
KELOLA SAMPAH : Masyarakat antusias melakukan pengelolaan sampah berkonsep 3 R di Kawasan DPSP Borobudur, Magelang (16/11).
PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) bersama Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, CBT Nusantara dan 13 Pemerintah Desa di kawasan Borobudur menandatangani MoU pengelolaan sampah di kawasan DPSP Borobudur Selasa (16/11/2021).
Hadir pada acara tersebut, Sekretaris Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI Rustam Efendi dan Direktur Teknik dan Infrastruktur PT TWC Mardijono Nugroho serta Kepala Dinas DLH Kabupaten Magelang Safrudin.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah di kawasan Borobudur. Dalam MoU pengelolaan sampah ini, terdapat 4 poin komitmen sebagai tujuan bersama, yaitu pengembangan kualitas lingkungan, environmental development, social development dan economic development.
Selain itu, pengelolaan sampah berkonsep 3R ini memprioritaskan pengelolaan limbah yang berorientasi pada pencegahan timbulan sampah, meminimalisasi limbah dengan mendaur ulang barang agar bisa digunakan kembali.
“Pelaksanaan 3R tidak hanya mendorong perubahan sikap dan pola pikir masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, tetapi juga menyangkut manajemen yang tepat dalam pelaksanaannya. Hal ini yang menjadi tujuan bersama ke depan dalam meminimalisasi permasalahan sampah di Borobudur,” terang Direktur Teknik dan Infrastruktur Mardijono Nugroho.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Parekraf Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI Rustam Efendi mengajak seluruh pihak untuk ikut serta berperan aktif menanggulangi permasalahan sampah di Borobudur ini. Menurutnya, diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk menciptakan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Untuk menciptakan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan itu tidak bisa berjalan sendiri. Kita berusaha mengkoordinasi, mensinkronisasikan dan mengendalikan seluruh kebijakan pemerintahan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” terang Rustam. (rls/riz)










