koranindopos.com, TEGALMAJA – Tim PANGLIMAJA Salam UI melaksanakan rangkaian intervensi Pojok Asri sebagai salah satu bagian dari program Panggung Literasi Masyarakat Berkelanjutan (PANGLIMAJA) di Desa Tegalmaja, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.
Pojok Asri berfokus pada penguatan literasi pengelolaan sampah melalui pemahaman jenis sampah, konsep waste-to-value, dan praktik kreatif mengolah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna. Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 8 hingga 14 Juli 2026.
Rangkaian kegiatan dimulai pada tanggal 8 Juli 2026. Kegiatan diawali sosialisasi dan pengerjaan pre-test. Tujuannya sebagai langkah untuk mengenali pemahaman peserta terhadap pengelolaan sampah. Setelah itu, peserta menyambut materi pertama yaitu jenis-jenis sampah, organik dan anorganik. Pemahaman tersebut diperkuat melalui materi Waste-to-value. Harapannya peserta dapat mengenali gagasan bahwa sampah bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Kemudian peserta diajak untuk mempraktikkan langsung pemanfaatan sampah rumah tangga. Produk kerajinan tersebut berasal dari bungkus kopi bekas. Proses menganyam membuat peserta tampak menikmati kegiatan. Hal ini menjadi pengalaman mengesankan bagi peserta untuk melihat secara langsung bagaimana benda yang selama ini dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi suatu karya bernilai.

Pada tanggal 9 Juli 2026, kegiatan diawali dengan penguatan materi untuk mengingat kembali pembelajaran pada hari sebelumnya. Dilanjutkan dengan kegiatan praktik yaitu memanfaatkan tutup botol bekas menjadi gantungan kunci dan magnet kulkas. Peserta tidak hanya belajar mengenai pemanfaatan kembali tetapi juga mengeksplorasi kreativitas dalam menghasilkan produk dengan daya tarik tinggi.
Pada hari ketiga, Pojok Asri mengundang pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memaparkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah dan lingkungan lebih luas. Setelah sesi edukasi, peserta mengolah limbah organik melalui proses pencacahan. Hal ini didasarkan sebagai salah satu bentuk pengelolaan sampah organik agar lebih mudah dimanfaatkan.
Salsa, salah satu staf pojok Asri Maja, “ASRI Maja memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pemanfaatan dan pengelolaan sampah menjadi material yang lebih berharga, bahkan memiliki nilai jual. Hal ini tentunya dapat membantu membentuk perilaku dan kebiasaan positif masyarakat agar lebih bijak dalam membuang serta mengelola sampah.”, ujarnya.
Post test menjadi penutup rangkaian kegiatan Asri Maja. Peserta diharapkan dapat mengevaluasi peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian intervensi. Tak sampai disitu, peserta kembali diajak berkreasi melalui pemanfaatan limbah tutup galon menjadi produk bernilai guna.
Kegiatan Asri Maja membuahkan produk gantungan kunci dan magnet kulkas. Peserta diharapkan dapat mengeksplorasi kreativitas untuk mengubah limbah menjadi barang berguna. Sejalan dengan semangat PANGLIMAJA, Pojok Asri membawa pesan bahwa sampah bukan akhir dari sebuah barang, melainkan awal pdari sebuah karya. (Riz)










