Selasa, 13 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Bantah Manipulasi Trading Rp23 Miliar, Didimax Buka Data Nasabah Tunjukkan Untung Rp1,36 Miliar

Editor : Akula oleh Editor : Akula
13 Oktober 2026
in Ekonomi, Bisnis
A A
0
Bantah Manipulasi Trading Rp23 Miliar, Didimax Buka Data Nasabah Tunjukkan Untung Rp1,36 Miliar

PT Didi Max Berjangka (Didimax) meluruskan tuduhan manipulasi sistem trading dan kerugian nasabah Rp23 miliar dengan membeberkan data transaksi resmi MT5. (Foto. Ilustrasi)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – PT Didi Max Berjangka (Didimax) akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai pemberitaan yang menyeret namanya terkait dugaan manipulasi sistem trading. Isu mengenai klaim kerugian nasabah senilai Rp23 miliar tersebut sebelumnya diterbitkan oleh salah satu media online pada 23 September 2026.

Langkah penjelasannya ini diambil guna meluruskan persepsi publik yang terlanjur berkembang akibat kabar burung tersebut. Perusahaan pialang berjangka ini menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu diluruskan berdasarkan fakta dan bukti transaksi yang sah agar tidak menyesatkan masyarakat luas.

Guna memberikan gambaran yang transparan dan utuh, Didimax membeberkan rekam jejak transaksi MetaTrader 5 (MT5) milik nasabah yang bersangkutan. Berdasarkan data historis tersebut, total dana yang disetorkan atau deposit oleh nasabah adalah sebesar USD230.000 atau setara Rp3,22 miliar dengan perhitungan asumsi kurs tetap Rp14.000 per dolar AS.

Menariknya, catatan penarikan dana atau withdrawal nasabah tersebut justru menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi dari total simpanan awal. Tercatat jumlah penarikan dana mencapai USD327.800 atau setara dengan Rp4,589 miliar selama periode perdagangan berlangsung.

Artikel Terkait

Emiten Haji Isam PGUN Buka Suara soal Gadai 5,3 Miliar Saham ke Bank Mandiri

Harga Emas Antam Hari Ini 13 Oktober 2026 Anjlok Rp20.000, Buyback Ikut Turun

Akselerasi Pembiayaan Koperasi, LPDB Siap Jalankan Innovative Credit Scoring

Secara kalkulasi bersih, akumulasi penarikan dana nasabah tersebut terbukti telah melebihi total deposit awal sebesar USD97.800 atau sekitar Rp1,369 miliar. Fakta data riwayat transaksi ini mematahkan klaim awal mengenai isu kerugian finansial yang dialami oleh nasabah terkait.

Selain data penarikan, riwayat transaksi MT5 tersebut mencatat akumulasi keuntungan trading sebesar USD110.507 serta pemotongan komisi transaksi sebesar USD12.690. Saat ini, akun perdagangan tersebut masih menyisakan saldo akhir sebesar USD17.

Pihak manajemen Didimax menekankan perbedaan substansial antara tuntutan yang diajukan dengan kerugian riil yang telah terbukti di lapangan. Angka Rp23 miliar yang marak diberitakan merupakan estimasi klaim sepihak nasabah, termasuk memperhitungkan potensi keuntungan yang dianggap tidak didapatkan.

Manajemen menegaskan bahwa nilai tuntutan sepihak tidak serta-merta dapat disamakan sebagai kerugian aktual. Terlebih, data transaksi menunjukkan posisi akun perdagangan nasabah secara keseluruhan berada dalam status positif dan telah terverifikasi secara sah.

Mengenai keluhan perbedaan harga eksekusi, Didimax menjelaskan fenomena slippage yang lazim terjadi di pasar berjangka saat kondisi pasar sangat cepat (hectic), seperti saat rilis berita ekonomi penting. Perubahan harga dan likuiditas yang mendadak membuat harga eksekusi berbeda dari harga permintaan, sehingga hal ini tidak bisa diklaim sebagai bentuk manipulasi sistem.

Perusahaan menyatakan sangat menghormati hak nasabah untuk melayangkan pengaduan resmi ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) maupun lembaga terkait lainnya. Didimax mendorong agar pemberitaan dilakukan secara objektif, akurat, dan berimbang berdasarkan fakta hukum serta pemeriksaan resmi yang berwenang. (RIS/Hend)

 

 

Topik: BAPPEBTIBerita BisnisDidimaxInvestasi BerjangkaKasus DidimaxManipulasi TradingMetaTrader 5PT Didi Max BerjangkaSlippage PasarTrading Forex

TerkaitBerita

Emiten Haji Isam PGUN Buka Suara soal Gadai 5,3 Miliar Saham ke Bank Mandiri
Ekonomi

Emiten Haji Isam PGUN Buka Suara soal Gadai 5,3 Miliar Saham ke Bank Mandiri

oleh Editor : Affandy
13 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini 13 Oktober 2026 Anjlok Rp20.000, Buyback Ikut Turun
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini 13 Oktober 2026 Anjlok Rp20.000, Buyback Ikut Turun

oleh Editor : Affandy
13 Oktober 2026
Akselerasi Pembiayaan Koperasi, LPDB Siap Jalankan Innovative Credit Scoring
Bisnis

Akselerasi Pembiayaan Koperasi, LPDB Siap Jalankan Innovative Credit Scoring

oleh Editor : Anggoro
12 Oktober 2026
Emiten Haji Isam Buka Suara soal Gadai 5,3 Miliar Saham PGUN ke Bank Mandiri
Ekonomi

Emiten Haji Isam Buka Suara soal Gadai 5,3 Miliar Saham PGUN ke Bank Mandiri

oleh Editor : Affandy
12 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Annathaya Spa & Wellness Buka Layanan di Sari Pacific Jakarta

Annathaya Spa & Wellness Buka Layanan di Sari Pacific Jakarta

13 Oktober 2026

test

13 Oktober 2026

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

13 Oktober 2026

Digital Marketing Trends That Still Matter in 2026

13 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4992 shares
    Share 1997 Tweet 1248
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1039 shares
    Share 416 Tweet 260
  • Jorge Jesus Enggan Menambah Besar Polemik Dengan Cristiano Ronaldo

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Real Madrid Buang Antonio Rudiger di Musim 2027/2028

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya