Selasa, 6 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jabodetabek, Dokter Ungkap Bahaya bagi Kesehatan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
7 September 2026
in Megapolitan
A A
0
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jabodetabek, Dokter Ungkap Bahaya bagi Kesehatan

Foto: dok. tangselpos.id

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menyebar ke sejumlah wilayah Jabodetabek pada Minggu (6/9/2026).

Sejumlah warga melaporkan adanya material berwarna kehitaman yang menempel di kendaraan, teras rumah, hingga fasilitas publik. Kondisi tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap abu vulkanik sebagai debu biasa.

Menurut Ari, paparan abu vulkanik perlu menjadi perhatian karena dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Artikel Terkait

Dua Rumah di Semper Barat Jakut Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp210 Juta

BEM SI Demo di Depan DPR Hari Ini, Desak Pendidikan Gratis dan Revisi UU Sisdiknas

Karutan Depok Akui Video Diduga Pesta Narkoba Direkam di Dalam Rutan

“Dampak abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang harus menjadi perhatian masyarakat,” kata Ari dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Minggu.

Ari menjelaskan, partikel abu vulkanik dapat masuk ke tubuh melalui berbagai jalur.

“Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel-partikel yang beterbangan dapat langsung mengenai mata, kulit, dan terhirup ke dalam saluran pernapasan,” ujarnya.

Paparan abu pada mata dapat menyebabkan sejumlah keluhan, seperti rasa perih, mata merah, dan berair.

Sementara itu, abu yang mengenai kulit dapat memicu rasa gatal hingga iritasi.

Adapun ketika masuk melalui saluran pernapasan, partikel abu dapat menyebabkan batuk, rasa tidak nyaman di tenggorokan, hingga sesak napas.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak pun perlu memperhatikan kondisi kesehatan, terutama jika paparan abu terus berlangsung.

Menurut Ari, dampak abu vulkanik terhadap saluran pernapasan tidak selalu langsung terlihat ketika seseorang mengalami paparan.

Partikel abu yang terhirup dapat bertahan di dalam sistem pernapasan dan memicu iritasi serta peradangan.

“Hal yang perlu dipahami adalah dampak terhadap saluran pernapasan tidak selalu berhenti pada keluhan yang muncul saat paparan terjadi,” kata Ari.

Ia menjelaskan, gangguan pada saluran pernapasan bagian bawah bahkan dapat muncul setelah paparan terjadi, termasuk dalam rentang satu hingga dua minggu.

Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai gejala yang muncul setelah berada di wilayah dengan paparan abu vulkanik.

“Apabila setelah terpapar abu seseorang mengalami batuk yang semakin berat, demam, sesak napas, nyeri dada, atau kondisi fisiknya memburuk, pemeriksaan medis harus segera dilakukan. Karena bisa saja sudah terjadi infeksi paru,” ujarnya.

Selain efek langsung akibat paparan abu, Ari juga menyoroti material yang terkandung di dalam abu vulkanik.

Salah satu hal yang perlu diperiksa adalah kandungan silika, terutama silika kristalin yang dapat terhirup.

Paparan silika respirabel dalam jumlah signifikan dan berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan silikosis. Penyakit tersebut terjadi akibat penumpukan partikel silika yang kemudian memicu peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru.

Ari mengatakan, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelumnya diketahui mengandung senyawa silika.

“Abu vulkanik Anak Krakatau memang sebelumnya diketahui mengandung senyawa silika. Penelitian terhadap material erupsi sebelumnya menunjukkan kandungan SiO₂ yang cukup signifikan,” jelasnya.

Meski demikian, kadar silika, khususnya silika kristalin yang dapat terhirup dalam erupsi kali ini, masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel abu yang sedang turun.

Ari menekankan, keberadaan silika tidak serta-merta berarti setiap orang yang terkena abu akan mengalami penyakit paru.

Risiko kesehatan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain komposisi abu, ukuran partikelnya, konsentrasi yang terhirup, serta intensitas dan lamanya seseorang terpapar.

“Namun, risiko ini tentu bergantung pada komposisi abu, ukuran partikel, konsentrasi yang terhirup, serta intensitas dan lamanya paparan. Karena itu, analisis terhadap kandungan abu vulkanik menjadi penting untuk menilai risiko kesehatan secara lebih tepat,” kata Ari.

Dalam jangka panjang, paparan tertentu terhadap partikel berbahaya dapat berkontribusi terhadap penurunan fungsi paru.

Karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung, masyarakat di wilayah yang terdampak perlu tetap mengikuti informasi resmi dan memperhatikan kondisi udara maupun kesehatan masing-masing.

Keluhan pernapasan yang semakin berat, demam, nyeri dada, atau memburuknya kondisi setelah terpapar abu sebaiknya tidak diabaikan dan perlu mendapatkan pemeriksaan medis.(dhil/kmps)

Topik: abu vulkanikanak krakataujabodetabek

TerkaitBerita

Dua Rumah di Semper Barat Jakut Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp210 Juta
Megapolitan

Dua Rumah di Semper Barat Jakut Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp210 Juta

oleh Editor : Affandy
6 Oktober 2026
BEM SI Demo di Depan DPR Hari Ini, Desak Pendidikan Gratis dan Revisi UU Sisdiknas
Megapolitan

BEM SI Demo di Depan DPR Hari Ini, Desak Pendidikan Gratis dan Revisi UU Sisdiknas

oleh Editor : Affandy
5 Oktober 2026
Karutan Depok Akui Video Diduga Pesta Narkoba Direkam di Dalam Rutan
Megapolitan

Karutan Depok Akui Video Diduga Pesta Narkoba Direkam di Dalam Rutan

oleh Editor : Affandy
5 Oktober 2026
Jalan Hang Jebat Jaksel Tergenang 150 Meter, Pipa Diduga Bocor Tersenggol Proyek Trotoar
Megapolitan

Jalan Hang Jebat Jaksel Tergenang 150 Meter, Pipa Diduga Bocor Tersenggol Proyek Trotoar

oleh Editor : Affandy
4 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Tak Harus Diet Ketat, Ini Cara Sederhana Menjaga Kolesterol dari Sarapan

Tak Harus Diet Ketat, Ini Cara Sederhana Menjaga Kolesterol dari Sarapan

6 Oktober 2026
Kematian Pekerja Lab di Rusia Disorot, Eks WHO Ungkap 5 Fakta soal Penyakit Pes

Kematian Pekerja Lab di Rusia Disorot, Eks WHO Ungkap 5 Fakta soal Penyakit Pes

6 Oktober 2026
Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial

Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial

6 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,20% ke Level 6.130

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,20% ke Level 6.130

6 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4900 shares
    Share 1960 Tweet 1225
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    342 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Posting Kalimat Galau di Instagram, Ada Apa Dengan Yogie Nandes?

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya