koranindopos.com – BANJARMASIN. Keterserapan lulusan oleh dunia industri dan dunia kerja (Iduka) adalah tolok ukur keberhasilan lembaga pendidikan vokasi. Untuk mengetahui hal tersebut, lembaga pendidikan perlu melacak kiprah alumni. Seperti yang dilakukan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Mereka mengadopsi aplikasi komunikasi berbasis digital tracer study alumni.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, komunikasi berbasis digital merupakan sarana paling efektif untuk tracer study alumni, mengingat keberadaan para alumni saat ini sudah berada di luar kampus.
”Kita membutuhkan sistem penelusuran alumni. Aplikasi tracer study merupakan sistem penelusuran alumni yang harus dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan, bahkan salah satu kriteria penilaian dalam akreditasi adalah tingkat kebekerjaan alumni yang dimonitor melalui aplikasi,” kata Dedi pada focus group discussion (FGD) bertajuk Graduate Tracer Study di Hotel Rattan In, Banjarmasin pada Kamis (23/3/2023).
Untuk diketahui, Kementan) RI memiliki lembaga pendidikan vokasi mulai dari tingkat sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi. Itu meliputi Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP); Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI).
Menurut Dedi, alumni SMKPP, Polbangtan dan PEPI merupakan sasaran program utama sehingga pendekatan bersifat inspiratif harus dilakukan, dengan strategi kolaboratif dan komunikatif yang dirancang secara baik, terukur, terkoordinasi dan berkesinambungan.
Terkait FGD, kata Dedi, bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan SMK-PP Negeri Banjarbaru di lingkungan Kementan, maka dilakukan tracer study bagi lulusan dan pengguna lulusan, khususnya lulusan tahun 2020 – 2022. (ktn/mmr)










