Mengacu pada data Bloomberg, dolar AS pada awal perdagangan sempat menguat tipis 0,01 persen ke posisi Rp 17.723. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama.
Sekitar pukul 09.10 WIB, dolar AS berbalik melemah 0,11 persen menjadi Rp 17.703. Tekanan terhadap dolar AS kemudian berlanjut.
Pada pukul 09.15 WIB, dolar AS tercatat melemah 0,19 persen ke level Rp 17.689.
Posisi tersebut menunjukkan penguatan rupiah setelah dolar AS sebelumnya ditutup di level Rp 17.723 pada perdagangan Selasa (25/8/2026).
Pelemahan dolar AS pada perdagangan hari ini tidak hanya terjadi terhadap rupiah. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut juga bergerak melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Terhadap euro (EUR), dolar AS turun 0,03 persen. Sementara terhadap yen Jepang (JPY), dolar AS melemah 0,17 persen.
Dolar AS juga tercatat turun 0,02 persen terhadap pound sterling (GBP).
Namun, pergerakan dolar AS masih menguat terhadap beberapa mata uang lainnya. Terhadap dolar Australia (AUD), dolar AS naik 0,14 persen.
Penguatan juga terjadi terhadap dolar Kanada (CAD) sebesar 0,05 persen dan franc Swiss (CHF) sebesar 0,05 persen.
Pergerakan rupiah terhadap dolar AS menjadi perhatian pelaku pasar, terutama di tengah tingginya volatilitas nilai tukar. Posisi rupiah di kisaran Rp 17.600-an menunjukkan adanya tekanan terhadap dolar AS pada awal perdagangan.
Meski demikian, pergerakan nilai tukar masih dapat berubah sepanjang sesi perdagangan. Investor akan mencermati perkembangan sentimen global serta kondisi pasar keuangan yang dapat memengaruhi permintaan terhadap dolar AS maupun rupiah.(Dhil/dtk)










