Koranindopos.com, Jakarta – Seekor anjing bernama Laika menjadi sumber inspirasi Nadin Amizah dalam merangkai album terbarunya. Dari kisah perjalanan Laika yang tidak memiliki jalan pulang, Nadin mengembangkan cerita tentang kerinduan, kasih sayang, kesepian hingga rasa marah karena kehilangan.
Cerita tersebut dituangkan dalam album studio ketiganya, Laika, Yang Ditinggalkan, yang resmi dirilis pada 28 Agustus 2026 melalui label Sorai. Album ini terdiri dari 11 lagu dengan durasi keseluruhan sekitar 51 menit.
Laika sendiri merupakan anjing betina yang dikirim Uni Soviet ke luar angkasa dalam misi Sputnik 2 pada 1957. Perjalanan itu sejak awal merupakan misi satu arah. Kisah tersebut kemudian menjadi metafora yang digunakan Nadin untuk menggambarkan seseorang yang mendambakan kasih sayang, tetapi justru berakhir sebagai sosok yang ditinggalkan.
Dalam gambaran Nadin, Laika adalah sosok yang menunggu seseorang datang dan memilihnya. Namun, yang datang justru sebuah tugas. Harapan untuk mendapatkan kasih kemudian berubah menjadi pengalaman kehilangan.
Dari gagasan itu, Nadin membangun rangkaian cerita dalam 11 lagu. Beberapa di antaranya adalah Pesan Digital Seekor Anjing Dari Luar Angkasa, Moonlight, Kematian, Jika Aku Jadi Kekasihnya, Reservasi Untuk Dua, Tamu Berwajah Itu, Amarah, Putih Merana, Take Him To The Moon For Me, Ditemukan Sebuah Bangkai, Langit Melepas Hujan, dan Laika, Kau Mudah Dicinta.
Tema kehilangan kemudian berkembang ke berbagai persoalan. Salah satunya dituangkan Nadin lewat Ditemukan Sebuah Bangkai, yang terinspirasi dari peristiwa penemuan jenazah tanpa identitas saat banjir Jakarta pada malam Tahun Baru 2020.
Nadin juga membawa persoalan tentang ketiadaan figur ayah dan kesepian ke dalam album tersebut. Baginya, perasaan kehilangan yang terus disimpan dapat berkembang menjadi kemarahan.
Hal itu tergambar dalam salah satu bagian cerita album ketika rasa sakit yang terlalu lama dipendam akhirnya mencari jalan keluar.
“Yang sedang kau lihat bukan benci hanya perih. Yang terlalu lama membekas, mengeras, menjadi marah yang tak punya jalan untuknya keluar,” ujar Nadin.
Album ini sekaligus menjadi kelanjutan perjalanan Nadin setelah Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya yang dirilis pada 2023. Sebelum album penuh tersebut hadir, Nadin lebih dulu memperkenalkan Moonlight, lagu yang ternyata telah ia tulis sejak masih duduk di bangku SMA.
Lewat Laika, Yang Ditinggalkan, Nadin merangkai cerita tentang seseorang yang ingin dicintai, ingin memiliki tempat untuk pulang, tetapi harus berhadapan dengan kenyataan bahwa tidak semua kerinduan berakhir dengan kepulangan.
Kisah Laika akhirnya tidak hanya menjadi nama album. Sosok tersebut menjadi gambaran tentang manusia yang terus mencari kasih sayang, sementara pada akhirnya harus berhadapan dengan rasa kehilangan dan kesepian. (BRG/Kul)










