Koranindopos.com, JAKARTA – Transisi menuju era kendaraan listrik di Jakarta terus dilakukan lewat berbagai kebijakan. Salah satunya, membebaskan pengguna kendaraan listrik dari aturan ganjil-genap (gage) yang selama ini berlaku.
’’Untuk kendaraan listrik masyarakat, ya bebas gage. Terus, kendaraan listrik juga tidak bersuara. Kalau malam, saya bersama Pak Menteri (Menhub Budi Karya Sumadi) mau jalan-jalan malam, mengecek lapangan nggak berisik,’’ kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono akhir pekan lalu.
Dengan menggunakan kendaraan listrik, masyarakat bisa bebas melenggang di jalur mana pun sepanjang waktu. Lain halnya dengan kendaraan berbahan bakar fosil yang memang dibatasi dengan gage demi menekan emisi dan mengurangi kemacetan di jalur tertentu.
Menurut Heru, manfaat kendaraan listrik bukan hanya kebijakan di jalan. Secara personal, pengeluaran bulanan pengendara juga bisa berkurang karena ada beberapa hal yang hilang. Salah satunya, kebutuhan oli.
’’Pemerintah juga nggak memikirkan dampak sisa oli. Kan itu tidak ada,’’ terangnya. Selain itu, konversi ke kendaraan listrik dilakukan untuk mendukung program PLN yang tengah surplus energi listrik.
Selain sosialisasi ke masyarakat, Heru memastikan bahwa Pemprov DKI akan beralih ke kendaraan listrik secara bertahap. Salah satunya, yang telah dilakukan PT Transportasi Jakarta (TJ). Mereka mulai mengoperasikan bus listrik.
Saat ini, PT TJ memiliki 30 bus listrik yang semuanya beroperasi di sejumlah rute. Hingga akhir tahun ini, PT TJ ditargetkan bisa mengoperasikan sedikitnya seratus bus listrik. Sehingga bisa menggantikan bus berbahan bakar fosil secara perlahan.
Heru menyatakan, dalam dua tahun ke depan, sudah dibuat program untuk pembelian bus listrik. Juga proses konversi bus berbahan fosil ke kendaraan listrik. Meski belum ada penetapan batas waktu, target akhirnya jelas, yakni seluruh bus TJ akan menggunakan kendaraan listrik.
’’Kami melakukan itu sesuai amanat undang-undang. Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan konversi. Juga bekerja sama dengan Kakorlantas untuk mempercepat promosi,’’ tuturnya.
Selain konversi bus listrik, kendaraan dinas Pemprov DKI yang saat ini berbahan bakar fosil secara perlahan akan dialihkan ke kendaraan listrik. ’’Tahun depan, Pemprov DKI ingin revitalisasi armadanya. Tentunya harus sudah mengarah ke sana (kendaraan listrik),’’ jelasnya. Misalnya, kendaraan operasional kebersihan dan mobil dinas. (wyu/mmr)










