Senin, 25 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Opini

Kasus Sambo dan Metode Bertillon

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
30 Oktober 2022
in Opini
A A
0
Sambo

Sumber Foto : channel9.id

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Pengamat Kepolisian dan Praktisi Media  Edy Budiyarso, SH, MH. Mengatakan, Istilah “scientific crime investigation” belakangan kerap dipakai oleh petinggi Polri untuk menyebutkan penyelidikan ilmiah berdasarkan ilmu pengetahuan dalam mengungkap kasus kejahatan.

Seperti dinyatakan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, bahwa pengungkapan kasus kematian Brigadir J, menggunakan metode “scientific crime investigation” atau kerap disebut CSI.  Cara ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, karena cara ini menggabungkan ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi.

Adalah Alphonse Bertillon, Kriminolog asal Perancis (1835-1914) yang memperkenalkan metode deteksi ilmiah.  Perancis, memang dikenal dengan kisah detektifnya yang ulet mengejar penjahat, seperti cerita Inspektur Javerts dalam cerita film Les Miserables.

Bertillon menggunakan metode antropometri untuk mengindetifikasi pelaku kejahatan yang sebelumnya tak dicatat polisi secara akurat.  Dengan Antropometri, Bertillon berkeyakinan bahwa para penjahat memiliki ciri-ciri fisik khusus di tubuhnya yang berbeda dengan orang awam.

Artikel Terkait

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

Arsitektur Baru Keadilan Pajak

Pendidikan Bermutu untuk Semua bukan Sekadar Sekolah

Karenanya, Bertillon perlu mengukur para narapidana yang sedang di penjara.  Pengukuran mencakup, panjang dan lebar kepala, panjang jari kiri, tengah dan jari kelingking, panjang kaki kiri, panjang lengan kiri, panjang telinga kanan, tinggi badan, ukuran rentang lengan dan ukuran panjang badan hingga ujung kepala saat orang dalam posisi duduk.  Model pengidentifikasian inilah yang kemudian dikenal sebagai Metode Bertillon.

Walaupun Metode Bertillon dianggap kuno bagi kejahatan modern seperti sekarang ini yang mencoba menghilangkan jejak dengan sesempurna mungkin. Tetapi, sistem ini menjadi dasar bagi perkembangan ilmu pengidentifikasian yang lebih sophisticated. Metode ini masih dipakai hingga kini dalam pengidentifikasian wajah dan postur pelaku kejahatan yang sering dibuatkan dalam sketsa pelaku kejahatan.

Sedangkan bagi pembunuhan dengan derajat sadisme level tinggi, seperti mutilasi dan lain-lain, penggunaan data antemortem seperti sidik jari, bentuk gigi pada tengkorak korban, hingga kode genetik atau DNA dinilai lebih akurat.  Dan kemampuan ini sudah dikuasai oleh jajaran INAVIS dan Laboratorium Forensik Polri yang menjadi support system Bareskrim Polri.

Jadi, seperti adigium “Tidak ada kejahatan yang sempurna”,  maka dengan Ilmu pengetahuan dan teknologi canggih yang semakin banyak dikuasai detektif kita, berbagai kejahatan walaupun hendak disembunyikan serapi apa pun, tetap besar kemungkinan bisa terungkap. Lalu bagaimana, jika masih ada “dark number?” Itu hanya soal waktu saja.(TBnews)

Topik: Fredy SamboPOLRI

TerkaitBerita

PERKUAT KELUARGA: Dari kiri, Bendahara Umum Sari Yuliati, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Adies Kadir dalam satu momentum kegiatan partai. (Foto Ilustrasi: memoindonsia.co.id)
Opini

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

oleh Editor : Memoarto
11 Mei 2026
Arsitektur Baru Keadilan Pajak
Opini

Arsitektur Baru Keadilan Pajak

oleh Editor : Anggoro
6 Mei 2026
Pendidikan Bermutu untuk Semua bukan Sekadar Sekolah
Opini

Pendidikan Bermutu untuk Semua bukan Sekadar Sekolah

oleh Editor : Anggoro
5 Mei 2026
DUET PAS: Ketua Umum Partai Golkar periode 2024-2029 Bahlil Lahadalia (kanan) dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji. (Foto Ilustrasi: dok/dpppartaigolkarofficial.com)
Opini

Bahlil Arsitek, Sarmuji Eksekutor

oleh Editor : Memoarto
27 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

DUEL SENGIT: Christopher Nkunku mengeksekusi penalti ke gawang Genoa pada Minggu (17/5/2026) (Foto Ilustrasi: (c) AC Milan Official)

Cagliari Mati-matian Hadapi AC Milan di San Siro

24 Mei 2026
TERLIBAT KETEGANGAN: Sebuah kapal coast guard Jepang (bawah) saling semprot air dengan kapal coast guard Taiwan yang mengawal puluhan kapal nelayan Taiwan berlayar melewati perairan dekat pulau sengketa di Laut China. (Foto Ilustrasi: Reuters)

Kapal Taiwan dan China Bersitegang di Pulau Pratas

24 Mei 2026
Waspada Pola Makan Pemicu Kanker, Ini Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi

Waspada Pola Makan Pemicu Kanker, Ini Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi

24 Mei 2026
Harga Tiket Pesawat Naik, Industri Pariwisata Sulsel Mulai Tertekan

Harga Tiket Pesawat Naik, Industri Pariwisata Sulsel Mulai Tertekan

24 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3226 shares
    Share 1290 Tweet 807
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • All New Honda BeAT 125 NX Resmi Meluncur, Kini Lebih Bertenaga dan Stylish

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya