Selasa, 1 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

3,4 Juta Warga Terdampak Asap Karhutla, Kasus ISPA Melonjak di Sejumlah Wilayah

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
26 Agustus 2026
in Kesehatan
A A
0
3,4 Juta Warga Terdampak Asap Karhutla, Kasus ISPA Melonjak di Sejumlah Wilayah

Foto: dok. antara

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Musim kemarau yang berlangsung berkepanjangan memicu peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Dampak bencana tersebut tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga mulai dirasakan masyarakat melalui memburuknya kualitas udara dan meningkatnya gangguan kesehatan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 3.405.489 jiwa terdampak langsung asap karhutla yang terjadi di sejumlah daerah.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengatakan enam provinsi telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla sebagai langkah antisipasi terhadap dampak yang lebih luas.

“Akibat kejadian kebakaran hutan dan lahan beberapa provinsi menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan, seperti Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” ujar Agus dalam konferensi pers, Rabu (26/8/2026).

Artikel Terkait

Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta

Merdeka Stunting 2026, POGI dan Pegadaian Dorong Pencegahan Dimulai Sejak Kehamilan

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional di Bidang Neurologi

Wilayah yang terdampak karhutla mencakup sejumlah kabupaten dan kota. Di Riau, terdapat 12 kabupaten/kota yang terdampak, sedangkan Jambi mencatat 11 kabupaten/kota.

Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah dengan cakupan terdampak cukup luas, yakni 17 kabupaten/kota. Sementara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah masing-masing mencatat 14 kabupaten/kota terdampak.

Adapun Kalimantan Selatan mencatat 13 kabupaten/kota dan Kalimantan Timur sebanyak 10 kabupaten/kota.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara. Asap dari karhutla menyebabkan pencemaran udara dan meningkatkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah daerah.

Di Sumatera Selatan, terdapat tiga kabupaten/kota yang masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara di Kalimantan Tengah, empat kabupaten/kota tercatat memiliki kualitas udara dalam kategori yang sama.

Buruknya kualitas udara akibat asap karhutla mulai berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu penyakit yang mengalami peningkatan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Di Kalimantan Tengah, tercatat peningkatan kasus ISPA sebanyak 3.003 kasus. Sementara di Kalimantan Barat, total kasus ISPA sepanjang 1 Januari hingga 7 Agustus 2026 mencapai 165.747 kasus.

Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Selatan. Selain mencatat 18.423 kasus ISPA, daerah tersebut juga melaporkan sejumlah penyakit lain yang berkaitan dengan gangguan kesehatan masyarakat.

Rinciannya meliputi 4.107 kasus diare akut, 1.232 kasus pneumonia, 1.175 kasus suspek demam tifoid, serta 761 kasus influenza-like illness (ILI).

Sementara itu, di Riau pada periode 1-23 Agustus 2026 tercatat 2.182 kasus ISPA. Selain itu, terdapat 55 kasus asma, 42 kasus iritasi kulit, 16 kasus konjungtivitis, dan 15 kasus pneumonia.

Besarnya jumlah masyarakat yang terdampak membuat penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada perlindungan kesehatan warga.

Paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.

Karena itu, kondisi kualitas udara menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat di wilayah yang terdampak karhutla.

Dengan lebih dari 3,4 juta jiwa terdampak langsung asap, peningkatan kasus ISPA di berbagai daerah menjadi sinyal bahwa dampak karhutla telah berkembang menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang perlu mendapat penanganan serius dan terkoordinasi.

Pemerintah pun perlu memastikan upaya pengendalian karhutla berjalan bersamaan dengan mitigasi dampak asap, sehingga masyarakat di wilayah terdampak dapat terlindungi dari risiko kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.(dhil/dtk)

Topik: ISPAKARHUTLA

TerkaitBerita

Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta
Kesehatan

Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta

oleh Editor : Affandy
31 Agustus 2026
Merdeka Stunting 2026, POGI dan Pegadaian Dorong Pencegahan Dimulai Sejak Kehamilan
Kesehatan

Merdeka Stunting 2026, POGI dan Pegadaian Dorong Pencegahan Dimulai Sejak Kehamilan

oleh Editor : Affandy
29 Agustus 2026
Menkes Budi Gunadi Sadikin Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional di Bidang Neurologi
Kesehatan

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional di Bidang Neurologi

oleh Editor : Akula
24 Agustus 2026
Sudah Rajin Sikat Gigi tapi Karang Gigi Tetap Muncul? Ini Alasannya
Kesehatan

Sudah Rajin Sikat Gigi tapi Karang Gigi Tetap Muncul? Ini Alasannya

oleh Editor : Affandy
24 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Bank Jakarta

Bank Jakarta Dukung Turnamen Tenis Meja Beritakota, 48 Insan Media Adu Sportivitas di Piala Kemerdekaan 2026

29 Agustus 2026
PEMAIN ANDALAN: Selebrasi bintang Timnas Indonesia U-19, Arkhan Kaka, saat melawan Myanmar di Piala AFF U-19 2026. (Foto: (c) dok.Timnas Indonesia)

Garuda Muda Jamu Malaysia Pada Kualifikasi Piala Asia U-20 di Laos Sore Ini

31 Agustus 2026
Foto Bersama Ibu Bisa Tampil di Layar Lebar, Ini Caranya

Foto Bersama Ibu Bisa Tampil di Layar Lebar, Ini Caranya

31 Agustus 2026
Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta

Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta

31 Agustus 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Berhadapan Dengan Brighton, Jadi Pekan Horor Bagi Chelsea

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Sutradara Eugene Panji Tutup Usia, Ini Karya yang Pernah Digarapnya

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Selangkah Lagi Enzo Fernandez Ke Manchester City

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya