koranindopos.com – JAKARTA. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono irit bicara saat ditanyakan harta kekayaan pejabat DKI yang melimpah. Dia bahkan awalnya enggan menanggapi terkait hal tersebut. Lantaran dicecar media, Heru hanya menjawab singkat. ”Ya nggak tau, tanya, tanya sama inspektorat,” kata Heru.
Saat ditanyakan kembali langkah lanjutan yang akan dilakukan Pemprov DKI, dia juga tidak menjawabnya. Bahkan dia menyebutkan tidak akan melakukan penyelidikan ataupun membentuk tim terkait melimpahnya harta jajarannya. ”Nggak,nggak. Saya kunjungan hari ini, kunjungan ke fraksi-fraksi,” ujarnya mengalihkan pertanyaan.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI dari Fraksi PAN Lukman Hakim meminta Pemprov DKI turut juga meningkatkan ekonomi rakyatnya. ”Ini penting, karena satu isu pengangguran banyak, fakir miskin bertambah di Jakarta, tapi pejabatnya makin kaya. Itu wakil ketua KPK yang ngomong,” terangnya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono menuturkan, harta kekayaan pejabat DKI yang melimpah bisa jadi warisan dari orang tuanya. ”Jadi agak repot juga. Jangan-jangan dia dapatkan hartanya dari warisan orang tua, kita nggak tau,” katanya.
Meski begitu, Gembong berharap institusi Pemprov DKI bisa bergerak atas munculnya isu harta kekayaan melimpah tersebut. Apalagi, yang melemparkan isu harta kekayaan melimpah pejabat DKI tersebut yakni Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.
”Saya berharap, dua institusi Pemprov DKI bisa bergerak. Yakni, BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah) dan inspektorat bisa bergandengan tangan. Dengan begitu, dedikasi kehidupan ASN DKI Jakarta akan tumbuh,” imbuhnya. (wyu/mmr)










