Jumat, 23 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jabodetabek, Dokter Ungkap Bahaya bagi Kesehatan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
7 September 2026
in Megapolitan
A A
0
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jabodetabek, Dokter Ungkap Bahaya bagi Kesehatan

Foto: dok. tangselpos.id

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menyebar ke sejumlah wilayah Jabodetabek pada Minggu (6/9/2026).

Sejumlah warga melaporkan adanya material berwarna kehitaman yang menempel di kendaraan, teras rumah, hingga fasilitas publik. Kondisi tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap abu vulkanik sebagai debu biasa.

Menurut Ari, paparan abu vulkanik perlu menjadi perhatian karena dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Artikel Terkait

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

“Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang harus menjadi perhatian masyarakat,” kata Ari dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Minggu.

Ari menjelaskan, partikel abu vulkanik dapat masuk ke tubuh melalui berbagai jalur.

“Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel-partikel yang beterbangan dapat langsung mengenai mata, kulit, dan terhirup ke dalam saluran pernapasan,” ujarnya.

Paparan abu pada mata dapat menyebabkan sejumlah keluhan, seperti rasa perih, mata merah, dan berair.

Sementara itu, abu yang mengenai kulit dapat memicu rasa gatal hingga iritasi.

Adapun ketika masuk melalui saluran pernapasan, partikel abu dapat menyebabkan batuk, rasa tidak nyaman di tenggorokan, hingga sesak napas.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak pun perlu memperhatikan kondisi kesehatan, terutama jika paparan abu terus berlangsung.

Menurut Ari, dampak abu vulkanik terhadap saluran pernapasan tidak selalu langsung terlihat ketika seseorang mengalami paparan.

Partikel abu yang terhirup dapat bertahan di dalam sistem pernapasan dan memicu iritasi serta peradangan.

“Hal yang perlu dipahami adalah dampak terhadap saluran pernapasan tidak selalu berhenti pada keluhan yang muncul saat paparan terjadi,” kata Ari.

Ia menjelaskan, gangguan pada saluran pernapasan bagian bawah bahkan dapat muncul setelah paparan terjadi, termasuk dalam rentang satu hingga dua minggu.

Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai gejala yang muncul setelah berada di wilayah dengan paparan abu vulkanik.

“Apabila setelah terpapar abu seseorang mengalami batuk yang semakin berat, demam, sesak napas, nyeri dada, atau kondisi fisiknya memburuk, pemeriksaan medis harus segera dilakukan. Karena bisa saja sudah terjadi infeksi paru,” ujarnya.

Selain efek langsung akibat paparan abu, Ari juga menyoroti material yang terkandung di dalam abu vulkanik.

Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah kandungan silika, terutama silika kristalin yang dapat terhirup.

Paparan silika respirabel dalam jumlah signifikan dan berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan silikosis. Penyakit tersebut terjadi akibat penumpukan partikel silika yang kemudian memicu peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru.

Ari mengatakan, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelumnya diketahui mengandung senyawa silika.

“Abu vulkanik Anak Krakatau memang sebelumnya diketahui mengandung senyawa silika. Penelitian terhadap material erupsi sebelumnya menunjukkan kandungan SiO₂ yang cukup signifikan,” jelasnya.

Meski demikian, kadar silika, khususnya silika kristalin yang dapat terhirup dalam erupsi kali ini, masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel abu yang sedang turun.

Ari menekankan, keberadaan silika tidak serta-merta berarti setiap orang yang terkena abu akan mengalami penyakit paru.

Risiko kesehatan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain komposisi abu, ukuran partikelnya, konsentrasi yang terhirup, serta intensitas dan lamanya seseorang terpapar.

“Namun, risiko ini tentu bergantung pada komposisi abu, ukuran partikel, konsentrasi yang terhirup, serta intensitas dan lamanya paparan. Karena itu, analisis terhadap kandungan abu vulkanik menjadi penting untuk menilai risiko kesehatan secara lebih tepat,” kata Ari.

Dalam jangka panjang, paparan tertentu terhadap partikel berbahaya dapat berkontribusi terhadap penurunan fungsi paru.

Karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung, masyarakat di wilayah yang terdampak perlu tetap mengikuti informasi resmi dan memperhatikan kondisi udara maupun kesehatan masing-masing.

Keluhan pernapasan yang semakin berat, demam, nyeri dada, atau memburuknya kondisi setelah terpapar abu sebaiknya tidak diabaikan dan perlu mendapatkan pemeriksaan medis.(dhil/kmps)

Topik: abu vulkanikanak krakataujabodetabek

TerkaitBerita

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama
Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi
Megapolitan

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR
Megapolitan

Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

22 Oktober 2026
Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

22 Oktober 2026
The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

22 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

22 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5027 shares
    Share 2011 Tweet 1257
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1085 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya