Koranindopos.com – Jakarta. Rischa Queen kembali membuktikan eksistensinya sebagai penyanyi solo. Setelah sempat melempar single perdana yang berjudul Jahatnya Cintamu, personil 2 Putri Bahar ini kembali membuktikan dirinya sebagai penyanyi solo dalam single keduanya yang berjudul Aku Ingin Bebas.
Sedikit berbeda dengan single pertamanya yang bertempo lambat dan cenderung old school, dalam single keduanya kali ini, Rischa Queen kembali ke genre yang biasa ia nyanyikan. Yaitu dangdut dengan tempo yang lebih cepat dan cenderung riang.
Namun ada satu benang merah dari single pertama dan single keduanya kali ini. Keduanya masih mengangkat mengenai tema perselingkuhan. Aku Ingin Bebas memang menceritakan mengenai pasangan dimana sang wanita terlanjur sayang kepada pasangan lelakinya.
Namun sayang, rasa sayangnya yang berlebihan tersebut ternyata bertepuk sebelah tangan. Perselingkuhan menjadi akar masalah dalam hubungan tersebut. Hingga sang wanita berfikir untuk melepaskan diri dari sang kekasih.
Lama-lama si cowoknya selingkuh dan seenaknya sama ceweknya. Pokoknya akhirnya dia ingin bebes dari jeratan cinta si cowok itu, ujar perempuan yang akrab dipanggil Icha ini.

“Jangan pikir kita tidak bisa melepas cintamu….. Sepenggal bait yang terdapat dalam lirik lagu Aku Ingin Bebas tersebut memang memiliki makna yang cukup dalam. Bait tersebut seakan ingin memberi pesan kepada setiap lelaki yang berkhianat jika kaum wanita juga dapat membuat sebuah keputusan.
Meski bertempo lebih cepat bila dibandingkan dengan single pertamanya, namun Rischa merasa jika single Aku Ingin Bebas memiliki banyak tantangan yang harus ia taklukan. Salah satunya datang dari penguasaan emosi saat menyanyikannya.
Ya, lagu ini memang cukup unik. Dari sisi tempo memang lebih cepat dan musiknya pun cenderung riang. Namun untuk urusan lirik, lagu ini tetaplah lagu mellow.
“Kesulitannya selama proses recording ada. Pastinya setiap bait kita main emosi. Kalau yang pertama lebih ke main perasaan, emosinya lebh nahan, nanti pas reffnya lebih meledak. Lebih susah sih. Tantangan sendiri main emosi per-baitnya, beber Icha.
Namun justru disitulah kelebihan dari lagu ini. Menurut Rischa, ia memang langsung jatuh cinta saat pertama kali mendengarkan lagu ini. Apalagi saat mendalami liriknya.
Sebagai wanita, Rischa merasa jika lirik dalam lagu ini cukup mewakili perasaan semua wanita yang pernah disakiti oleh pasangannya.
“Liriknya Icha banget. Soalnya Icha juga pernah mengalaminya. Mungkin kebanyakan wanita pernah ya mengalami. Walaupun genre musiknya beda dengan single yang pertama. Cuma sama aja kok karakter Icha memang mellow, katanya sambil tertawa.
“Pokoknya semoga single ini bisa lebih baik dari yang sebelumnya dan diterima oleh seluruh masyarakat. Khususnya pecinta musik dangdut, sambungnya. (AL)










