Senin, 7 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Sejumlah Gunung Api Erupsi Bersamaan, DPR Minta Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Nasional

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
7 September 2026
in Nasional
A A
0
Sejumlah Gunung Api Erupsi Bersamaan, DPR Minta Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Nasional

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar Ade Ginanjar meminta pemerintah memperkuat kesiapsiagaan nasional menyusul aktivitas erupsi sejumlah gunung api di Indonesia dalam waktu yang berdekatan.

Ade menilai negara harus hadir sejak tanda-tanda ancaman terdeteksi, bukan baru bertindak ketika bencana telah terjadi.

Hal tersebut disampaikan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Semeru yang terjadi pada periode berdekatan.

“Prioritas kita adalah menyelamatkan masyarakat. Transportasi harus aman, informasi harus cepat dan akurat, serta Basarnas harus siap ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Negara harus hadir bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi sejak tanda-tanda ancaman terdeteksi,” ujar Ade dalam siaran pers, Minggu (6/9/2026).

Artikel Terkait

Hadapi Erupsi Anak Krakatau, Polri Siapkan 299 Personel dan 10 Anjing K9

PJJ di Wilayah Banten Berlaku Selama Tiga Hari Ke Depan

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tembus Bogor, Warga Kaget Mobil Baru Dicuci Kembali Penuh Debu

Ade meminta pemerintah tidak melihat setiap erupsi sebagai kejadian yang berdiri sendiri.

Menurut dia, pemerintah harus memastikan seluruh sistem kesiapsiagaan berjalan secara terpadu untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat maupun konektivitas nasional.

Salah satu aspek yang dinilai penting adalah kemampuan pemerintah menerjemahkan data mengenai aktivitas vulkanik menjadi keputusan operasional secara cepat.

Ade menyebut BMKG dan Badan Geologi perlu memastikan informasi mengenai aktivitas gunung api dapat segera diterima oleh kementerian dan lembaga terkait.

Data tersebut mencakup aktivitas vulkanik, arah dan ketinggian sebaran abu, kondisi angin, cuaca, hingga potensi dampaknya terhadap wilayah udara dan laut.

Informasi itu kemudian harus dapat diterima dengan cepat oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Basarnas, pemerintah daerah, operator transportasi, serta masyarakat.

“Mitigasi tidak hanya terletak pada kemampuan mendeteksi ancaman, tetapi juga pada kemampuan negara mengubah data menjadi tindakan sebelum risiko berkembang menjadi korban,” kata Ade.

Ade menilai masyarakat membutuhkan informasi yang jelas, cepat, dan konsisten ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung api.

Karena itu, ia mendorong penguatan koordinasi antarlembaga melalui sistem informasi dan protokol penanganan yang terintegrasi.

“Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas, cepat, dan konsisten. Karena itu, satu data, satu koordinasi, dan satu protokol respons harus terus diperkuat,” jelasnya.

Menurut Ade, kecepatan penyampaian informasi menjadi penting karena perubahan aktivitas vulkanik dapat berdampak terhadap berbagai sektor dalam waktu singkat.

Tidak hanya masyarakat yang tinggal di sekitar gunung, tetapi juga pengguna transportasi udara dan laut dapat terdampak apabila abu vulkanik menyebar ke wilayah yang lebih luas.

Dari sektor transportasi, Ade meminta Kemenhub meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik, terutama terhadap penerbangan dan pelayaran di wilayah yang berada dalam jalur potensi sebaran abu.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau, menurut dia, menjadi pengingat bahwa dampak erupsi tidak selalu terbatas pada kawasan yang berada di sekitar gunung.

Sebaran abu dapat menjangkau wilayah yang lebih jauh dan berpotensi mengganggu konektivitas udara maupun laut.

Ade menegaskan keselamatan harus menjadi dasar dalam setiap keputusan operasional. Namun, masyarakat juga harus mendapatkan informasi secara cepat apabila terjadi pembatalan, penundaan, pengalihan rute, maupun pemulihan layanan transportasi.

“Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui gangguan setelah berada di bandara, pelabuhan, atau dalam perjalanan. Informasi harus diberikan sedini mungkin agar masyarakat dapat mengambil keputusan dengan aman,” ujarnya.

Ade juga meminta Basarnas memperkuat kesiapan personel, peralatan, sistem komunikasi, serta skenario pencarian dan pertolongan di wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik.

Kesiapan tersebut, kata dia, harus mencakup wilayah darat, pesisir, hingga perairan.

Hal ini penting karena sejumlah gunung api aktif berada di kawasan yang berdekatan dengan permukiman dan jalur transportasi masyarakat.

Ade menilai Basarnas tidak boleh hanya bergerak setelah keadaan darurat terjadi. Lembaga tersebut harus memiliki pemetaan risiko dan skenario respons yang dapat segera diaktifkan ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung api.

Skenario itu juga perlu mencakup kemungkinan gangguan transportasi, proses evakuasi, hingga operasi pencarian dan pertolongan.

“Jangan sampai masyarakat mengetahui ancaman setelah dampaknya terjadi. Peringatan dini harus benar-benar menjadi peringatan yang sampai kepada masyarakat dan diikuti tindakan yang jelas,” tegas Ade.

Dengan meningkatnya aktivitas sejumlah gunung api, Ade menilai kesiapsiagaan nasional harus dibangun sebagai sistem yang bekerja sejak sebelum bencana terjadi. Kecepatan informasi, koordinasi antarlembaga, kesiapan transportasi, serta kemampuan pencarian dan pertolongan menjadi bagian penting untuk memastikan keselamatan masyarakat.(dhil/kmps)

Topik: erupsigunung api

TerkaitBerita

Hadapi Erupsi Anak Krakatau, Polri Siapkan 299 Personel dan 10 Anjing K9
Nasional

Hadapi Erupsi Anak Krakatau, Polri Siapkan 299 Personel dan 10 Anjing K9

oleh Editor : Affandy
7 September 2026
SEKOLAH DARING: Para pelajar SD menyantap menu program makan bergii gratis (MBG). (Foto Ilustrasi: Setneg.go.id)
Pendidikan

PJJ di Wilayah Banten Berlaku Selama Tiga Hari Ke Depan

oleh Editor : Memoarto
7 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Tembus Bogor, Warga Kaget Mobil Baru Dicuci Kembali Penuh Debu
Peristiwa

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tembus Bogor, Warga Kaget Mobil Baru Dicuci Kembali Penuh Debu

oleh Editor : Doe
6 September 2026
BANDARA TUTUP: Aktivitas masyarakat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Foto Ilustrasi: Ng Putu Wahyu Rama/RM)
Nasional

Otoritas Bandara Soetta Stop Penerbangan Hingga Pukul 13.30 Siang Ini

oleh Editor : Memoarto
6 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Tiga Tahun Menunggu Bioskop, Iyus Jenius Siap Tayang Pada 10 September 2026

Tiga Tahun Menunggu Bioskop, Iyus Jenius Siap Tayang Pada 10 September 2026

7 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jabodetabek, Dokter Ungkap Bahaya bagi Kesehatan

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jabodetabek, Dokter Ungkap Bahaya bagi Kesehatan

7 September 2026
Erupsi Anak Krakatau Ganggu 1.039 Penerbangan di Bandara Soetta, 166.351 Penumpang Terdampak

Erupsi Anak Krakatau Ganggu 1.039 Penerbangan di Bandara Soetta, 166.351 Penumpang Terdampak

7 September 2026
ZONA MILITER: Sejumlah personel militer Israel tampak beroperasi di wilayah Lebanon. (Foto Ilustrasi: Reuters)

Israel Lancarkan Serangan Balasan Ke Lebanon, Empat Orang Tewas

7 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    834 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4442 shares
    Share 1777 Tweet 1111
  • Tak Ada Tanda Kekerasan, Mahasiswa UI yang Tewas di Kos Depok Diduga Bunuh Diri

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Keluar Modal Besar, Manchester City Jadi Penantang Serius Arsenal

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya