memantau informasi terbaru melalui kanal media sosial resmi Bromo Sky Bridge sebelum melakukan perjalanan.
Karhutla di kawasan Gunung Bromo hingga Sabtu (15/8/2026) disebut belum sepenuhnya padam. Sejumlah titik api baru dilaporkan muncul dan mulai mendekati kawasan wisata.
Salah satu area yang turut mendapat perhatian adalah sekitar Jembatan Kaca Bromo dan Puncak Seruni Point di Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo.
Sumber api diduga berasal dari kawasan Bukit Dingklik di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Api juga berpotensi meluas menuju kawasan Bukit King Kong yang masih berada di desa tersebut.
Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala petugas di lapangan.
“Kita mengalami kesulitan untuk memadamkan, karena yang pertama faktor sumber air cukup jauh,” jelas Sugeng.
Situasi tersebut membuat pengelola objek wisata harus mengambil langkah hati-hati, termasuk menutup sementara Jembatan Kaca Bromo meskipun titik api masih berada pada jarak yang dinilai relatif aman.
Bromo Sky Bridge merupakan salah satu objek wisata yang menawarkan pengalaman menikmati panorama kawasan Gunung Bromo dari ketinggian. Karena berada di kawasan terbuka dan dekat dengan area terdampak karhutla, kondisi cuaca, arah angin, asap, serta perkembangan titik api menjadi faktor penting dalam menentukan operasional.
Untuk saat ini, pengelola belum menetapkan tanggal pembukaan kembali. Keputusan tersebut akan menyesuaikan perkembangan penanganan karhutla dan kondisi keamanan kawasan.
Langkah penutupan sementara ini sekaligus menjadi bentuk kehati-hatian agar wisatawan tidak berada dalam situasi yang berpotensi membahayakan selama proses pemadaman kebakaran masih berlangsung.(dhil/kmps)










