Koranindopos.com – JAKARTA – Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Batu Ceper, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026) siang.
Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu bangunan indekos di Gang Jalan Batu Ceper 9. Kobaran api kemudian dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Seorang warga, Deka (45), mengatakan api pertama kali muncul dari bangunan indekos dua lantai yang berada tepat di samping rumahnya. Menurut dia, sebelum api membesar sempat terdengar suara seperti ledakan.
“Katanya awalnya ngejepret. Udah ngejepret, sama orangnya dinaikin. Nah, pas dinaikin dia enggak tahu tuh kalau di atas sudah ada api. Jadi dinaikin langsung meledak,” ujar Deka saat ditemui di lokasi, Senin.
Deka menuturkan, kamar di lantai dua bangunan indekos yang diduga menjadi titik awal kebakaran sedang kosong. Penghuninya diketahui sedang pergi bekerja ketika insiden terjadi.
Bangunan yang menggunakan material semipermanen seperti triplek membuat api mudah membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
Menurut Deka, korsleting listrik tersebut bahkan sempat membuat seorang warga tersengat listrik ketika berusaha keluar dari area indekos.
“Pas kejadian dia (tetangga) mau keluar, megang pintu, nyetrum. Itu bener-bener dia enggak lihat kalau atas sudah kebakaran. Adik saya naik, melihat asap sudah ngebul di kamar yang kosong itu,” katanya.
Deka menambahkan, sebagian besar bangunan di sekitar lokasi juga menggunakan material yang mudah terbakar sehingga kobaran api cepat menjalar.
Warga sempat berupaya memadamkan api secara gotong royong. Namun, kondisi angin yang cukup kencang membuat kobaran api sulit dikendalikan.
“Enggak bisa padam, posisinya kan abis ledakan itu (api) langsung besar, anginnya juga kencang, jadi nyamber ke mana-mana kanan kiri depan belakang,” ujar Deka.
Kobaran api bahkan sempat terlihat melampaui tembok pembatas perusahaan dan mengarah ke permukiman warga. Kondisi tersebut membuat masyarakat sekitar khawatir api akan semakin meluas.
Warga kemudian melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi api menjalar ke rumah mereka, salah satunya dengan menyiram tembok dan area sekitar rumah menggunakan air dari kali.
Kepanikan juga dirasakan Upi (55), warga Gang Batu Ceper 8. Ia baru tiba di rumah sekitar pukul 13.00 WIB ketika melihat kepulan asap tebal dari lokasi kebakaran.
“Baru sampai dari sekolah, jam 1-an. Ada asap besar, tetangga udah teriak-teriak, saya kaget banget, ‘Ayo keluar, keluar, asapnya udah ngebul!’ gitu,” tutur Upi.
Melihat kondisi tersebut, Upi mengaku langsung panik. Ia tidak lagi memikirkan barang-barang yang berada di dalam rumah dan memilih menyelamatkan anggota keluarganya.
Sembilan anggota keluarganya saat itu berada di dalam rumah. Prioritas Upi adalah memastikan seluruh anggota keluarga, terutama cucu-cucunya yang masih kecil, dapat keluar dari rumah dengan selamat.
Kebakaran tersebut juga membuat petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi. Kobaran api di kawasan padat penduduk menjadi tantangan tersendiri karena posisi bangunan yang saling berdekatan.
Berdasarkan laporan warga, kebakaran bermula sekitar pukul 13.00 WIB dan kemudian merembet ke sejumlah bangunan di sekitarnya.
Hingga saat ini, dugaan korsleting listrik masih berdasarkan keterangan warga di lokasi. Penyebab pasti kebakaran serta total kerugian yang ditimbulkan masih menunggu hasil pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kebakaran di kawasan padat penduduk tersebut kembali menunjukkan tingginya risiko kebakaran di permukiman dengan bangunan yang berdempetan dan menggunakan material mudah terbakar. Upaya pencegahan, termasuk pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, menjadi penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa.(dhil/kmps)










