koranindopos.com – Bogor. “Self-Care, Self-Love”, tema acara yang diusung oleh empat anak muda pengelola “ADISTINEO”. Ini kegiatan perdana untuk memperluas pengenalan produk perawatan diri berbahan aneka rempah, tanaman obat dan aromatik buatan Indonesia pada Gen Z dan Milenial seusia mereka. Acara dikemas dengan memperbincangkan topik mengenai pentingnya mencintai dan menghargai diri sendiri – tanpa terpengaruh standar tampilan sempurna menurut orang lain. Berani tampil menjadi diri sendiri dengan tubuh dan kulit sehat bersinar secara alami berkat perawatan diri yang tepat. Naturally Dazzling, seperti slogan yang diusung ADISTINEO.
Pada Juni 2022 lalu, di tengah lesunya kondisi perekomian saat masa pandemi, ADISTINEO ‘melawan arus’ dengan hadir dan meluncurkan produknya. Adalah Adistine Aulia Zahra dari Yogyakarta serta Irhand Wirdayasa, Namira Rizkanya dan Gharyn Wiryaastamaga dari Bogor, empat anak muda berusia dua puluh tahunan, di balik inovasi pengembangan dan pengelolaan UMKM ini. Pendampingan tim di Bogor ini dibantu oleh Yeni Wirdan dengan pengalaman puluhan tahunnya di dunia periklanan, Alih pengetahuan dan pengalaman untuk kaum muda.

Idealisme mengenalkan aneka rempah, tanaman obat dan aromatik Indonesia sebagai kandungan bahan utama produk-produk ADISTINEO mendasari pelaksanaan acara. Bangga akan produk buatan Indonesia. Mulai dari pemanfaatan temulawak yang selama ini dikenal sebagai bahan baku jamu namun dijadikan bahan produk pelembab wajah, nyamplung atau tamanu, kelapa, vanili serta aneka rempah lainnya hingga cendana terbaik dari Indonesia.
Rangkaian produk yang diperkenalkan meliputi pembersih dan pelembab wajah, minyak multi manfaat ala perawatan spa yang dapat digunakan untuk kulit di seluruh tubuh, pelembab tubuh yang diperkaya dengan minyak aromaterapi hingga parfum dengan cendana berkualitas prima. Sejatinya, tren sekarang adalah Skinimalism yang didefinisikan sebagai ‘tampilan baru yang bersinar’ dengan merujuk pada minimalisme dalam rutinitas perawatan. Kesadaran untuk lebih bijak memilih dan membeli produk utama saja sesuai kebutuhan kulit. Kuncinya adalah pemilihan produk dengan kandungan bahan multi manfaat. Tren inilah yang diadopsi ADISTINEO untuk produk-produknya yang simple dan anti ribet.
“Ada dua hal utama yang mendasari hadirnya ADISTINEO di industri produk perawatan diri atau skincare and bodycare,” demikian disampaikan Nuniek S. Winarni, salah satu Founder ADISTINEO. Pertama adalah melihat potensi pasar yang masih cukup terbuka luas, meski sudah banyaknya produk sejenis yang beredar di pasaran. Namun masih belum banyak produk lokal yang mengusung kearifan pemakaian rempah, tanaman obat dan aromatik produksi Indonesia sebagai bahan bakunya. Tidak dapat dipungkiri, akulturasi Korean Wave yang diemulsi kaum muda kita banyak mempengaruhi produk perawatan diri yang beredar dalam beberapa tahun belakangan ini.
Hal kedua adalah berdasarkan data Sensus Penduduk 2020 dari BPS dengan dominasi penduduk Gen Z 27,94 persen disusul Milenial 25,87 persen. Juga sejalan dengan wacana Generasi Emas 2045 yang dicanangkan pemerintah. Momentum bonus demografi di tahun 2045 yaitu 70% dari jumlah penduduk Indonesia dalam usia produktif (15-64 tahun). “Menurut hemat kami, inilah saat tepat meluncurkan produk bagi pasar anak muda di kelompok usia ini. Juga saat untuk menciptakan lapangan kerja baru dengan memfasilitasi hadirnya para wirausahawan muda yang kreatif dan inovatif melalui UMKM seperti ADISTINEO ini,” Nuniek menambahkan.
Christina D. Losong, rekannya selaku Founder ADISTINEO, menjelaskan mengenai pengembangan produk. “Sejak tahun 2016 kami di CV Kemuning Java Tradisional telah memproduksi aneka produk rempah kering dan olahannya serta produk-produk perawatan diri untuk spa and wellness. Kualitasnya telah diakui hingga luar negeri, selain pasar lokal, termasuk maklon atau white label untuk beberapa jenama. Saat berdiskusi dengan rekan saya dan empat anak muda ini, keinginan untuk mengembangkan produk-produk perawatan bagi remaja hingga usia tigapuluhan awal ini bak gayung bersambut, hingga lahirlah ADISTINEO.”
Pertimbangan, bahwa produk utamanya adalah untuk usia remaja hingga dewasa muda, maka formulasi difokuskan pada manfaat perawatan dini untuk hasil kulit sehat di jangka panjangnya. Dengan mengantongi Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB), produk diujicobakan kepada saudara, rekan dan kerabat selama beberapa bulan untuk melihat khasiat dan manfaatnya. Setelah produk dianggap stabil dan tepat guna, diajukan ke BPOM untuk proses uji lanjutan. “Hanya produk-produk yang sudah mengantongi izin BPOM yang kami jual di pasaran. Ini penting untuk memastikan mutu dan kemananan penggunaan ADISTINEO oleh konsumen,” demikian Christina.
Peserta antusias mengikuti acara yang membuka wawasan tentang pentingnya bersikap bijak dalam merawat diri tanpa impulsif sekedar mengikuti tren. “Kami senang acara ini juga dihadiri oleh beberapa guru muda dan adik-adik anggota OSIS dari SMK PGRI 3 Bogor. Adik-adik ini sekalian mengamati dan mempelajari pelaksanaan acara. Semoga dapat menambah pengetahuan dan keterampilan mereka. Setelah Bogor, acara serupa rencananya akan dilaksanakan di Yogyakarta sebagai kota tempat diproduksinya ADISTINEO,” papar Namira mewakili rekan-rekannya. (ris)










