RUSIA, koranindopos.com – Gubernur Luhansk, Ukraina, Sergiy Gaiday menyatakan, pemerintahnya telah menarik mundur pasukan di Severodonetsk di Luhansk, Donbas pada Jumat (24/6/2022). Itu dilakukan setelah pertempuran sengit dengan tentara Rusia di kota tersebut selama beberapa pekan terakhir.
Sikap Ukraina tersebut membuat banyak pihak khawatir jika Rusia terus meraup keuntungan dan kian menguasai banyak wilayah di Donbas. ”Angkatan bersenjata Ukraina harus mundur dari Severodonetsk. Mereka telah menerima perintah untuk melakukannya. Tetap bertahan di wilayah yang terus dibombardir selama berbulan-bulan tidak masuk akal,” beber Sergiy.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Inggris menyebut Rusia telah menarik beberapa jenderalnya dari Ukraina. Pernyataan tersebut mereka sampaikan melalui akun Twitter resmi Kementerian Pertahanan Inggris pada Sabtu (25/6/2022).
Badan Intelijen Inggris menyebut Ukraina berpeluang akan melalukan konfigurasi ulang pertahanan mereka di sektor Sieverodonetsk – Lysychansk. Hal itu dikarenakan unit lapis baja Rusia terus menerus berkurang di tepi selatan area pembangunan. ”Sejak awal Juni, komando tinggi Rusia kemungkinan besar telah menarik beberapa jenderal mereka dari peran komando operasional kunci dalam perang di Ukraina,” kata Badan Intelijen Inggris. ”Ini termasuk komandan Pasukan Lintas Udara (VDV) Jenderal-Kolonel Andrei Serdyukov, dan komandan Grup Pasukan Selatan (SGF) Jenderal Angkatan Darat Alexandr Dvornikov,” lanjutnya. (cnni/mmr)










